PDA

View Full Version : [DotA FanFiction By : Almaun] Reborn



almaun
04-04-2010, 04:18 PM
Oke Ini Cerita Baru Dari Gw :D
Baca And Comment Ya...

First Post Disini Buat Character Sheet :D

Chapter :
Chapter I (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=686273&postcount=2)
Chapter II (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=687014&postcount=16)
Chapter III (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688038&postcount=32)
Chapter IV (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688928&postcount=45)
Chapter V (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=689729&postcount=53)
Chapter VI (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=700680&postcount=107)
Chapter VII (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=702844&postcount=115)
Chapter VIII (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=707526&postcount=134)
Chapter IX (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=710902&postcount=142)

Character :
Note : Character Dari Cerita Masa Lalu Enggak Dipajang Disini...

-Mortred the Phantom Assassin
Usia : 24 tahun
Tinggi : 158 cm
Berat : 52 kg
Kemampuan : Blur *Jadi Terlihat Seperti Bayangan*
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Berambut hitam panjang sepinggang, iris matanya berwarna Biru Sapphire, tidak terlalu tinggi.
Latar Belakang : Mortred bergabung di Dinasti Scourge baru 1 tahun lamanya, dia bergabung di Scourge untuk mencari tau apa yang terjadi pada ayahnya yang menghilang saat penyerangan Sentinel 10 tahun lalu. Memiliki senjata Chakram warisan dari ayahnya.

-Riza Silkwood the Vengeful Spirit
Usia : 25 tahun
Tinggi : 162
Berat : 62 kg
Kemampuan : Swap Place
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Rambut coklat panjang sepinggang, iris matanya berwarna hitam, memiliki kemampuan magis yang lumayan.
Latar Belakang : Riza adalah teman detak dari Mortred, keanggotannya di Scourge sudah memasuki usia ke 6 tahun. Pertama kali bergabung saat usia 19 tahun adalah karena penyerangan sentinel yang tidak sengaja merusak tempat tinggalnya sehingga dia memiliki dendam dengan Sentinel

-Kael the Invoker
Usia : 41 tahun
Tinggi : 174 cm
Berat : 78 kg
Kemampuan : ?
Pangkat : Jendral
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Rambut Kuning panjang sebahu, iris mata merah membara, selalu mengenakan mantel berwarna putih
Latar Belakang : ?

-Terror Blade the Soul Keeper
Usia : ?
Tinggi : 184 cm
Berat : 101 kg
Kemampuan : ?
Pangkat : Letnan *Karena Suatu Alasan*
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Rambut hitam panjang sebahu, iris mata hitam legam.
Latar Belakang : ?

-Rikimaru the Stealth Assassin
Usia : ?
Tinggi : 102 cm
Berat : 45 kg
Kemampuan : Invisibility [Menghilang]
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 2
Keterangan : Satyr kecil yang memiliki bulu biru dan mempunyai mata hijau menyala. mempunyai senjata sebuah sabit yang bernama "Hikairu"
Latar Belakang : Seorang mata - mata terkenal di sebuah kerajaan yang kemudian bergabung dengan Sentinel karena Scourge meluluh lantahkan kerajaannya hanya demi beberapa makanan!

-Lord Arthas the Emperor of Sentinel
Usia : 26 tahun
Tinggi : 178 cm
Berat : 64 kg
Kemampuan : Swordmanship [Flaremourne]
Pangkat : King
Muncul Di : Chapter 3
Keterangan : Memiliki rambut pirang panjang sepunggung, selalu kemana - mana dengan sebuah buku di pinggang kirinya, dan Flaremourne di pinggang kanannya.
Latar Belakang : Seorang pemuda yang menjadi raja Sentinel menggantikan ayahnya yang gugur pada perang penyerbuan Sentinel 10 tahun yang lalu. Seorang anak dari raja Sentinel terdahulu yang cukup dermawan dan baik hati.

-Rylai Crestfall the Crystal Maiden
Usia : 22 tahun
Tinggi : 152 cm
Berat : 46 kg
Kemampuan : Ice Magic
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 3
Keterangan : Seorang gadis cantik yang memiliki senyuman manis. Rambut pirang panjang sepinggang, iris mata biru crystal yang sangat indah, sangat suka memakai jubah berwarna biru tua kesayangannya.
Latar Belakang : Seorang gadis cantik yang memiliki senyuman manis. Masa lalunya sangat mengerikan. Keluarganya terbunuh akibat perang besar antara Sentinel dan Scourge, dia tinggal sebatang kara dan selalu bersikap dingin sehingga dijuluki "Gadis Salju yang Dingin" namun, dinginnya es yang menutupi hatinya meleleh akibat hangatnya hati dari Lord Arthas.

almaun
04-04-2010, 04:19 PM
Reborn

Disclaimer : DotA mahakarya dari icefrog… Sumpah gw cuma pinjem beberapa char aja kok…

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [Untuk beberapa kata yang kurang enak didengar *dibaca* & beberapa adegan]


Chapter 1 : Mission

---Mortred POV’s---
Entah telah berapa lama aku bersandar di salah satu pohon yang sudah mati diantara banyak pohon – pohon (mati) lainnya. Ya, aku masih mengingatnya secara jelas, peristiwa yang menyebabkan aku tersandar disini, di Hutan Asenvalle Utara, dengan tubuh yang penuh dengan luka. Ditemani dengan sinar matahari yang baru saja muncul beberapa saat yang lalu, akupun terlelap karena kelelahan dan kembali mengingat hal buruk yang baru saja terjadi.

-Flashback-
”Jendral tertinggi mengharap kehadiran dari Phantom Assassin untuk menemui beliau di Frozen Throne,” kata seorang Ghoul yang bertugas menyampaikan pesan tersebut kepadaku.

”Baiklah...” jawabku singkat seraya mengambil helm perangku yang kuletakkan diatas meja.

Phantom Assassin adalah nama yang diberikan jendral tertinggi kepadaku, sesaat setelah aku menerima gelar Letnan dan memimpin beberapa skuadron pasukan. Semua perwira tinggi disini, di Scourge memiliki nama panggilan baru sesuai dengan kemampuan mereka. Aku mendapatkan nama Phantom Assassin karena keahlianku merubah diriku menjadi sulit terlihat oleh orang lain, sehingga tubuhku hanya terlihat seperti sekilas bayangan hitam.

Di tengah perjalanan menuju Frozen Throne aku membiarkan rambut hitamku yang panjangnya mencapai pinggangku itu tergerai tanpa aksesoris apapun. Aku melihat – lihat daerah sekitar Frozen Throne yang biasanya sepi menjadi Ramai, dengan banyaknya Ghoul dan Witch yang berkeliaran. ”Sepertinya akan ada perang besar,” pikirku seraya berjalan menuju ruangan utama sebuah bangunan besar yang berdiri megah di tengah tengah dinasti Scourge.

Aku memasuki ruangan utama dan melihat Frozen Throne masih berdiri dengan kokohnya dengan raja pertama scourge, Lich King masih membeku disana. Saat aku baru mulai melihat – lihat keadaan sekitar (berharap menemukan seseorang), ada seseorang yang menepuk punggungku. Aku menolah dan melihat Riza Eastwood [Author Note : Dia itu Vengeful Spirit, karena namanya susah dan agak aneh gw ganti jadi Riza Eastwood] berdiri dengan baju perangnya yang lengkap.

”Hai Mortred, mencari yang lainnya?” Tanya Riza kepadaku.

Aku tidak menjawabnya dan hanya mengangguk, sesaat setelah aku mengangguk, Riza mengajakku untuk masuk ke ruangan yang lebih dalam lagi. Disanalah aku melihat para Letnan, Mayor, Jendral, dan Jendral tertinggi ada disana.

”Jadi, sekarang semua sudah berkumpul.” Kata Abaddon atau yang lebih sering kami memanggilnya dengan sebutan Jendral Tertinggi dengan suara yang berwibawa.

”Kael, segera beritahu mereka kenapa aku mengumpulkan mereka sekarang.” Sambungnya dengan nada yang tetap berwibawa.

”Baiklah Jendral tertinggi,” Kata Kael (Salah satu Jendral) seraya membungkuk kepada Abaddon.

Suasana di ruangan yang tadinya hening, terasa menjadi lebih sepi. Ini adalah suatu hal yang aneh menurutku karena kami para Scourge selalu berbuat gaduh dan tidak bisa diam. ”Ternyata para perwira disini bisa juga bersikap layaknya seorang perwira,” kataku dalam hati sambil mengingat ingat kejadian bodoh yang mereka lakukan saat tidak sedang rapat.

”Oke, tidak usah berlama – lama lagi, kita akan kembali melakukan penyerangan terhadap para Sentinel!” kata Kael dengan suara tegas.

”Oleh karena itu kita berkumpul disini untuk membagi tugas, 4 orang letnan dan 1 orang jendral akan maju ke medan perang BESOK,” sambungnya sambil menegaskan kata ”besok” supaya terdengar meyakinkan.

”4 orang letnan yang ditunjuk yaitu : Vengeful Spirit, Nerubian Assassin, Soul Keeper, dan Phantom Assassin,” aku terkejut karena aku terpilih dalam menjalankan misi sepenting ini. Mengingat aku masih termasuk ”anak baru” karena baru menjadi perwira tinggi selama 1 tahun. ”Bagaimana jika aku tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik... Bagaimana jika...” banyak hal hal buruk melintas di pikiranku.

”Lalu seorang jendral lagi adalah aku Invoker, Riza dan Anub’barak kalian ke selatan, Terror Blade dan Mortred kalian ke utara.” Tambahnya lagi memotong keterjutanku yang menjadi – jadi.

”Lainnya akan di markas memberikan support jika diperlukan dan menjaga markas agar tidak diserang, ada yang kurang jelas?” Kael melemparkan pertanyaan kepada kami.

”Sangat Jelas,” teriak kami bersama – sama. Kael pun membalikkan badannya dan membungkuk kepada Jendral Tertinggi dan kembali ke posisinya.

”Seperti yang Kael katakan tadi, besok kita akan BERPERANG! Kita serang mereka dengan seluruh tenaga kita! Kita banjiri daerah Sentinel dengan darah mereka!” Kata Jendral Tertinggi dengan suara keras disertai dengan teriakan ricuh dari perwira lainnya. Aku hanya bisa terdiam tidak karuan dan membiarkan mataku yang berwarna Biru Sapphire itu membulat dengan utuh masih tidak percaya dengan keputusan Kael tadi.

”BAIKLAH PRAJURIT! SEKARANG ISTIRAHATLAH DAN MALAM INI KITA MULAI PENYERANGAN!” Kata Jendral tertinggi dengan suara lantang disertai derap langkah para perwira tinggi yang meninggalkan ruangan ini. Aku hanya bisa membatu dan terdiam.

”Mortred... Kau tidak apa – apa kan?” Tanya Riza yang sepertinya mengawasiku wajah terkejutku sedari tadi.

”Uhhhhmm... Itu...” Jawabku tidak karu – karuan.

”Kau pasti nervous, ini misi besar pertamamukan, aku juga nervous saat melakukan misi penting pertamaku,” katanya sambil memasang senyuman di wajah manisnya yang membuatnya lebih terlihat manis.

”Yaaah... Seperti itulah...” Jawabku mulai bisa membiasakan diri.

”Sekarang istirahatlah, sepertinya malam ini kita akan memulai penyerangan, aku tidak bisa membantumu besok karena aku bertugas di sisi Selatan.” Kata Riza sambil melangkah keluar keluar dari bangunan.

Aku terdiam sejenak di ruangan itu dan baru keluar setelah menyadari bahwa ruangan itu sudah kosong dan tidak ada siapa siapa. ”Malam ini adalah hari besar,” pikirku dalam hati seraya keluar dari ruangan.

*Time Warp : Malam Harinya*
Aku sudah siap di pintu utara Scourge, didampingi dengan Terror Blade disebelahku. Sepertinya Kael memang merancang agar aku bersama Terror Blade karena dia adalah senior yang selalu menolak untuk dipromosikan sebagai Mayor hanya karena alasan ”Semakin tinggi pangkatnya, semakin jarang dia turun di medan perang”

Terror Blade memandangku yang sedang mengikat rambutku dengan model high-ponytail. Beberapa detik kemudian dia baru mulai berbicara, ”Hei Mortred, kupikir postur tubuhmu yang kecil itu cukup baik dengan serangan dari belakang. Apa lagi kau memiliki kemampuan untuk sulit terlihat, itu sungguh hebat. Bawalah pasukanmu melalui Hutan Asenvalle Utara dan serang musuh dari belakang sehingga mereka terkepung.” Katanya dengan mantab dan mengalihkan perhatiannya dariku.

”Jadi kau akan menyerang mereka dari depan dan pasukanku akan menyerang dari belakang?” Tanyaku meyakinkan.

”Seperti itulah!” Katanya dengan semangat

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Sudah hampir tengah malam memang, dan kami akan segera berangkat setelah mendapat perintah. Hanya berselang beberapa detik setelah aku selesai mengikat rambutku perintah penyerangan datang. Kuambil helm perangku dan kupakai jubahku, tidak lupa kubawa Chakram senjata favoritku peninggalan dari orang tuaku.

”PRAJURIT! KITA BERANGKAT!” Teriak Terror Blade diikuti dengan suara ricuh dari para Ghoul dan Witch.

Hilang semua rasa nervousku ketika Terror Blade mengatakan hal itu. 3 Kata yang sangat berarti bagiku. 3 kata pembuka suatu peperangan. 3 kata pembuka perang pertama yang kudengar. Rasa nervousku berganti menjadi rasa bangga. Aku pun mengangkat tanganku tinggi dan meneriakkan hal yang sama seperti yang dikatan Terror Blade.

”PRAJURIT! KITA BERANGKAT!” Teriakku kepada para prajuritku yang kemudian membalas dengan keributan yang sangat hebat. Akupun memulai perjalananku menuju Hutan Asenvalle Utara dan memulai misi penting pertamaku.


-End of Chapter 1-

Wahahahahaha Iseng Banget Gw Bikin Beginian, Baca And Comment Pls :D

Rencana Ini Gw Post Di 3 Tempat : Forum Travian, Forum Nus*, Faceb*ok

Gak Ada Yang Comment Tetep Gw Lanjutin~~ :p


--Chapter II--> (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=687014&postcount=16)

Shureet
04-04-2010, 05:00 PM
Pertamax setelah chapter pertamax :D

Ngomong-ngomong apa setting-nya disesuaikan dengan map dota? Koq saya merasa mirip yah :D

almaun
04-04-2010, 05:10 PM
Emang :rolleyes:

Arienzaaa
04-04-2010, 05:31 PM
wah.... fanfic berbasis game lagi ya.... lanjutin trus ya, sampai tamat.....

jangan kaya <<< nulis fanfic nyandet trus :p

x- ravager
04-04-2010, 05:38 PM
lnjtin pls

FROST
04-04-2010, 05:45 PM
wah . . .
bagus bgt nih
kebetulan gw dota lovers
wkwkwk
di tunggu kelanjutan crita nya secepatnya
heheheh

Arsenal_holic
04-04-2010, 09:34 PM
bgus jga...lanjutkan

rfkrsyd
04-04-2010, 10:17 PM
asik setelah ada komik muncul jg ceritanya...

dan nama Vengenya lebih ringkas drpd Sheldazare Silkwood (bner gk tuh?) :D
LanjutGan

Arsenal_holic
04-04-2010, 10:56 PM
hha...mga' bikin rame forum lagi

almaun
04-05-2010, 05:40 AM
Oke Setelah Gw Pikir - Pikir...
Rambut Hitam Panjangnya Si Mortred Gak Cocok Dengan Warna Mata Hijau Emerald...
So Warna Matanya Gw Ganti Jadi Biru Sapphire...

Semoga Pada Gak Protes~~

Shureet
04-05-2010, 07:57 AM
Saya sih ga tau mortred itu gimana, berhubung aku bukan DotA lovers, cuma sekedar tau aja :p

Terserah deh :p

traviamuth
04-05-2010, 08:22 AM
wow jd deg"an neh.. pengin liat "bayangan hitam" di kurung "pepohonan hijau" trus blink critical critical ampe 1st blood ^o^

GeDoY
04-05-2010, 10:02 AM
Haha, keren fanficnya...
Lanjutin yah...:)

s3nior m3mb3r
04-05-2010, 02:25 PM
lanjut bang

almaun
04-05-2010, 03:51 PM
Kagak Nyangka Gw, Mayan Banyak Juga Yang Comment...

Oke Ini Cerita Berikutnya Semoga Gak Mengecewakan...

_________________________
Disclaimer : DotA Masterpiece dari Icefrog, Ane Cuma Pinjem Beberapa Char Aja Kok Suer…

Genre : Adventure/Romance [Lom kerasa]/--

Rating : Teens [Untuk beberapa kesadisan yang terjadi disana]


-Chapter 2 : Ambush-

---Mortred POV’s---
Aku memulai perjalananku menuju Hutan Asenvalle Utara bersama dengan beberapa prajurit yang kupimpin. Hutan Asenvalle memang terkenal dengan banyaknya hewan hewan buas yang siap menerjang makhluk hidup yang lewat. Saat kami sampai di muka Hutan Assenvale aku terdiam sejenak, menghilangkan rasa takut yang sangat menjadi jadi dikarenakan aura hutan yang begitu dahsyat. Saat aku siap, aku pun masuk kedalam hutan diikuti para Ghoul dan Witch dibelakangku.

Setelah melangkah berjam – jam (2 Jam lebih tepatnya), dihadapan kami berdiri 2 makhluk berukuran besar dengan senjata kapak yang berlumuran darah. Tanpa basa – basi lagi kedua makhluk tersebut menerjang kami.

”Prajurit, bersiaplah untuk melawan para Centaurus ini!” Kataku menyemangati prajuritku. “SERANG!” Tambahku.

Para Ghoul maju menerjang 2 ekor Centaurus tersebut, aku pun mulai menyerang salah satu Centaurus yang lebih kecil dari Centaurus satunya. Beberapa menit kemudian, Centaurus yang kuhadapi telah terkapar tak bernyawa dihadapanku, namun Centaurus yang dihadapi oleh para Ghoul kelihatan sedang membantai mereka. Aku maju dengan Chakram di tangan kananku dan melompat ke arahnya dan mencoba memutus kepalanya. Baru setelah beberapa kali tebasan Chakramku Centaurus itu mati. “Cukup melelahkan untuk 2 ekor Centaurus,” pikirku sambil terengah – engah.

Setelah pertempuran kecil itu selesai aku menyadari beberapa prajuritku mati, dan cukup banyak yang terluka. “Sial!” Umpatku dalam hati. Melihat kondisi mereka yang kurang baik kamipun beristirahat. Sambil terus berjaga – jaga, aku melihat – lihat kondisi sekitar. “Hutan ini sangat mengerikan,” ujarku lirih. Baru 15 menit aku melihat – lihat kondisi sekitar, terdengar suara yang sangat keras dari peristirahatan para Ghoul. Akupun berlari menuju peristirahatan.

Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, para Treant (Tentara Sentinel) menyerbu peristirahatan kami. “Sial! Sial! Sial! Kenapa mereka bisa tahu kami disini,” aku kembali mengumpat dalam hati. Dengan mencoba mengkonsentrasikan energiku, aku merubah diriku menjadi seperti bayangan. Inilah skill kebanggaanku, Blur. Setelah selesai mengkonsentrasikan energiku, aku mulai menerjang para Treant tersebut.

*Time Warp : 2 Jam Kemudian*
2 Jam telah berlalu dan kami berhasil menghabisi para Treant tersebut. Ghoul yang tersisa tidak ada 1/2 dari saat kami berangkat pertama kali. “Aku harus bergegas sebelum mereka mengirim lebih banyak tentara lagi,” pikirku. “Prajurit! Kita segera menuju ke tempat Letnan Soul Keeper sekarang! Posisi kita sudah diketahui! SEGERA BERANGKAT!” Ucapku dengan nada penuh kecemasan.

Kamipun segera meneruskan perjalanan seraya berharap tidak ditemukan oleh para Treant lagi. Satu hal yang mengganjal pikiranku, “Tidak ada perwira tinggi Sentinel disana,” ini membuatku cemas karena sebuah penyerbuan pasti ada minimal seorang pimpinan penyerbuan. Aku mencoba membuang semua hal negatif yang ada dan mulai melanjutkan perjalan di belakang rombongan (berjaga – jaga jika ada serangan dari belakang).

Baru beberapa menit kami melangkah, para Ghoul di barisan depan sudah berteriak – teriak dengan riuh. Para Treant dan Druid of The Talon [Author Note : Berikutnya bakal gw singkat jadi “Talon”] sedang menghadang kami, para Talon di atas pohon menghabisi para Ghoul, para Treant menerjang tanpa henti! Aku melemparkan sebuah tanda pertolongan ke udara (Mengharap Terror Blade melihat dan menolong). Setelah selesai dengan sinyal bantuanku, aku membantu Ghoul di barisan depan. Seperti biasa, Blur tidak lupa ku gunakan untuk menyamarkan diriku.

Setelah pertempuran hampir mencapai puncaknya, barulah aku melihat sesuatu yang janggal, sebuah bayangan, tidak itu adalah sesuatu yang nyata, setelah aku amati dengan lebih cermat, dia adalah salah satu letnan di Sentinel. Rikimaru the Stealth Assassin.

“Brengsek! Aku tidak menyadarinya dari tadi, penyerangan tadi pastilah ulahnya, aku baru ingat sekarang Sentinel memiliki mata – mata tingkat tinggi seperti Rikimaru. Dirinya tidak akan kelihatan jika dia tidak melakukan sebuah gerakan yang fatal.” Pikirku dalam hati. “Berarti selama ini kami diikuti!” Pikirku lagi.

Rikimaru yang menyadari dirinya telah terlihat, memandangku dengan mata pembunuh. Dia mulai menerjang kearahku dengan senjatanya yang sudah banyak memakan korban jiwa. Sesaat sebelum aku menyerangnya, tubuhnya tiba tiba menghilang. Aku sedikit terkejut saat melihatnya menghilang. Kucoba memejamkan mataku untuk mencari dimana dia. Baru beberapa detik setelah aku memejamkan mataku, kurasakan sesuatu melukai punggungku.

Rikimaru menyerangku dari belakang, serangannya yang tak kuduga itu membuat punggungku sedikit mengeluarkan darah dari sayatan yang ditimbulkannya. Baru akan kuserang dia, tubuhnya kembali tak terlihat. Aku mulai panik dan hanya melakukan 1 hal, “Terus berlari.” Aku harus bergerak secepat mungkin agar tidak terkena serangannya. Namun sepertinya usahaku sia sia. Dia terus menyatku dengan senjatanya. Darah segar telah bercucuran di sekujur tubuhku. Pandanganku buyar. Tubuhku lesu. Nafasku terengah – engah. Kemudian aku terjatuh.

“Jadi hanya seperti itu kemampuan dari Letnan Scourge,” aku mendengar suara yang belum pernah kukenal. “Bagaikan sampah!” Lanjutnya lagi.

Aku menyadari itu adalah suara Rikimaru, aku yang sudah tak berdaya ini tidak bisa berkata apa – apa dan hanya bisa berharap agar bantuan segera datang. “Cih, ini membosankan, akan kuselesaikan ini sekarang.” Kudengar kembali suara Rikimaru dengan sedikit nada sombong. Aku sudah berpikir, “inilah akhir hidupku.”





Beberapa detik kutunggu tapi sebuah serangan tidak juga datang. Aku mencoba mengangkat kepalaku dan melihat daerah sekitar. Para Ghoul sedang menghabisi beberapa Treant, tetapi yang aneh pada saat itu adalah, “Prajuritku seharusnya tidak sebanyak ini…” Ujarku lirih. Beberapa detik berselang dan baru lah aku sadari, itu adalah pasukan bantuan. Terror Blade berdiri disana menggenggam leher rikimaru yang pingsan. Aku tak percaya dia bisa mengalahkan Rikimaru dengan mudahnya sedangkan aku tengkurap tak berdaya melawannya.

Sadar ada yang memperhatikannya, Terror Blade membanting Rikimaru dan berjalan menuju kearahku. Diapun berjalan dengan sikap tenang dan berjongkok di depanku, “Kau tak berguna!” Katanya dengan nada yang mengerikan. Seketika itu aku merasa sakit sekali. Seorang yang sempat kuidolakan karena telah mengatakan “3 Kata Pembuka Perang” pertamaku. Seseorang yang menjadi rekanku dalam penyerangan ini. Seseorang yang telah menolongku. Seseorang yang telah menghancurkanku hanya dengan kata – kata…

“Kau adalah beban Scourge, kami tidak membutuhkanmu!” Tambahnya lagi seraya berdiri memunggungiku dan pergi. “Kau merusak semua rencanaku!” dia menambahkan beberapa kata lagi, dan pergi meninggalkanku yang tak berdaya di sini, sendirian…

-End of Flashback-
Aku terbangun dari tidur singkatku karena mendengar ada sesuatu yang bergerak dibalik semak – semak. Aku sudah merasa takut jika hewan buas menyerangku. Aku sudah tidak berdaya sekarang, luka yang diciptakan Rikimaru benar benar telah membuatku tak bisa bergerak dengan baik. Jangankan berlari meninggalkan tempat itu, berdiripun aku kesulitan.

Pikiranku yang kacau itupun terhenti karena semak – semak itu mulai membuka. “Sial! Disini banyak makhluk buas, kenapa mereka tidak segera datang dan memakanku. Aku lebih bersyukur dimakan makhluk buas dari pada DITEMUKAN OLEH PERWIRA SENTINEL!” umpatku dalam hati.


-End of Chapter 2-

Ditunggu Ya Gan Commentnya :D


<--Chapter I-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=686273&postcount=2)
--Chapter III--> (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688038&postcount=32)

FROST
04-05-2010, 04:16 PM
ayo donk lanjutan nya

almaun
04-05-2010, 04:18 PM
Barusan Juga Update Udah Minta Lanjut -_-a

Gw Harus Konsen Ke USEK Nih Kambing Bener...

Bisa Update Sehari 1 Udah Bersyukur Saia...

Biasanya Menjelang Ujian Gini Modem Lenyap Ke Genggaman Ortu...

ARGGGHHHHHH!!~~

s3nior m3mb3r
04-05-2010, 04:57 PM
wkwkwk, sama, aku jg mo usek, habis uan neh :D

almaun
04-05-2010, 05:02 PM
Comment La~~

s3nior m3mb3r
04-05-2010, 05:06 PM
bagus kok hehehe
ayo buruan dilanjutin :cool:

almaun
04-05-2010, 06:52 PM
Hmmm...

Belom Dapet Ilham Nih Buat Bikin Next Chapternya...

AFK Cari Si Ilham Yang Katanya Lagi Nyangkut Di Pohon..~~

Shureet
04-05-2010, 07:33 PM
Seru koq :D
Btw rasanya kata-kata Terrorblade mengingatkanku pada para tukang bacot yang ada di PB :D

almaun
04-05-2010, 07:35 PM
@^
Terror Blade Sakti Lho..~~ Isa Sunder [Lho Ngaco]

Eh Sebenernya Nih Cerita Udah Gw Bikin Easy Reading Lho...

Di Setiap Akhir Chapter Bakal Gw Kasih Link Buat Ke Next Chapter...
Dan Sistem Tiap Link Gw Adalah Single Post Showing...

Jadi Kalian Gak Usah Ribet Ribet Cari Chapternya Kalo Kalian Baru Mulai Baca...
Sebenernya Gak Terlalu Penting Sih... Tapi...

EGP...

Anak Aneh
04-05-2010, 08:15 PM
Oke Ini Cerita Baru Dari Gw :D
Baca And Comment Ya...

First Post Disini Buat Character Sheet :D

Chapter :
Chapter I (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=686273&postcount=2)
Chapter II (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=687014&postcount=16)

Character :

-Mortred the Phantom Assassin
Usia : 24 tahun
Tinggi : 158 cm
Berat : 58 kg
Kemampuan : Blur *Jadi Terlihat Seperti Bayangan*
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Berambut hitam panjang sepinggang, iris matanya berwarna Biru Sapphire, tidak terlalu tinggi.
Latar Belakang : Mortred bergabung di Dinasti Scourge baru 1 tahun lamanya, dia bergabung di Scourge untuk mencari tau apa yang terjadi pada ayahnya yang menghilang saat penyerangan Sentinel 10 tahun lalu. Memiliki senjata Chakram warisan dari ayahnya.

-Riza Eastwood the Vengeful Spirit
Usia : 25 tahun
Tinggi : 162
Berat : 62 kg
Kemampuan : Swap Place
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Rambut coklat panjang sepinggang, iris matanya berwarna hitam, memiliki kemampuan magis yang lumayan.
Latar Belakang : Riza adalah teman detak dari Mortred, keanggotannya di Scourge sudah memasuki usia ke 6 tahun. Pertama kali bergabung saat usia 19 tahun adalah karena penyerangan sentinel yang tidak sengaja merusak tempat tinggalnya sehingga dia memiliki dendam dengan Sentinel

-Kael the Invoker
Usia : 41 tahun
Tinggi : 174 cm
Berat : 78 kg
Kemampuan : ?
Pangkat : Jendral
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Rambut Kuning panjang sebahu, iris mata merah membara, selalu mengenakan mantel berwarna putih
Latar Belakang : ?

-Terror Blade the Soul Keeper
Usia : ?
Tinggi : 184 cm
Berat : 101 kg
Kemampuan : ?
Pangkat : Letnan *Karena Suatu Alasan*
Muncul Di : Chapter 1
Keterangan : Rambut hitam panjang sebahu, iris mata hitam legam.
Latar Belakang : ?

-Rikimaru the Stealth Assassin
Usia : ?
Tinggi : 102 cm
Berat : 45 kg
Kemampuan : Invisibility [Menghilang]
Pangkat : Letnan
Muncul Di : Chapter 2
Keterangan : Satyr kecil yang memiliki bulu biru dan mempunyai mata hijau menyala. mempunyai senjata sebuah sabit yang bernama "Hikairu"
Latar Belakang : Seorang mata - mata terkenal di sebuah kerajaan yang kemudian bergabung dengan Sentinel karena Scourge meluluh lantahkan kerajaannya hanya demi beberapa makanan!

bukannya latar belakangnya udah ad di gamenya? shendelzare ama mortred kan sodara tapi 1 sentinel 1 scourge

almaun
04-05-2010, 08:18 PM
Sorry Ini FanFic...

Jadi Storrynya Saya Sendiri Yang Membuat...

Disitulah Keajaiban FanFic...
Kalian Bisa Mengembangkan Kreatifitas Kalian Dengan Character Yang Sudah Ada...

Yah... Walaupun Ada Juga Sih Yang Namanya OC [Out Character] Yang Kita Bikin Sendiri Untuk Mendukung FanFic Tersebut...

Saya Sendiri Udah Mulai Aktif Di www.fanfiction.net Di Fandom Naruto/Bleach/Card Captor Sakura :)

[StK]DriveR
04-05-2010, 08:33 PM
hmmmm.....knapa namanya RIZA????
Shendelzare kali~~~ ~_~

almaun
04-05-2010, 08:35 PM
@^
Saia Sudah Tau Namanya Shandelzare Silkwood..!!
Tapi Ada Yang Terasa Janggal Kalok Gw Bikin Kalimat :

"Aku menatap wajah Shandelzare yang ..."

Bandingkan Dengan :

"Aku menatap wajah Riza yang ..."

Okeh..??~~

Eh BTW : Om STK Driver Lama Gak Nongol Kemana Aja Nih..?? [Apa Gw Yang Gak Pernah Nongol Ya?]

Anak Aneh
04-05-2010, 08:47 PM
DriveR;687308']hmmmm.....knapa namanya RIZA????
Shendelzare kali~~~ ~_~

perasaan udah ditulis namanya diganti biar ga ribet

Shureet
04-06-2010, 09:33 AM
Member lama pada balik smua :D

x- ravager
04-06-2010, 04:37 PM
critanya bgs

lanjutkan lg
dr dlu
blm prnh ad yg bwt fanfic dota
(to mngkn ak yg gk nemu)

almaun
04-06-2010, 06:04 PM
WEEW!! SORRY GAN!! Ane Ada Acara DotA Lawan SMP Sebelah Gan!!

Sana Nyolot - Nyolot Banget >o<...
Tapi Akhirnya Berjalan Dengan Sukses...

Next Chapter Nih Gan... Chapter 3...

_______________
Disclaimer : DotA Punya Gw *Digebukin IceFrog* Iya – Iya DotA Mahakarya dari IceFrog.

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)

Note : Nama Dari Vengeful Spirit Akan Diganti Menjadi Riza Silkwood, Supaya Tetap Memberikan Kesan Original *Kata Temen Ane*


Chapter 3 : Emperor of Sentinel

---Mortred POV’s---
Aku terus menekan perasaan takutku saat itu. Saat seseorang pria berambut kuning panjang sepinggang itu mendekatiku. Di pinggang kanannya terdapat sebuah pedang, sedangkan di pinggang kirinya ada sebuah buku yang diikat dengan sesuatu-yang-aku-tidak-tahu-apakah-itu. Pria itu semakin mendekat dan duduk didepanku. Aku yang tersandar di pohon pada saat itu tidak bisa berkata apa apa.

Kondisiku saat itu sudah tidak teratur, helmku sudah kuletakkan disamping kananku, ikatan rambutku sudah kulepas sehingga rambutku yang panjang itu tergerai dengan bebas. Aku berusaha untuk tidak membuat ekspresi apapun pada saat itu. Aku melihat matanya, matanya yang berwarna biru cerah secerah lautan itu juga memandangku. Mata biru sapphireku bertemu dengan mata biru lautnya. Kami berpandangan hanya beberapa detik dan aku memalingkan mukaku. ”Bodoh... Dia adalah orang dari Sentinel, jangan sampai kau menyukainya!” Bentakku dalam hati.

Pria itu mencoba merogoh sesuatu dari tas kecil yang dia bawa. Sebuah botol dengan cairan berwarna hijau cerah dia keluarkan dari sana, ”Sebuah obat?” Pikirku saat itu.

”Minumlah,” kata pria itu seraya tersenyum kepadaku.

”A... Apa yang kau lakukan?” Kataku kaget melihat dia menyodorkan ”obat” itu kepadaku.

”Tidak apa – apa, ini bukanlah sebuah racun, ini hanya obat untuk menyembuhkan luka dalam dan menghentikan pendarahan,” katanya dengan suara tenang dan masih tersenyum kepadaku.

”Tapi... Aku adalah musuhmu, aku adalah salah satu letnan Scourge... Dan kau malah menolong musuhmu?” Tanyaku kepadanya, masih tak percaya dengan apa yang dia lakukan.

”Hahaha... Aku hanya menolong seorang wanita yang tak berkutik disini... Apakah kau berharap mati dimakan hewan buas disini?” Katanya sambil menyindirku.

Aku tidak bisa berkata apa – apa lagi, kuterima ”obat” pemberiannya itu, ”Terima kasih,” ucapku lirih berharap dia tak mendengarku.

”Sama – sama,” balasnya, sepertinya dia mendengar perkataanku yang barusan.

Aku meminum ”obat” tersebut, beberapa teguk dan botol tersebut sudah kosong. Aku merasa agak baikan sekarang, tanganku yang tadinya kaku sekarang sudah mudah aku gerakkan. Kakiku yang sudah mati rasa, kembali bisa merasakan sesuatu. ”Kau tahu,” pria itu memecah kebahagianku akan kesembuhan itu. ”Obat itu...” Tambahnya lagi sambil berhenti di kata – kata terakhir.

”Kenapa dengan ini?” Tanyaku dengan wajah yang innocence.

Sesaat setelah aku bertanya kepadanya, tubuhku terasa lemas, pandanganku membuyar, kepalaku menjadi pusing hingga akhirnya semua menjadi gelap...

”Sudah kuberi obat tidur...”

*Location Warp : The Scourge*
---Normal POV’s---
“TIDAK MUNGKIN!” Terdengar suara wanita dari sebuah bangunan di kerajaan Scourge. Didalam sebuah ruangan telah berkumpul 4 orang perwira Scourge, yaitu Riza Silkwood, Terror Blade, Anub’barak, dan Kael.

“Percayalah… Itulah yang terjadi!” Kata seseorang dengan suara agak membentak.

”Sudahlah Riza, Terror Blade tak bersalah. Dia berusaha menolong walaupun sudah terlambat. Dia sendiri menyaksikan Backstab Rikimaru menebas punggung Mortred, dan saat dia menghabisi Rikimaru, Mortred sudah tidak bernyawa ditanah.” Kata Kael dengan nada bijak.

”Iya, tenanglah Riza kau tidak perlu terlalu bersedih, kami tau Mortred adalah sahabatmu. Tetapi janganlah terlalu kau pikirkan kejadian itu!”

”Benar kata anub’barak! Lupakan Mortred dan lanjutkan penyerangan kita! Aku akan menyerang sendiri dengan pasukanku. Aku tak perlu bantuan orang lain! Hanya membebaniku!” Kata Terror Blade dengan nada marah.

Tiba – tiba cahaya putih menyergap tubuh Terror Blade, dia terpental cukup jauh dan terbentur dengan dinding. ”Kau menganggap Mortred beban!?” Ucap Riza dengan nada mengerikan. Dia marah. Iris mata hitamnya terlihat seperti sedang menahan air mata. Rambut panjangnya berkibar dihembus angin kencang akibat serangannya barusan.

”Aku tidak akan terlalu lama disini!” Kata Terror Blade seraya berdiri dan meninggalkan ruangan itu.

Riza terduduk dengan posisi berlutut dan kedua telapak tangannya suda menutupi matanya. Derai air mata muncul dari mata hitamnya yang indah. Dia tak kuasa lagi menahan beban yang bergelora didalam hatinya. Hatinya sakit... Sangat sakit... mengingat sahabat baiknya telah meninggalkannya.

*Location Warp : The Sentinel [2 Jam Kemudian]*
---Mortred POV’s---
Aku mulai membuka mataku… Perlahan namun pasti mataku mulai terbuka. Sedikit cahaya mulai terlihat. Aku mengedipkan mataku beberapa kali agar mendapatkan fokus pengelihatan yang tepat.

Setelah aku bisa melihat dengan baik, aku mencoba untuk duduk. Kulihat daerah sekitar, sebuah rak buku di sebelah kananku, pintu di ujung kanan bersebelahan dengan rak, meja bundar kecil ada disebelah kiriku, dengan 3 buah jendela yang ada di dinding kiriku. Aku merasa asing dengan kondisi sekitarku. Aku baru sadar beberapa detik kemudian bahwa aku sudah ada diatas kasur. Helm dan Chakramku ada diatas meja kecil disebelah kiriku. Aku mencoba mengingat – ingat kejadian yang baru saja terjadi pagi tadi... Beberapa detik aku mencoba mengingat dan aku mendengar suara pintu terbuka.

”Oh... Kau sudah sadar!” Seorang wanita terlihat begitu terkejut saat melihatku duduk disini.

Aku lihat dirinya beberapa saat, dia memiliki rambut pirang yang panjangnya sepunggung, matanya biru lembut selembut air mengalir. ”Hai namaku Rylai, senang bertemu denganmu.” Katanya mengganggu ”penelitianku” padanya. ”Lord Arthas kemari sambil menggendongmu kesini, dia bilang kau butuh perawatan!” Kata Rylai dengan ceria dan membuat sebuah senyuman manis diwajahnya.

”Arthas!? Bukankah Arthas adalah raja di Sentinel, Arthas saudara dari Jendral Abaddon, seorang pemain pedang hebat dengan pedang berapa Flaremourne?” Mata sapphireku membulat tak percaya. Aku cukup shock saat mendengar bahwa Arthas-lah yang menolongku. ”Umm... Apakah Lord Arthas ini adalah raja di Sentinel? Apakah dia yang menolongku?” Tanyaku kepada Rylai sambil memberanikan diriku.

”Yup... Itu benar sekali!” Jawabnya masih dengan riang gembira dan tetap tersenyum kepadaku.

”Oh iya... Beliau akan detang beberapa saat lagi untuk menemuimu!” Tambah Rylai.

Aku hanya bisa terdiam seribu –tidak- sejuta bahasa! Aku masih tidak percaya jika seseorang yang menolongku adalah Raja Sentinel! Bukan seorang perwira biasa, melainkan orang yang memberikan perintah terhadap sang perwira!

*Kreeeet* Pintu terbuka dan aku melihat seseorang masuk. Dialah penyelamatku, dialah orang yang menyembuhkan lukaku, dialah... Lord Arthas the Emperor of Sentinel.

”Selamat pagi!” Katanya sambil memberikan senyuman, senyuman yang sangat manis. Senyuman yang membuatku merasakan ada sedikit rona merah di pipiku...


-End of Chapter 3-

Sekali Lagi...
Gomen Nasai~~
Read + Review :D

<--Chapter II-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=687014&postcount=16)
--Chapter IV--> (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688928&postcount=45)

Shureet
04-06-2010, 06:10 PM
Ew, nice story gan
Lanjutkan :D

[StK]DriveR
04-06-2010, 06:20 PM
un kalo gw boleh saran....
ABADON DAN ARTHAS ITU SATU ORANG.....~_~.....ARTHAS WAKTU ITU PENGEN JADI YANG TERKUAT DENGAN PEDANG FROSTMOURNE BKN FLASHMOURNE.....FROSTMOURNE ITU DAH DI KUTUK JADI DIA JADI JAHAT!!!
YANG MENCIPTAKAN FROSTMOURNE ITU KALO GK SALAH LICH KING

almaun
04-06-2010, 06:23 PM
Oke...
Di FanFic Ini Akan Diceritakan Bahwa Arthas Adalah Adik Dari Abaddon...
Orang Tua Mereka [Ayah Mereka Lebih Tepatnya] Memberikan Masing - Masing 1 Buah Pedang Pada Anaknya...

Arthas Bawa : Flaremourne
Abaddon Bawa : Frostmourne

Apa Salahnya Sih Bikin FanFic >w<

Oh Iya BTW...
Ada Yang Mau Kasih Nama Buat Ayahnya Arthas Dan Abaddon + Ayah Dari Mortred..??

Mereka Berdua Akan Muncul Di Next Chapter...

Kirim Via PM, ID Yang Beruntung Dapat GRP Dari Saya :D

FROST
04-06-2010, 06:47 PM
wah . . .
udh ada kisah cuinta nya
makin terlena baca fanfic ini
wkwkwk

Shureet
04-06-2010, 07:31 PM
Fanfic ntu sah-sah aja gan, asal jangan melenceng terlalu jauh :D

almaun
04-06-2010, 07:36 PM
Fanfic ntu sah-sah aja gan, asal jangan melenceng terlalu jauh :D

Yups...
Itu Lah FanFic...

Asal Yang Namanya "OC" [Out Character] Tidak Terlalu Banyak Dan Sifat Para Chara Yang Udah Ada Tidak Terlalu OOC [Out Of Character] Alias Nyeleweng, Itu Diperbolehkan Kok...

Contoh OOC :
-Hinata Hyuuga Jadi Orang Yang Ribut Sejenis Ama Naruto~~
-Naruto Uzumaki Jadi Anteng, Kalem, Sok Cool Sejenis Ama Sasuke~~

kairey
04-07-2010, 05:48 AM
Hmmm sudah lbi bgus drpd crita kita dulu.Brjuanglah.

Ingat,disarankan untuk tidak membuat soundtrack effeck di dialog.Lbi baik dideskripsikan.

HEHEHEHEHE.

almaun
04-07-2010, 05:59 AM
Wah Kairey Balik~~
Thanks Gan Sarannya..!!

Hahaha..~~

Ini Pertama Kali Dapet Ide Gara - Gara CW Sama Anak SMP Sebelah..~~

rfkrsyd
04-07-2010, 04:38 PM
DriveR;688065']un kalo gw boleh saran....
ABADON DAN ARTHAS ITU SATU ORANG.....~_~.....ARTHAS WAKTU ITU PENGEN JADI YANG TERKUAT DENGAN PEDANG FROSTMOURNE BKN FLASHMOURNE.....FROSTMOURNE ITU DAH DI KUTUK JADI DIA JADI JAHAT!!!
YANG MENCIPTAKAN FROSTMOURNE ITU KALO GK SALAH LICH KING

bknnya frostmourne itu pedang ajaib dr daerah gunung salju gtu, trus arthas dijebak disono trus dirasukin sm Lich King? (sotoy+oot mode: on)

btw. LANJUUT PLIS, males baca kepotong2 (cm bisa protes mode: on :D)

romawi_soldiers
04-07-2010, 04:40 PM
Hm.. gw lum baca nih :P
lagian gw gk maen DotA XD
Keep Your Working Gan, gw nyimak2 dikit bagus nih XD

almaun
04-07-2010, 04:48 PM
ARRGGGHHHHH..!!
Datanya Ilang..!!

Kudu Bikin Baru Deh...
Mungkin Update Baru Bisa 1 Jem Lagi...

rfkrsyd
04-07-2010, 04:55 PM
ARRGGGHHHHH..!!
Datanya Ilang..!!

Kudu Bikin Baru Deh...
Mungkin Update Baru Bisa 1 Jem Lagi...

sabar gan :')
data komp boleh ilang, data di otak jgn ampe dah >.<

almaun
04-07-2010, 06:20 PM
Huaaa~~ Parah Nih...
Oh Iya BTW, Selamat Buat Agan FROST Dan [StK]DriveR...
Usulan Anda Ane Pakai Di FanFic Ane...

Ditunggu Cendolnya :D

LANGSUNG TO THE STORRY GAN!!

WARNING : ADA ADEGAN KISS! YANG GAK MAU MUNTAH NGELIHAT GIMANA ALMAUN BIKIN ADEGAN KISS GAK USAH BACA!
_________________________
Disclaimer : DotA Punya Gw *Digebukin IceFrog* Iya – Iya DotA Mahakarya dari IceFrog.

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Romance)


Chapter 4 : Story of the Past #1

---Mortred POV’s---
Arthas melangkahkan kakinya mendekatiku yang sedang terduduk di kasur yang-entah-milik-siapa-ini. Dia mendekatiku dan duduk dikursi sebelah kanan kasurku. Senyumnya hilang dan wajahnya menjadi datar. Dia memandang wajahku dengan seksama. Aku menjadi salah tingkah, “Uuuuuh... Apa yang dia lakukan?” Batinku sudah agak kacau.

”Kau tau...” Dia berkata dengan lirih, aku hanya bisa memandangnya sekarang. ”Matamu... Mata biru sapphiremu... Itu mengingatkanku pada seseorang.” Lanjutnya masih dengan suara lirih.

”Eh? A... Apa maksudmu?” Tanyaku dengan sedikit gugup.

”Kau pasti anaknya... Anak dari Lord Nova, orang yang membentuk kerajaan Scourge!” Jawabnya dengan suara yang tegas.

Aku terkejut... Sangat terkejut... ”Ke... Kenapa dia bisa mengetahuinya? Bahkan para perwira di Scourge tidak mengerahuinya... Tetapi dia bisa mengetahuinya hanya dari melihat mataku?” Pikirku kelabakan. Belum ada orang yang mengetahuinya, bahwa aku adalah putri dari Lord Nova pendiri kerajaan Scourge. Ayahku memang mendirikan, tapi dia tidak menjadi raja. Lord Lich lah yang berkuasa dan sekarang membeku di Frozen Throne.

”Ehhhh... Itu... Anu...” Kataku sangat terkejut dengan ucapannya.

”Jadi memang benar... Kau putri dari Lord Nova... Orang yang telah membunuh ayahku...”

Mataku membulat dengan utuh. Aku sangat terkejut. ”Ayahku? Membunuh Lord Arthur, raja Pertama Sentinel? Aku memang pernah mendengar pemimpin Sentinel terbunuh, tapi aku tidak tahu siapa yang membunuhnya” Pikirku dalam hati, shock... Sangat shock...

”...”

”Kau ingin tahu ceritanya dengan lebih jelas?” Tawar Arthas kepadaku.

Aku tidak bisa berkata apa – apa dan hanya mengangguk, satu anggukan dan membuatnya mulai bercerita.

“20 tahun yang lalu, ada 3 orang kesatria yang sangat amat tangguh dan telah diakui dunia… Kau tahu… 3 Orang itu adalah, ayahku Arthur, ayahmu Nova, dan seorang penyihir wanita bernama Lina Inverse…”

*Flash Back : 15 Tahun yang Lalu [Arthas Story]*
---Normal POV’s---
Seorang pria berambut hitam panjang sepunggung memainkan sebuah cincin di tangannya. Cincin putih dengan batu permata Sapphire yang sangat indah ada pada cincin tersebut. Dia telah bersiap melamar seorang wanita, wanita yang telah menarik hatinya, wanita yang telah memerangkapnya dalam kurungan yang disebut dengan ”Cinta”. Saat terdengar suara semak – semak yang bergerak, dia bergegas memasukkan cincin itu kedalam sebuah kotak kecil ungu dan menyimpannya rapat – rapat.

Seorang pria berambut pirang sebahu datang dan menghampirinya. Dia terlihat agak bingung melihat sahabatnya terlihat terburu – buru menyimpan sesuatu. Tapi semua rasa bingung itu dibuangnya jauh – jauh dan akan menyampaikan suatu kabar gembira yang telah menghampirinya. Kabar gembira yang akan menimbulkan pertempuran selama lebih dari 10 tahun...

”Hoi Nova!” Kata pria berambut pirang itu kepada sahabatnya yang berambut gelap.

”Ya! Ada apa Arthur?” Jawab Nova.

”Kau tahu! Aku kesini ingin menyampaikan berita bahagia!” Ujar Arthur bersemangat.

”Kabar bahagia?” Tanya Nova dengan wajah bingung.

”Kau tahu pedang legendaris Flaremourne dan Frostmourne! Kau mempunyai Frostmourne dan aku membawa Flaremourne. Kudengar kedua pedang ini akan mencapai kekuatan maksimalnya malam hari ini jika kita bisa pergi ke Sungai Asenvalle!” Kata Arthur penuh semangat.

”Aku tidak terlalu tertarik dengan kekuatan...” Jawab Nova dengan singkat.

”Aku tau kau akan bicara begitu... Tetapi aku memiliki kabar bahagia lainnya! Kau tahu...” Arthur memberi jeda untuk bernapas, pada saat jeda itulah, tampak semburat merah pada kedua pipinya. ”Aku melamar Lina dan dia menerimaku...” Lanjutnya dengan malu – malu.

Nova tampak terkejut. Mata biru sapphirenya telah membulat dengan sempurna. Dia tidak bisa berkata apapun. Keheningan menghampiri mereka untuk beberapa saat.

”Hei... kau tidak terkejut?” Tanya Arthur.

”Tidak... Bahkan sebaliknya... Aku sangat terkejut mendengarnya...” Jawab Nova lirih, bahkan mungkin Arthur tidak bisa mendengar jawabannya tersebut.

Seorang wanita berambut coklat mendatangi mereka berdua. Seorang wanita dengan pakaian berwarna merah darah yang sangat indah. Matanya yang biru bersinar menampakkan aura keceriaan padanya. Dirinya yang cantik ditambah dengan pakaian yang sangat indah, menciptakan suatu pemandangan yang sangat indah untuk disaksikan.

”Hai Nova... Hai Arthur...” Sapanya pada kedua orang sahabatnya itu.

”Hai Lina!” Jawab Arthur.

Nova masih terdiam, tambatan hatinya telah dimiliki oleh orang lain. Sahabatnya sendiri. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Yang dia lakukan hanyalah berbalik dan berkata, ”Semoga bahagia kalian berdua!”

Arthur dan Lina tampak bingung melihat sahabatnya pergi meninggalkan mereka. Semenjak peristiwa itu Nova tak pernah terlihat kembali. Setahun kemudian Arthur dan Lina menikah –Tanpa dihadiri Nova-. Arthur dan Lina sangat khawatir dengan keadaan Nova. Tetapi lambat laun pikiran mereka berdua beralih dari Nova menuju kedua anak laki – laki mereka yang lahir dengan selamat 2 tahun setelah pernikahan mereka. Lina yang merupakan putri dari sebuah kerajaan besar, dinobatkan menjadi Ratu dengan Arthur sebagai raja. Lord Arthur, dan Lady Lina.

*Time Warp : 1 hari setelah Nova meninggalkan sahabatnya*
---Nova POV’s---
Aku berjalan menyusuri hutan Asenvalle utara dengan membawa Frostmourne di pinggang kiriku. Sudah sehari semenjak aku meninggalkan kedua sahabatku untuk menjalin hidup yang bahagia. Hatiku telah hancur sehingga aku tak sanggup menemui keduanya...

Aku melangkah dan terus melangkah...
Hingga akhirnya aku melihat sesuatu, bukan, sesorang... Seorang wanita yang menggunakan kerudung berwarna hijau dengan panah ditangannya. Dia terlihat sedang membidik seekor Rusa yang sedang berlarian di padang rumput. Panahnya dilepaskan dan melesat dengan cepat menembus jantung rusa tersebut.

Wanita itu mengangkat tangan kanannya dan 3 orang datang mengambil buruan wanita itu. Wanita itu membalikkan kudanya, sepertinya dia melihatku. Dia mendekatiku dan membuka kerudungnya. Rambutnya pirang dengan panjang sepunggung, matanya yang sebiru lautan terlihat sangat menawan. Dia tersenyum kepadaku.

Aku hanya bisa membalas senyumannya. ”Selamat sore... Aku Putri Alleria, siapa namamu?” tanyanya dengan tersenyum. Sangat manis.

”Oh Iya... Namaku Nova.” Jawabku singkat.

Dia hanya tertawa kecil, ”Dilihat dari kondisi tubuhmu, kau pasti sangat kelelahan, kau bisa tinggal di istanaku jika kau mau!” Tawarnya dengan masih memasang senyuman di wajah indahnya.

”Eh... Itu hanya akan merepotkanmu...” Jawabku.

”Tidak... Tentu saja tidak...” Balasnya dan segera menggandeng tanganku, dan membawaku pergi entah kemana...

Hari demi hari berlalu di istana milik Alleria, dia tinggal bersama ayahnya yang menjadi raja di kerajaan ini. Makin lama aku mengenal Alleria, aku menjadi menyukainya. Hingga pada suatu malam, aku menemuinya di balkon istana. Dia menggunakan gaun cantik yang berwarna biru muda. Rambu pirangnya tergerai dengan begitu indahnya dibalik badannya. Mata biru-nya memandang jauh keatas langit.

Aku mendekatinya. Dari belakang kupeluk tubuh indahnya. Dia nampak agak kaget, namun begitu mengetahui bahwa aku yang melakukannya, dia tidak bertindak lebih jauh. ”Kau tahu Nova... Langit malan ini begitu indah...” Katanya kepadaku. Aku melepaskan pelukanku dan berdiri di sisi kanannya. ”Ya... Tapi tidak seindah wanita yang ada disebelahku sekarang ini...”

Alleria tertawa kecil. Aku menggenggam tangannya dan memandang wajahnya yang sangat cantik. Tampak rona merah bersarang di kedua pipinya, aku mulai berlutut dengan satu kaki dan mengeluarkan sebuah kotak ungu. Kotak ungu berisikan cincin yang dulunya akan kuberikan untuk seorang wanita. Kotak ungu yang kusimpan selama beberapa minggu ini tanpa disentuh. Kubuka kotak itu dan terlihatlah cincin putih berpermatakan Sapphire yang indah. ”Kau tahu Alleria, kecantikanmu yang menandingi kecantikan dari sang rembulan, telah membuat diriku terkurung didalam sebuah penjara... Penjara yang sangat indah bernamakan ”Cinta”, Alleria... Maukah kau menikahiku?” Aku melamarnya.

Wajah kaget tampak pada wajah cantiknya, tetapi beberapa saat kemudian, wajahnya itu kembali dihiasi oleh senyuman. Senyuman yang sangat manis. ”Ya... Aku bersedia...” Aku berdiri dan memaikaikan cincin tersebut pada jari manisnya, kemudian aku memandang wajahnya. Beberapa saat kemudian wajah kami berdekatan. Kami berciuman. Kurasakan rasa hangat dari bibirnya. Cukup lama kami berciuman dan akhirnya kulepaskan bibirnya. Bibirnya kembali membentuk sebuah senyuman. Senyuman Kebahagiaan.


-End of Chapter IV-


Ehhhm... Ada Adegan Kissnya Nih Gan >o< Makannya Ratingnya Ane Bikin Teens!
Oh Iya, Cerita Masa Lalu Ini Bakal Dibagi Menjadi 2 Chapter, So Tunggu Next Chapternya Ya..!!

<--Chapter III-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688038&postcount=32)
--Chapter V--> (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=689729&postcount=53)

rfkrsyd
04-07-2010, 06:58 PM
bagus ceritanya dah, cek kulkas aja ya :p

almaun
04-07-2010, 07:00 PM
Manteb Deh Jadi 266 Biji Cendol Ane...

Shureet
04-07-2010, 07:05 PM
Ga nyangka adegan romantis na bagus juga :p
Anak dibawah 13 tahun jangan baca :p

almaun
04-07-2010, 07:07 PM
Udah Ane Kasih Warning Masih Nekat Tanggung Ndiri Akibatnya~~

FROST
04-07-2010, 07:32 PM
Udah Ane Kasih Warning Masih Nekat Tanggung Ndiri Akibatnya~~

makin penasaran
wkwkwk
lanjutgan

[StK]DriveR
04-07-2010, 08:10 PM
thx udah make nama yg gw saranin....
LORD ARTHUR!!!

x- ravager
04-08-2010, 05:45 PM
top dhe
bgs bngt
lanjutkan gan!

almaun
04-08-2010, 05:59 PM
SORRY BANGET TELAT UPDATE!!
Ane Ada Acara Ngurusin Pensi Gan...

Oh Iya, Kayaknya Besok Ane Gak Bisa Lanjutin Deh...
Mau Ke Acara 100 Harinya Pak Harto :)
Tapi Kalo Bisa Dilanjutin Ya Sukur Deh :D

Oke To The Storry! ENJOY!
_______________________
Disclaimer : DotA Punya Gw *Digebukin IceFrog* Iya – Iya DotA Mahakarya dari IceFrog.

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah & Romance)

WARNING : Kembali Ada Beberapa Adegan Kiss Disini... Oke Udah Gw Warning Lho!!


Chapter 5 : Story of the Past #2

*Time Warp : 5 Tahun Kemudian*
---Nova POV’s---
Lima tahun telah berlalu sejak aku menikahi Alleria 2 minggu setelah melamarnya. Kami dikaruniai seorang putri, seorang putri yang sangat cantik, secantik ibunya. Setelah pesta pernikahanku dan Alleria, aku diangkat menjadi Raja di tanah Scourge, dan memberikan nama baru untuk kerajaanku. Dinasti Scourge [Yang kemudian lebih dikenal dengan ”Scourge” saja].

Aku berjalan di halaman belakang istanaku, kulihat istriku sedang menggandeng putri pertamaku di dekat kolam ikan. Tampak wajah bahagia berseri – seri di kedua wajah mereka. Aku tersenyum senang dan menghampiri mereka.

”Selamat sore kalian berdua!” Sapaku kepada 2 orang yang sangat kusayangi ini.

”Ayah!” Sahut Mortred kecil dengan riangnya.

”Oh... Ada apa kau kemari sayang?” Tanya Alleria dengan logat ke-ibuannya.

”Hanya ingin menemui 2 orang yang sangat kucintai.” Jawabku seraya memasang senyuman diwajah lelahku.

”Ayah! Apakah kita bisa bermain sekarang?” Pinta Mortred dengan wajah memelasnya.

Aku tidak bisa berkata apa – apa melihat wajahnya yang manis itu, semanis wajah ibunya. ”Te,,,” Aku akan menjawabnya tetapi perkataanku terpotong oleh perkataan istriku, ”Tidak bisa Mortred kecilku... Ayah sedang kelelahan...” Ucapnya sambil tersenyum kepada Mortred. Mortred menggembungkan pipinya dan pergi bermain ayunan.

”Hei... Aku sangat ingin menemaninya bermain!” Ucapku kepada istriku.

”Iya... Aku tahu itu... Tapi kau selalu menemaninya sehingga kau tak pernah menemaniku...” Ucap Alleria dengan wajah memerah.

Kucium bibirnya saat itu juga. Beberapa saat berselang dan aku melepaskan bibirnya. ”Lalu apa yang ingin kau lakukan sayangku?” Tanyaku kepadanya.

”Hanya ingin bermain denganmu dan anakmu...” Jawabnya dengan nada bahagia. ”Sebuah ciuman sudah cukup untukku.” Tambahnya seraya tersenyum dan menghampiri Mortred.

Baru akan kususul dia, Jendral Lich datang menghadapku. Aku cukup bingung karena dia terbiasa memberikan utusan, tetapi sekarang dia menemuiku sendiri. ”Pasti ada hal penting!” Batinku dalam hati.

”Lapor Lord Nova! Prajurit dari kerajaan Sentinel, melewati batas perbatasan yang telah disetujui, sepertinya mereka menginginkan sebuah perang!” Katanya dengan suara tegas.

Aku terkejut mendengarnya. ”Sentinel? Itu tempat Arthur dan Lina!” Batinku. ”Segera hubungi mereka! Tanyakan apa mau mereka sehingga berani melanggar batas wilayah!” Jawabku sambil mencoba menenangkan diriku.

”SIAP!” Jawab Lich dengan tegas, dan dengan sigap segera pergi meninggalkanku.

Aku mendatangi Alleria yang sedang mendorong ayunan yang dinaiki Mortred. Ekspresi cemas yang tampak pada wajahku sepertinya sudah bisa ditebak oleh istriku. ”Pergilah...” Katanya singkat.

Aku hanya bisa mengangguk dan pergi meninggalkan mereka. Beberapa langkah aku berjalan, aku berbalik dan berkata, ”Jagalah diri kalian, sebisa mungkin sebelum malam hari kalian sudah masuk kedalam istana...”

Alleria hanya mengangguk, dan Mortred masih bersenang – senang di ayunannya.

Aku segera pergi meninggalkan mereka menuju post pertahanan untuk mengetahui lebih jelasnya apa yang terjadi.

Beberapa langkah lagi sebelum tiba di Post Pertahanan, tampak Ghoul yang sedang gelisah berlari menujuku.

”Lapor Lord Nova! Barisan pertahanan depan diobrak – abrik oleh Sentinel!” Ucapnya dengan napas terengah – engah.

”Apakah yang lain sudah tahu hal ini?” Tanyaku.

”Sudah yang mulia... Saya mendapatkan perintah untuk menyampaikan ini kepada anda, karena Jendral Lich dan beberapa Letnan sedang maju berperang!” Jawab Ghoul itu.

”Baiklah kalau begitu, segera kembali ke Post Pertahanan...” Jawabku singkat dan segera berlari menuju Post Pertahanan.

Aku berlari menuju Post Pertahanan dengan membawa Frostmourne di pinggang kiriku dan Chakram di punggungku. Berjaga – jaga jika aku harus maju berperang.

Tiba di Post Pertahanan, suana gaduh mulai terlihat. Para Ghoul sedang berbaris untuk maju ke medan perang, mata – mata melaporkan kejadian – kejadian yang terjadi di beberapa titik penting, beberapa Ghoul Senior yang sedang menginformasikan hal – hal penting tampak kewalahan. Aku berjalan menyusuri sebuah lorong untuk menuju post utama.

Di dalam post utama terlihat Jendral Lich dengan tubuh yang penuh dengan darah (merah dan hijau *Author Note : Darah Elf*. Dirinya sedang beristirahat, sepertinya dia selesai berperang.

”Apa yang terjadi Lich!” Tanyaku...

”Lord Nova! Aku menahan serangan di daerah Selatan, sepertinya sudah tidak ada prajurit lawan lagi disana.” Jawabnya seraya berdiri dan memberi hormat.

”Kalau begitu aku akan ke utara...” Kataku dengan segera dan meninggalkan ruangan itu.

Aku tidak berpikir panjang saat itu, yang kuinginkan hanyalah sebuah kepastian. Apakah Arthur melakukan penyerangan ini? Dia tidak mungkin melakukan sebuah penyerangan tanpa sebab seperti ini!

Baru beberapa langkah keluar dari Post Pertahanan aku melihat istriku sedang berlari menuju arahku. Dia mengenakan jubah hijau kesayangannya untuk berburu. Panahnya diikatkan di punggungnya, mata birunya menatap ke arahku dengan tatapan hangat.

Aku menghampirinya, ”Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku.

”Menemani suamiku berperang!” Jawabnya singkat dan berjalan di depanku.

Aku tak bisa berkata apa – apa, sebenarnya aku takut sesuatu terjadi pada dirinya. Jika sesuatu benar benar terjadi, aku tidak akan mengampuni diriku. Alleria merubah langkahnya dari berjalan menjadi berlari, terpaksa akupun mengikutinya dengan berlari.

”Alleria! Sayang! Tunggu dulu!” Aku memanggilnya sesaat sebelum dia melangkahkan kakinya melewati gerbang utara.

Aku berlari mendekatinya dan menciumnya. Ciuman yang cukup lama kali ini. ”Kau tahu sayang... Sebenarnya aku takut mengajakmu berperang kali ini... Tapi aku tidak memiliki pilihan lain...” Ucapku sesaat setelah melepaskan ciumanku.

”Aku mendapatkan firasat jelek saat kau meninggalkanku dan Mortred tadi... Aku tidak mau sesuatu terjadi padamu...” Kata Alleria dengan suara yang lirih.

Aku hanya memeluknya dan berkata, ”Kita akan kembali! Berjanjilah!”

”Ya... Aku berjanji padamu, kita akan kembali bersama!”

Kami berdua berlari keluar dari Gerbang Utara menuju lokasi pertempuran.

*Time Warp : Beberapa Menit Kemudian*
Frostmourne sudah ditangan kiriku. Chakram kesayanganku sudah ditangan kananku dengan darah berlumuran disana. Cipratan darah banyak menghiasi wajahku dan baju perangku. Tampak istriku memanah banyak Treant dari barisan belakang.

Beberapa saat kemudian terlihatlah wajah 2 orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Arthur dan Lina...

Alleria sudah berdiri disampingku saat itu. ”Arthur... Lina...” Ucapku lirih. Istriku tampak bingung dengan apa yang kukatakan.

”Ehhh... Siapa mereka berdua Nova?” Tanyanya kebingungan.

”Temanku... Teman lamaku...” Jawabku singkat.

Arthur dan Lina berjalan mendatangi kami berdua. Ditangan kanan Arthur sudah tergenggam pedangnya Flaremourne. Kedua tangan Lina tampak sedikit merah menandakan dia baru saja mengeluarkan magic – magic api andalannya.

Arthur sudah berdiri dihadapanku sekarang, ”Aku benar – benar tidak percaya! Kau Nova!” Katanya singkat. ”Saat kutahu kau ada disini... Aku hanya menginginkan 1 hal darimu... Berikan Frostmourne kepadaku!”

Aku tampak terkejut mendengar perkataannya. Arthur sahabat baikku meminta pedangku. Pedang yang sudah kudapatkan dengan susah payah bersamanya, pedang yang telah menjadi bukti persahabatan kami berdua.

”UNTUK APA KAU MENGINGINKANNYA!” Kataku sedikit membentak.

”Tentu saja untuk meraih kekuatan maksimalnya! Malam ini Flaremourne dan Frostmourne akan mengeluarkan kekuatan maksimalnya jika mereka disatukan! Berikan Frostmourne padaku dan semua selesai dengan damai!” Jawabnya.

Aku masih tak percaya dengan perkataannya dan menoleh ke istriku. Wajah cantiknya menatapku dalam – dalam mencoba mengetahui isi hatiku. Akupun memasukkan Frostmourne di sarung pedangnya, kulepaskan ikatannya di pinggangku dan memberikannya pada Arthur. Alleria tampak terkejut dengan keputusan yang kubuat.

Baru beberapa detik aku berikan pedangku padanya, dia menusukku dengan Flaremourne. Tusukannya terasa perih... Sangat perih... Saat itu pula tubuhku terasa terbakar dan kemudian semuanya menjadi gelap... Kata terakhir yang kudengar adalah, ”NOVAAAAAAAAAAAAA!”


-End of Chapter 5-

Wah ternyata selesai di chapter ke-6 nih Flash Back...

Maaf memberikan info yang salah waktu itu...

READ AND REVIEW :D

<--Chapter IV-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688928&postcount=45)

FROST
04-08-2010, 06:32 PM
SORRY BANGET TELAT UPDATE!!
Ane Ada Acara Ngurusin Pensi Gan...

Oh Iya, Kayaknya Besok Ane Gak Bisa Lanjutin Deh...
Mau Ke Acara 100 Harinya Pak Harto :)
Tapi Kalo Bisa Dilanjutin Ya Sukur Deh :D

Oke To The Storry! ENJOY!
_______________________
Disclaimer : DotA Punya Gw *Digebukin IceFrog* Iya – Iya DotA Mahakarya dari IceFrog.

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah & Romance)

WARNING : Kembali Ada Beberapa Adegan Kiss Disini... Oke Udah Gw Warning Lho!!


Chapter 5 : Story of the Past #2

*Time Warp : 5 Tahun Kemudian*
---Nova POV’s---
Lima tahun telah berlalu sejak aku menikahi Alleria 2 minggu setelah melamarnya. Kami dikaruniai seorang putri, seorang putri yang sangat cantik, secantik ibunya. Setelah pesta pernikahanku dan Alleria, aku diangkat menjadi Raja di tanah Scourge, dan memberikan nama baru untuk kerajaanku. Dinasti Scourge [Yang kemudian lebih dikenal dengan ”Scourge” saja].

Aku berjalan di halaman belakang istanaku, kulihat istriku sedang menggandeng putri pertamaku di dekat kolam ikan. Tampak wajah bahagia berseri – seri di kedua wajah mereka. Aku tersenyum senang dan menghampiri mereka.

”Selamat sore kalian berdua!” Sapaku kepada 2 orang yang sangat kusayangi ini.

”Ayah!” Sahut Mortred kecil dengan riangnya.

”Oh... Ada apa kau kemari sayang?” Tanya Alleria dengan logat ke-ibuannya.

”Hanya ingin menemui 2 orang yang sangat kucintai.” Jawabku seraya memasang senyuman diwajah lelahku.

”Ayah! Apakah kita bisa bermain sekarang?” Pinta Mortred dengan wajah memelasnya.

Aku tidak bisa berkata apa – apa melihat wajahnya yang manis itu, semanis wajah ibunya. ”Te,,,” Aku akan menjawabnya tetapi perkataanku terpotong oleh perkataan istriku, ”Tidak bisa Mortred kecilku... Ayah sedang kelelahan...” Ucapnya sambil tersenyum kepada Mortred. Mortred menggembungkan pipinya dan pergi bermain ayunan.

”Hei... Aku sangat ingin menemaninya bermain!” Ucapku kepada istriku.

”Iya... Aku tahu itu... Tapi kau selalu menemaninya sehingga kau tak pernah menemaniku...” Ucap Alleria dengan wajah memerah.

Kucium bibirnya saat itu juga. Beberapa saat berselang dan aku melepaskan bibirnya. ”Lalu apa yang ingin kau lakukan sayangku?” Tanyaku kepadanya.

”Hanya ingin bermain denganmu dan anakmu...” Jawabnya dengan nada bahagia. ”Sebuah ciuman sudah cukup untukku.” Tambahnya seraya tersenyum dan menghampiri Mortred.

Baru akan kususul dia, Jendral Lich datang menghadapku. Aku cukup bingung karena dia terbiasa memberikan utusan, tetapi sekarang dia menemuiku sendiri. ”Pasti ada hal penting!” Batinku dalam hati.

”Lapor Lord Nova! Prajurit dari kerajaan Sentinel, melewati batas perbatasan yang telah disetujui, sepertinya mereka menginginkan sebuah perang!” Katanya dengan suara tegas.

Aku terkejut mendengarnya. ”Sentinel? Itu tempat Arthur dan Lina!” Batinku. ”Segera hubungi mereka! Tanyakan apa mau mereka sehingga berani melanggar batas wilayah!” Jawabku sambil mencoba menenangkan diriku.

”SIAP!” Jawab Lich dengan tegas, dan dengan sigap segera pergi meninggalkanku.

Aku mendatangi Alleria yang sedang mendorong ayunan yang dinaiki Mortred. Ekspresi cemas yang tampak pada wajahku sepertinya sudah bisa ditebak oleh istriku. ”Pergilah...” Katanya singkat.

Aku hanya bisa mengangguk dan pergi meninggalkan mereka. Beberapa langkah aku berjalan, aku berbalik dan berkata, ”Jagalah diri kalian, sebisa mungkin sebelum malam hari kalian sudah masuk kedalam istana...”

Alleria hanya mengangguk, dan Mortred masih bersenang – senang di ayunannya.

Aku segera pergi meninggalkan mereka menuju post pertahanan untuk mengetahui lebih jelasnya apa yang terjadi.

Beberapa langkah lagi sebelum tiba di Post Pertahanan, tampak Ghoul yang sedang gelisah berlari menujuku.

”Lapor Lord Nova! Barisan pertahanan depan diobrak – abrik oleh Sentinel!” Ucapnya dengan napas terengah – engah.

”Apakah yang lain sudah tahu hal ini?” Tanyaku.

”Sudah yang mulia... Saya mendapatkan perintah untuk menyampaikan ini kepada anda, karena Jendral Lich dan beberapa Letnan sedang maju berperang!” Jawab Ghoul itu.

”Baiklah kalau begitu, segera kembali ke Post Pertahanan...” Jawabku singkat dan segera berlari menuju Post Pertahanan.

Aku berlari menuju Post Pertahanan dengan membawa Frostmourne di pinggang kiriku dan Chakram di punggungku. Berjaga – jaga jika aku harus maju berperang.

Tiba di Post Pertahanan, suana gaduh mulai terlihat. Para Ghoul sedang berbaris untuk maju ke medan perang, mata – mata melaporkan kejadian – kejadian yang terjadi di beberapa titik penting, beberapa Ghoul Senior yang sedang menginformasikan hal – hal penting tampak kewalahan. Aku berjalan menyusuri sebuah lorong untuk menuju post utama.

Di dalam post utama terlihat Jendral Lich dengan tubuh yang penuh dengan darah (merah dan hijau *Author Note : Darah Elf*. Dirinya sedang beristirahat, sepertinya dia selesai berperang.

”Apa yang terjadi Lich!” Tanyaku...

”Lord Nova! Aku menahan serangan di daerah Selatan, sepertinya sudah tidak ada prajurit lawan lagi disana.” Jawabnya seraya berdiri dan memberi hormat.

”Kalau begitu aku akan ke utara...” Kataku dengan segera dan meninggalkan ruangan itu.

Aku tidak berpikir panjang saat itu, yang kuinginkan hanyalah sebuah kepastian. Apakah Arthur melakukan penyerangan ini? Dia tidak mungkin melakukan sebuah penyerangan tanpa sebab seperti ini!

Baru beberapa langkah keluar dari Post Pertahanan aku melihat istriku sedang berlari menuju arahku. Dia mengenakan jubah hijau kesayangannya untuk berburu. Panahnya diikatkan di punggungnya, mata birunya menatap ke arahku dengan tatapan hangat.

Aku menghampirinya, ”Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku.

”Menemani suamiku berperang!” Jawabnya singkat dan berjalan di depanku.

Aku tak bisa berkata apa – apa, sebenarnya aku takut sesuatu terjadi pada dirinya. Jika sesuatu benar benar terjadi, aku tidak akan mengampuni diriku. Alleria merubah langkahnya dari berjalan menjadi berlari, terpaksa akupun mengikutinya dengan berlari.

”Alleria! Sayang! Tunggu dulu!” Aku memanggilnya sesaat sebelum dia melangkahkan kakinya melewati gerbang utara.

Aku berlari mendekatinya dan menciumnya. Ciuman yang cukup lama kali ini. ”Kau tahu sayang... Sebenarnya aku takut mengajakmu berperang kali ini... Tapi aku tidak memiliki pilihan lain...” Ucapku sesaat setelah melepaskan ciumanku.

”Aku mendapatkan firasat jelek saat kau meninggalkanku dan Mortred tadi... Aku tidak mau sesuatu terjadi padamu...” Kata Alleria dengan suara yang lirih.

Aku hanya memeluknya dan berkata, ”Kita akan kembali! Berjanjilah!”

”Ya... Aku berjanji padamu, kita akan kembali bersama!”

Kami berdua berlari keluar dari Gerbang Utara menuju lokasi pertempuran.

*Time Warp : Beberapa Menit Kemudian*
Frostmourne sudah ditangan kananku. Chakram kesayanganku sudah ditangan kananku dengan darah berlumuran disana. Cipratan darah banyak menghiasi wajahku dan baju perangku. Tampak istriku memanah banyak Treant dari barisan belakang.

Beberapa saat kemudian terlihatlah wajah 2 orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Arthur dan Lina...

Alleria sudah berdiri disampingku saat itu. ”Arthur... Lina...” Ucapku lirih. Istriku tampak bingung dengan apa yang kukatakan.

”Ehhh... Siapa mereka berdua Nova?” Tanyanya kebingungan.

”Temanku... Teman lamaku...” Jawabku singkat.

Arthur dan Lina berjalan mendatangi kami berdua. Ditangan kanan Arthur sudah tergenggam pedangnya Flaremourne. Kedua tangan Lina tampak sedikit merah menandakan dia baru saja mengeluarkan magic – magic api andalannya.

Arthur sudah berdiri dihadapanku sekarang, ”Aku benar – benar tidak percaya! Kau Nova!” Katanya singkat. ”Saat kutahu kau ada disini... Aku hanya menginginkan 1 hal darimu... Berikan Frostmourne kepadaku!”

Aku tampak terkejut mendengar perkataannya. Arthur sahabat baikku meminta pedangku. Pedang yang sudah kudapatkan dengan susah payah bersamanya, pedang yang telah menjadi bukti persahabatan kami berdua.

”UNTUK APA KAU MENGINGINKANNYA!” Kataku sedikit membentak.

”Tentu saja untuk meraih kekuatan maksimalnya! Malam ini Flaremourne dan Frostmourne akan mengeluarkan kekuatan maksimalnya jika mereka disatukan! Berikan Frostmourne padaku dan semua selesai dengan damai!” Jawabnya.

Aku masih tak percaya dengan perkataannya dan menoleh ke istriku. Wajah cantiknya menatapku dalam – dalam mencoba mengetahui isi hatiku. Akupun memasukkan Frostmourne di sarung pedangnya, kulepaskan ikatannya di pinggangku dan memberikannya pada Arthur. Alleria tampak terkejut dengan keputusan yang kubuat.

Baru beberapa detik aku berikan pedangku padanya, dia menusukku dengan Flaremourne. Tusukannya terasa perih... Sangat perih... Saat itu pula tubuhku terasa terbakar dan kemudian semuanya menjadi gelap... Kata terakhir yang kudengar adalah, ”NOVAAAAAAAAAAAAA!”


-End of Chapter 5-

Wah ternyata selesai di chapter ke-6 nih Flash Back...

Maaf memberikan info yang salah waktu itu...

READ AND REVIEW :D

<--Chapter IV-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688928&postcount=45)


kurang menyentuh
tp cukup membuat merinding sih
hehehehe
lanjutgan
kalo bisa epreksinya di tambah biar makin menyentuh

almaun
04-08-2010, 06:35 PM
Thanks Buat Kritikannya...

Chap Ini Sendiri Ku Buat Dengan Ide Mentok...

Shureet
04-08-2010, 07:14 PM
nice chapter, lanjutkan terus :D

[StK]DriveR
04-08-2010, 07:21 PM
SORRY BANGET TELAT UPDATE!!
Ane Ada Acara Ngurusin Pensi Gan...

Oh Iya, Kayaknya Besok Ane Gak Bisa Lanjutin Deh...
Mau Ke Acara 100 Harinya Pak Harto :)
Tapi Kalo Bisa Dilanjutin Ya Sukur Deh :D

Oke To The Storry! ENJOY!
_______________________
Disclaimer : DotA Punya Gw *Digebukin IceFrog* Iya – Iya DotA Mahakarya dari IceFrog.

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah & Romance)

WARNING : Kembali Ada Beberapa Adegan Kiss Disini... Oke Udah Gw Warning Lho!!


Chapter 5 : Story of the Past #2

*Time Warp : 5 Tahun Kemudian*
---Nova POV’s---
Lima tahun telah berlalu sejak aku menikahi Alleria 2 minggu setelah melamarnya. Kami dikaruniai seorang putri, seorang putri yang sangat cantik, secantik ibunya. Setelah pesta pernikahanku dan Alleria, aku diangkat menjadi Raja di tanah Scourge, dan memberikan nama baru untuk kerajaanku. Dinasti Scourge [Yang kemudian lebih dikenal dengan ”Scourge” saja].

Aku berjalan di halaman belakang istanaku, kulihat istriku sedang menggandeng putri pertamaku di dekat kolam ikan. Tampak wajah bahagia berseri – seri di kedua wajah mereka. Aku tersenyum senang dan menghampiri mereka.

”Selamat sore kalian berdua!” Sapaku kepada 2 orang yang sangat kusayangi ini.

”Ayah!” Sahut Mortred kecil dengan riangnya.

”Oh... Ada apa kau kemari sayang?” Tanya Alleria dengan logat ke-ibuannya.

”Hanya ingin menemui 2 orang yang sangat kucintai.” Jawabku seraya memasang senyuman diwajah lelahku.

”Ayah! Apakah kita bisa bermain sekarang?” Pinta Mortred dengan wajah memelasnya.

Aku tidak bisa berkata apa – apa melihat wajahnya yang manis itu, semanis wajah ibunya. ”Te,,,” Aku akan menjawabnya tetapi perkataanku terpotong oleh perkataan istriku, ”Tidak bisa Mortred kecilku... Ayah sedang kelelahan...” Ucapnya sambil tersenyum kepada Mortred. Mortred menggembungkan pipinya dan pergi bermain ayunan.

”Hei... Aku sangat ingin menemaninya bermain!” Ucapku kepada istriku.

”Iya... Aku tahu itu... Tapi kau selalu menemaninya sehingga kau tak pernah menemaniku...” Ucap Alleria dengan wajah memerah.

Kucium bibirnya saat itu juga. Beberapa saat berselang dan aku melepaskan bibirnya. ”Lalu apa yang ingin kau lakukan sayangku?” Tanyaku kepadanya.

”Hanya ingin bermain denganmu dan anakmu...” Jawabnya dengan nada bahagia. ”Sebuah ciuman sudah cukup untukku.” Tambahnya seraya tersenyum dan menghampiri Mortred.

Baru akan kususul dia, Jendral Lich datang menghadapku. Aku cukup bingung karena dia terbiasa memberikan utusan, tetapi sekarang dia menemuiku sendiri. ”Pasti ada hal penting!” Batinku dalam hati.

”Lapor Lord Nova! Prajurit dari kerajaan Sentinel, melewati batas perbatasan yang telah disetujui, sepertinya mereka menginginkan sebuah perang!” Katanya dengan suara tegas.

Aku terkejut mendengarnya. ”Sentinel? Itu tempat Arthur dan Lina!” Batinku. ”Segera hubungi mereka! Tanyakan apa mau mereka sehingga berani melanggar batas wilayah!” Jawabku sambil mencoba menenangkan diriku.

”SIAP!” Jawab Lich dengan tegas, dan dengan sigap segera pergi meninggalkanku.

Aku mendatangi Alleria yang sedang mendorong ayunan yang dinaiki Mortred. Ekspresi cemas yang tampak pada wajahku sepertinya sudah bisa ditebak oleh istriku. ”Pergilah...” Katanya singkat.

Aku hanya bisa mengangguk dan pergi meninggalkan mereka. Beberapa langkah aku berjalan, aku berbalik dan berkata, ”Jagalah diri kalian, sebisa mungkin sebelum malam hari kalian sudah masuk kedalam istana...”

Alleria hanya mengangguk, dan Mortred masih bersenang – senang di ayunannya.

Aku segera pergi meninggalkan mereka menuju post pertahanan untuk mengetahui lebih jelasnya apa yang terjadi.

Beberapa langkah lagi sebelum tiba di Post Pertahanan, tampak Ghoul yang sedang gelisah berlari menujuku.

”Lapor Lord Nova! Barisan pertahanan depan diobrak – abrik oleh Sentinel!” Ucapnya dengan napas terengah – engah.

”Apakah yang lain sudah tahu hal ini?” Tanyaku.

”Sudah yang mulia... Saya mendapatkan perintah untuk menyampaikan ini kepada anda, karena Jendral Lich dan beberapa Letnan sedang maju berperang!” Jawab Ghoul itu.

”Baiklah kalau begitu, segera kembali ke Post Pertahanan...” Jawabku singkat dan segera berlari menuju Post Pertahanan.

Aku berlari menuju Post Pertahanan dengan membawa Frostmourne di pinggang kiriku dan Chakram di punggungku. Berjaga – jaga jika aku harus maju berperang.

Tiba di Post Pertahanan, suana gaduh mulai terlihat. Para Ghoul sedang berbaris untuk maju ke medan perang, mata – mata melaporkan kejadian – kejadian yang terjadi di beberapa titik penting, beberapa Ghoul Senior yang sedang menginformasikan hal – hal penting tampak kewalahan. Aku berjalan menyusuri sebuah lorong untuk menuju post utama.

Di dalam post utama terlihat Jendral Lich dengan tubuh yang penuh dengan darah (merah dan hijau *Author Note : Darah Elf*. Dirinya sedang beristirahat, sepertinya dia selesai berperang.

”Apa yang terjadi Lich!” Tanyaku...

”Lord Nova! Aku menahan serangan di daerah Selatan, sepertinya sudah tidak ada prajurit lawan lagi disana.” Jawabnya seraya berdiri dan memberi hormat.

”Kalau begitu aku akan ke utara...” Kataku dengan segera dan meninggalkan ruangan itu.

Aku tidak berpikir panjang saat itu, yang kuinginkan hanyalah sebuah kepastian. Apakah Arthur melakukan penyerangan ini? Dia tidak mungkin melakukan sebuah penyerangan tanpa sebab seperti ini!

Baru beberapa langkah keluar dari Post Pertahanan aku melihat istriku sedang berlari menuju arahku. Dia mengenakan jubah hijau kesayangannya untuk berburu. Panahnya diikatkan di punggungnya, mata birunya menatap ke arahku dengan tatapan hangat.

Aku menghampirinya, ”Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku.

”Menemani suamiku berperang!” Jawabnya singkat dan berjalan di depanku.

Aku tak bisa berkata apa – apa, sebenarnya aku takut sesuatu terjadi pada dirinya. Jika sesuatu benar benar terjadi, aku tidak akan mengampuni diriku. Alleria merubah langkahnya dari berjalan menjadi berlari, terpaksa akupun mengikutinya dengan berlari.

”Alleria! Sayang! Tunggu dulu!” Aku memanggilnya sesaat sebelum dia melangkahkan kakinya melewati gerbang utara.

Aku berlari mendekatinya dan menciumnya. Ciuman yang cukup lama kali ini. ”Kau tahu sayang... Sebenarnya aku takut mengajakmu berperang kali ini... Tapi aku tidak memiliki pilihan lain...” Ucapku sesaat setelah melepaskan ciumanku.

”Aku mendapatkan firasat jelek saat kau meninggalkanku dan Mortred tadi... Aku tidak mau sesuatu terjadi padamu...” Kata Alleria dengan suara yang lirih.

Aku hanya memeluknya dan berkata, ”Kita akan kembali! Berjanjilah!”

”Ya... Aku berjanji padamu, kita akan kembali bersama!”

Kami berdua berlari keluar dari Gerbang Utara menuju lokasi pertempuran.

*Time Warp : Beberapa Menit Kemudian*
Frostmourne sudah ditangan kananku. Chakram kesayanganku sudah ditangan kananku dengan darah berlumuran disana. Cipratan darah banyak menghiasi wajahku dan baju perangku. Tampak istriku memanah banyak Treant dari barisan belakang.

Beberapa saat kemudian terlihatlah wajah 2 orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Arthur dan Lina...

Alleria sudah berdiri disampingku saat itu. ”Arthur... Lina...” Ucapku lirih. Istriku tampak bingung dengan apa yang kukatakan.

”Ehhh... Siapa mereka berdua Nova?” Tanyanya kebingungan.

”Temanku... Teman lamaku...” Jawabku singkat.

Arthur dan Lina berjalan mendatangi kami berdua. Ditangan kanan Arthur sudah tergenggam pedangnya Flaremourne. Kedua tangan Lina tampak sedikit merah menandakan dia baru saja mengeluarkan magic – magic api andalannya.

Arthur sudah berdiri dihadapanku sekarang, ”Aku benar – benar tidak percaya! Kau Nova!” Katanya singkat. ”Saat kutahu kau ada disini... Aku hanya menginginkan 1 hal darimu... Berikan Frostmourne kepadaku!”

Aku tampak terkejut mendengar perkataannya. Arthur sahabat baikku meminta pedangku. Pedang yang sudah kudapatkan dengan susah payah bersamanya, pedang yang telah menjadi bukti persahabatan kami berdua.

”UNTUK APA KAU MENGINGINKANNYA!” Kataku sedikit membentak.

”Tentu saja untuk meraih kekuatan maksimalnya! Malam ini Flaremourne dan Frostmourne akan mengeluarkan kekuatan maksimalnya jika mereka disatukan! Berikan Frostmourne padaku dan semua selesai dengan damai!” Jawabnya.

Aku masih tak percaya dengan perkataannya dan menoleh ke istriku. Wajah cantiknya menatapku dalam – dalam mencoba mengetahui isi hatiku. Akupun memasukkan Frostmourne di sarung pedangnya, kulepaskan ikatannya di pinggangku dan memberikannya pada Arthur. Alleria tampak terkejut dengan keputusan yang kubuat.

Baru beberapa detik aku berikan pedangku padanya, dia menusukku dengan Flaremourne. Tusukannya terasa perih... Sangat perih... Saat itu pula tubuhku terasa terbakar dan kemudian semuanya menjadi gelap... Kata terakhir yang kudengar adalah, ”NOVAAAAAAAAAAAAA!”


-End of Chapter 5-

Wah ternyata selesai di chapter ke-6 nih Flash Back...

Maaf memberikan info yang salah waktu itu...

READ AND REVIEW :D

<--Chapter IV-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688928&postcount=45)


aneh....2-2nya ditangan kanan
~_~

almaun
04-08-2010, 07:38 PM
:confused:
Flaremourne Yang Dibawa Si Arthur Kah..??

Anak Aneh
04-08-2010, 08:03 PM
SORRY BANGET TELAT UPDATE!!
Ane Ada Acara Ngurusin Pensi Gan...

Oh Iya, Kayaknya Besok Ane Gak Bisa Lanjutin Deh...
Mau Ke Acara 100 Harinya Pak Harto :)
Tapi Kalo Bisa Dilanjutin Ya Sukur Deh :D

Oke To The Storry! ENJOY!


Kok pak Harto?

almaun
04-08-2010, 08:35 PM
Iya Gan...
Mantan Presiden Soeharto...
Besok Kan 100 Harinya Beliau :)

Saya Sebagai Patriotis Yang Cinta Tanah Air [Ce Ileh]
Mau Mengikuti Acara Tersebut :)

[StK]DriveR
04-08-2010, 08:45 PM
pak harto mantan presiden RI??

[StK]DriveR
04-08-2010, 08:46 PM
Iya Gan...
Mantan Presiden Soeharto...
Besok Kan 100 Harinya Beliau :)

Saya Sebagai Patriotis Yang Cinta Tanah Air [Ce Ileh]
Mau Mengikuti Acara Tersebut :)

kayaknya pak harto meninggal dah lama....kok 100 hari-an???bkan 1 tahunan??

almaun
04-08-2010, 08:49 PM
Eh...
Ane Kok Tiba - Tiba Jadi Goblok Ya...

1 Tahun..~~??
Lupa Gan >o<

Emang Dasarnya Gw Yang Goblok...

100 Harinya Gus Dur :)

Nah Ini Yang Bener :)

Anak Aneh
04-09-2010, 01:44 PM
zzzzzzzz ternyata masi ada orang lain yang bisa linglung

rfkrsyd
04-09-2010, 03:29 PM
SORRY BANGET TELAT UPDATE!!
Ane Ada Acara Ngurusin Pensi Gan...

Oh Iya, Kayaknya Besok Ane Gak Bisa Lanjutin Deh...
Mau Ke Acara 100 Harinya Pak Harto :)
Tapi Kalo Bisa Dilanjutin Ya Sukur Deh :D

Oke To The Storry! ENJOY!
_______________________
----CUT-----

*Time Warp : Beberapa Menit Kemudian*
Frostmourne sudah ditangan kananku. Chakram kesayanganku sudah ditangan kananku dengan darah berlumuran disana. Cipratan darah banyak menghiasi wajahku dan baju perangku. Tampak istriku memanah banyak Treant dari barisan belakang.

Beberapa saat kemudian terlihatlah wajah 2 orang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Arthur dan Lina...

Alleria sudah berdiri disampingku saat itu. ”Arthur... Lina...” Ucapku lirih. Istriku tampak bingung dengan apa yang kukatakan.

”Ehhh... Siapa mereka berdua Nova?” Tanyanya kebingungan.

”Temanku... Teman lamaku...” Jawabku singkat.

Arthur dan Lina berjalan mendatangi kami berdua. Ditangan kanan Arthur sudah tergenggam pedangnya Flaremourne. Kedua tangan Lina tampak sedikit merah menandakan dia baru saja mengeluarkan magic – magic api andalannya.

Arthur sudah berdiri dihadapanku sekarang, ”Aku benar – benar tidak percaya! Kau Nova!” Katanya singkat. ”Saat kutahu kau ada disini... Aku hanya menginginkan 1 hal darimu... Berikan Frostmourne kepadaku!”

Aku tampak terkejut mendengar perkataannya. Arthur sahabat baikku meminta pedangku. Pedang yang sudah kudapatkan dengan susah payah bersamanya, pedang yang telah menjadi bukti persahabatan kami berdua.

”UNTUK APA KAU MENGINGINKANNYA!” Kataku sedikit membentak.

”Tentu saja untuk meraih kekuatan maksimalnya! Malam ini Flaremourne dan Frostmourne akan mengeluarkan kekuatan maksimalnya jika mereka disatukan! Berikan Frostmourne padaku dan semua selesai dengan damai!” Jawabnya.

Aku masih tak percaya dengan perkataannya dan menoleh ke istriku. Wajah cantiknya menatapku dalam – dalam mencoba mengetahui isi hatiku. Akupun memasukkan Frostmourne di sarung pedangnya, kulepaskan ikatannya di pinggangku dan memberikannya pada Arthur. Alleria tampak terkejut dengan keputusan yang kubuat.

Baru beberapa detik aku berikan pedangku padanya, dia menusukku dengan Flaremourne. Tusukannya terasa perih... Sangat perih... Saat itu pula tubuhku terasa terbakar dan kemudian semuanya menjadi gelap... Kata terakhir yang kudengar adalah, ”NOVAAAAAAAAAAAAA!”


-End of Chapter 5-

Wah ternyata selesai di chapter ke-6 nih Flash Back...

Maaf memberikan info yang salah waktu itu...

READ AND REVIEW :D

<--Chapter IV-- (http://forum.travian.co.id/showpost.php?p=688928&postcount=45)

loh dua2nya di tangan kanan, :hammer:

almaun
04-09-2010, 03:33 PM
Eits Kesalahan Gan... Oke Ane Ganti...
Gini - ini Kalo Mau Bikin Chara Kidal Tapi Kitanya Kebiasaan Pakek Tangan Kanan -_-a

[StK]DriveR
04-09-2010, 06:20 PM
loh dua2nya di tangan kanan, :hammer:

un.....gw juga ralat...tapi kok gk di gubris???liat halaman sebelumnya

Anak Aneh
04-09-2010, 08:19 PM
abis post kamu ga penting
:ngacir:

almaun
04-09-2010, 09:20 PM
Mangap Gan...

Kena Penyakit Ideus Mentokus...

Jadi Gak Isa Lanjutin Dolo...

Wait Ya~~

traviamuth
04-10-2010, 05:53 AM
ehehehe kyknya dah bisa nebak
yg memulai perang itu siapa..
n kyknya tu org bakal muncul di chapter penting nantinya ;)

duuh jd pengin bikin fanfic juga.. tp aku ga tw mw dr komik or film apa >.< maklum komik ga ada yg hatam film ga pernah apal pemainnya >.<

Anak Aneh
04-11-2010, 06:58 AM
yang jelas keluarganya nova dan kerajaannya unik banget
1. ayah human, ibunya high elf, anaknya night elf (dapet dari mana)
2. The scourge adalah kerajaannya si alleria, isinya bisa undead
3. Ghoul bisa bawa pesan (harusnya cuman bisa ngedumel ga jelas)

sekian dulu deh, nanti tak cari lagi

almaun
04-11-2010, 08:06 AM
Keren Kan..??
Unique Is The Best... :D

Anak Aneh
04-11-2010, 08:10 AM
terlalu jauh perasaan
kenapa kagak kawinin si nova ama krobelus aja sekalian

almaun
04-11-2010, 08:16 AM
Krobelus Kagak Ada Cakep - Cakepnya... :p~

Anak Aneh
04-11-2010, 08:21 AM
lebih parah: kawinin sama broodmother :p

StevenZ
04-11-2010, 08:24 AM
Wah...
Mirana ama Mortred aj

almaun
04-11-2010, 08:29 AM
@StevenZ
Mirana Ama Mortred..??

Lesbi Dong :confused:
Ato Mortrednya Dikawinin Ama Macannya Mirana..??
Entar Macannya Luna Marah - Marah Lagi :p

Eh BTW, Nih Cerita Ane Lanjutin Entar Sore, Terus Vacuum Selama 3 Hari Buat UAS... :)

StevenZ
04-11-2010, 08:32 AM
Gpp kan mantap tuh
:D
Ntar lahir jadi Spectre deh

almaun
04-11-2010, 08:40 AM
@StevenZ
Terus Macan Mirana x Macan Luna = Serigala Chen..??

Hmmm... :p

StevenZ
04-11-2010, 08:54 AM
Bisa jadi tuh
Hahaha
Makin ngawurr

Anak Aneh
04-11-2010, 09:37 AM
@StevenZ
Terus Macan Mirana x Macan Luna = Serigala Chen..??

Hmmm... :p

sapa tau jadi kudanya abbadon

traviamuth
04-11-2010, 12:09 PM
kudanya abadon itu sodaraan ama kudanya chaos knight..
(loh abadon bukannya naek kambing..?)

[StK]DriveR
04-11-2010, 01:03 PM
kudanya abadon itu sodaraan ama kudanya chaos knight..
(loh abadon bukannya naek kambing..?)

wakawokawokwa
Kambing......Kuda kali.....

Anak Aneh
04-11-2010, 06:36 PM
emang mirip kambing dikit

traviamuth
04-12-2010, 05:53 AM
iya itu tengkoraknya doank.. soalnya tanduknya ngelingker siy.. jd lebih mirip kambing :D

rfkrsyd
04-12-2010, 02:47 PM
yang jelas keluarganya nova dan kerajaannya unik banget
1. ayah human, ibunya high elf, anaknya night elf (dapet dari mana)
2. The scourge adalah kerajaannya si alleria, isinya bisa undead
3. Ghoul bisa bawa pesan (harusnya cuman bisa ngedumel ga jelas)

sekian dulu deh, nanti tak cari lagi

eng sebetulnya mortred itu Half-Elf, sedangkan Alleria elf biasa, Night Elf -> klo gk salah elf yg tinggal dihutan, jd biasa bersahabat dgn alam (sotoy bgt mode on LAGI! :p)

Anak Aneh
04-14-2010, 05:02 PM
ga dilanjutin. . . . .
penasaran kk!

almaun
04-15-2010, 03:36 PM
We...
Minta Dilanjutin Toh...
Ane Kira Enggak Gara - Gara Dikit Yang Comment Tentang Ceritanya >~<

Gw Lanjutin Deh...

KERJA..!!~~

Anak Aneh
04-16-2010, 06:38 PM
kena sindrom ideus mentokus ngga?

almaun
04-16-2010, 06:46 PM
Enggak Kok...
Saking Banyaknya Ide Yang Ngalir, Gw Sampek Punya 4 Jalan Cerita Ene...

Lagi Gw Ketik Semua, Entar Wa Pilih Yang Paling Bagus :) *Menurut Temen Ane*

Anak Aneh
04-16-2010, 06:49 PM
karena sebagai pembaca (dah pengalaman) kalo lagi ditulis, cuma komen kalo penulis bakal nyetop ceritanya.
kalo dah ilang tuh penulis seluruhnya bakal koar koar minta dilanjutin

tuyul keparat
04-17-2010, 05:44 PM
ayooo lanjutin dong om TS :D:D:D:D

[StK]DriveR
04-17-2010, 06:30 PM
TS nya lagi kena idekus mentokus......

RiseKnight
04-17-2010, 06:40 PM
membuat cerita membutuhkan tenaga, pikiran, imajinasi, dan waktu.
Jadi sabarlah anda menunggu.

Anak Aneh
04-17-2010, 07:48 PM
Enggak Kok...
Saking Banyaknya Ide Yang Ngalir, Gw Sampek Punya 4 Jalan Cerita Ene...

Lagi Gw Ketik Semua, Entar Wa Pilih Yang Paling Bagus :) *Menurut Temen Ane*

pada ngga baca nih? =="

Shureet
04-18-2010, 08:25 AM
masa diketik semuanya sih? tentuin aja yang mana yang paling bagus...

Anak Aneh
04-18-2010, 08:36 AM
scan aja trus masukin tulisan tangan :p
kalo bisa kebaca dah cukup kok =="

FROST
04-18-2010, 09:44 AM
scan aja trus masukin tulisan tangan :p
kalo bisa kebaca dah cukup kok =="

betul betul betul
wkwkwk
gw ga sabaran nih

[StK]DriveR
04-18-2010, 10:15 AM
tulisan TS nya jelek...hehehe
:p:p

Anak Aneh
04-18-2010, 11:58 AM
lebih parah daripada sayakah :p

saiamasinewbie
04-20-2010, 08:30 AM
Lanjud Gan ~~

almaun
04-20-2010, 09:37 AM
Yak, Sudah Dapat Ceritanya Setelah Vote Dengan Teman Sekelas...

Sore Ini Update..!!

saiamasinewbie
04-20-2010, 09:39 AM
siip ~ d tnggu yach !!
suda g sbr.. :D:D:D:D

sigap44
04-20-2010, 10:55 AM
mantebh nih...

klo dijadiin sinetron bakal bagus nih....

ato nga bikin animenya....

xixixixixi...

tuyul keparat
04-20-2010, 12:56 PM
ga sabar menunggu :D

saiamasinewbie
04-20-2010, 05:45 PM
mana ni lanjutan na gan??
kata na sore~

almaun
04-20-2010, 06:31 PM
Disclaimer : DotA Punya Gw *Digebukin IceFrog* Iya – Iya DotA Mahakarya dari IceFrog.

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)


Chapter 6 : Story of the Past #3

---Alleria POV’s---
Aku terkejut, sangat terkejut. Tubuh Nova terjatuh tak bernyawa. Kuteriakkan namanya mengharap ada respon dari dirinya. Tapi yang kulihat hanyalah tubuhnya yang sudah tak bernyawa. Aku tak kuasa menahan tangis. Aku menangis dan memeluknya dengan erat. Kurasakan rasa hangat dari tubuhnya –atau rasa hangat dari serangan Flaremourne, aku tidak tau-. Saat itulah seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh dan melihat Arthur berdiri disitu.

”Kau! Apa yang kau lakukan pada suamiku! Dia adalah temanmu!” Bentakku kepadanya.

”Jika tidak salah, namamu adalah Alleria. Kau harus mengetahui fakta dibalik Frostmourne dan Flaremourne...” Arthur menjawab dan memotong ucapannya sambil bernapas panjang. ”Seorang pembawa Frostmourne hanya bisa dibunuh oleh Flaremourne, sedangkan Seorang pembawa Flaremourne hanya bisa dibunuh oleh Frostmourne...” Lanjut Arthur.

Aku sedikit terkejut mendengar penjelasannya. ”Itu kah sebabnya mengapa Nova sangat berani dalam menjalankan misi yang sangat sulit sekalipun?” Pikirku dalam hati.

”Lalu...” Arthur masih melanjutkan perkataannya, ”Malam ini adalah puncaknya, puncak dimana kekuatan kami berdua akan menjadi tak terbatas, kami berdua tidak akan terkalahkan, tetapi, kami berdua tidak akan bisa mati...”

Kali ini aku lebih terkejut lagi mendengar penjelasannya, ”bukankah itu adalah hal yang sangat diinginkan kebanyakan orang? Kehidupan abadi” Pikiranku semakin kacau. Aku masih tidak dapat mencerna perkataan Arthur. ”Kau tahu, Arthur dan Nova bukanlah orang yang menginginkan kehidupan abadi, Nova sendiri tidak terlalu menginginkan kekuatan, dan kekuasaan. Tetapi fakta berbicara lain, Dia dan Arthur mendapatkan pedang legendaris itu saat kami ber-3 membunuh Frostwyrne seekor naga es yang sangat hebat. Dan menurut ramalan dari seorang peramal yang dapat dipercaya, malam ini adalah malam puncak kekuatan kedua pedang tersebut.” Aku mendengar suara orang, seorang wanita kali ini, dia adalah Lina, wanita yang berdiri disebelah Arthur.

”Dan untuk menggagalkan kutukan tersebut, salah satu dari kami harus mati...” Arthur kembali berbicara, ”Tetapi dia tidak akan mungkin bisa membunuhku, dia terlalu baik hati, sekarang kutukan sudah terlepas, aku tidak akan hidup abadi... Tapi tidak adil rasanya, sahabatku pergi ke alam sana, sedangkan aku bersenang – senang di dunia ini! Maka dari itulah...” Arthur melemparkan Frostmourne tepat didepanku, ”Alleria, lampiaskan rasa dendammu. Bunuhlah aku, seseorang yang telah membunuh suamimu...” Arthur berkata dengan lembut.

Kuggenggam erat Frostmourne saat itu, aku tidak tahu harus berbuat apa, aku memandang ke arah Lina –yang kupikir dia adalah istri Arthur-, dia hanya mengangguk. Akhirnya aku memutuskan apa yang seharusnya kulakukan. Kutancapkan Frostmourne ketanah dengan mantab dan berbalik memunggungi Arthur dan Lina.

”Apa yang kau lakukan Alleria!? Aku adalah orang yang membunuh suamimu!” Kata Arthur.

”Aku ingin meninggalkan semua kegilaan ini dan memulai segalanya dari awal... Jika kau benar – benar ingin mendampingi Nova di alam sana, tinggalkan Frostmourne disini, sebentar lagi Jendral Lich akan datang kesini...” Aku berkata dengan pelan, mencium kening Nova untuk yang terakhir kalinya, dan pergi menuju hutan Assenvale Utara.

---Normal POV’s---
Langit menjadi gelap, awan – awan hitam menghiasi langit biru yang cerah tersebut dengan kegelapannya. Rintik – rintik hujan mulai berjatuhan di daerah Assenvale. Bekas – bekas pertarungan mulai menghilang di tempat kematian Lord Nova pemimpin Scourge. Nampak seseorang mendatangi tempat itu, wajahnya cukup terkejut saat melihat rajanya yang amat dikaguminya tergeletak tak bernyawa. Frostmourne ada disampingnya. Orang itu menggenggam Frostmourne dan berkata, ”Aku bersumpah atas nama Lord Nova, jika raja dari Sentinel belum mati, aku tidak akan mati, sedangkan saat dimana Raja Sentinel itu mati, itu adalah saat dimana aku akan membekukan diriku, mengubur semua kesedihanku didalam es abadi Frozen Throne!”

*Location Warp : Scourge Castle*
Keheningan adalah sesuatu yang sangat terasa di kerajaan Scourge saat itu. Raja mereka Lord Nova telah gugur sebagai kesatria di medan perang. Seorang gadis kecil berumur 4 tahun terlihat menangis tersedu – sedu didepan tubuh Lord Nova yang sudah tak bernyawa itu. Tangisan seorang anak yang masih belum tahu apa – apa, seorang anak yang masih terlalu muda untuk ditinggalkan ayahnya.

”Paman Lich... Dimana ibu sekarang berada?” Tiba – tiba anak tersebut berbicara menghadap kepada Jendral Lich.

”Itu... Maafkan aku Mortred... Kami tidak menemukan ibumu dimanapun...” Jawab Lich dengan nada sedih.

Hati Mortred semakin teriris... Sedih, sangat sedih...

Lich tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya mencoba menenangkan Mortred yang sedang menangis. Hanya selang beberapa saat, tangisan Mortred terhenti. Dia pingsan.

”Bawa Mortred ke kamarnya! Lalu kumpulkan semua perwira yang ada, kita akan hancurkan Sentinel malam ini juga! Aku tidak tega melihat seorang anak kecil yang amat kusayangi, menangis menjadi – jadi!” Perintah Jendral Lich, atau sekarang akan kita sebut Lord Lich, setelah kematian Lord Nova, Lich lah yang bertanggung jawab menjadi raja di kerajaan Scourge.

*Time Warp : 5 Jam Kemudian*
Kerajaan Sentinel tampak kalang kabut, Lich –dengan membawa Frostmourne- menghabisi para Treant dan Talon yang ada. Lich adalah seorang Penyihir, tetapi kemampuan pedangnya tak kalah hebat dengan petarung pedang lainnya. Dia menggunakan kemampuan sihirnya untuk meningkatkan kemampuan bermain pedangnya.

Lich berlari memasuki kerajaan, disanalah tampak Lord Arthur terduduk dengan santai di singgasananya, didampingi istri tercintanya –Lina-.

”Kau! Kau lah yang membunuh Lord Nova! Orang yang sangat kukagumi! Kau layak mati!” Lich berteriak dan menyerang Arthur dengan sihir esnya. Tubuh Arthur membeku, tetapi tidak ada 1 detik, semua es tersebut sudah mencair.

”Kau tak akan bisa membunuhku dengan sihir lemahmu itu! Gunakan Frostmourne untuk membunuhku! Itulah satu – satunya jalan untuk menghancurkanku!” Arthur berteriak.

”DIAM DAN TERIMA KEMATIANMU!” Lich mengeluarkan magic andalannya. Seketika itu juga seluruh istana membeku. Para prajurit menjadi patung es. Lich sudah sangat kelelahan. Nafasnya tak beraturan. Matanya terbelalak saat melihat Arthur masih terduduk di singgasananya layaknya tidak terjadi apa – apa. Disebelahnya Lina telah mengeluarkan magic api andalannya untuk menghalau serangan Lich. Lord Lich jatuh pingsan.

Langit mendadak menjadi gelap. Saat itu lah, saat dimana Arthur merasa sangat terkejut. ”No... Nova...” Arthur berkata dengan lirih. Lord Nova sudah berdiri di depannya, tubunya transparan. Dia berjalan menuju tubuh Lich, memungut Frostmourne, ”Kau ingin menemaniku Arthur?” Nova bertanya.

”Tentu saja, kau sahabatku! Hancurkan segera kutukan ini Nova! Aku tak ingin hidup diatas kesenangan dunia, sedangkan sahabat terbaikku sudah meninggalkanku!” Arthur menjawab Nova dengan semangat.

”Sebelum aku melakukannya, Lina... Kau tahu, hari dimana aku pergi meninggalkan kalian, adalah hari dimana aku akan melamarmu...” Nova berhenti sejenak, Lina terkejut dan memasang sebuah senyuman, ”Tetapi sepertinya, sahabatkulah yang mendapatkan hatimu... Aku bersyukur akan hal itu... Karena kalian lah, aku bertemu dengan Alleria... Lina, maafkanlah aku, aku harus mengakhiri nyawa suamimu, seperti dia mengakhiri nyawaku, demi kebaikan kami berdua...” Lanjut Nova.

Setelah Nova mengucapkan kata terakhirnya, Frostmourne sudah ditangan kanannya. Hanya butuh beberapa detik sebelum pedang tersebut menembus jantung Arthur. Arthur hanya tersenyum dan berkata, ”Kita akan segera bertemu... No... Va...” Arthur memejamkan matanya.

Nova memandang Lina sekarang, tampak kesedihan dimata wanita berambut coklat tersebut. ”Maafkan aku Lina... Maafkan aku...” Nova berkata seraya menjatuhkan Frostmourne dilantai, ”Tidak apa – apa, inilah takdir dari persahabatan kita, kita bertiga memang ditakdirkan untuk melakukan semua ini...”

Tubuh Nova berubah menjadi sekawanan kunang – kunang mulai dari ujung kakinya. ”Segeralah temukan orang lain untuk membawa pedang tersebut, berikan kepada dua orang yang akan saling mempercayai, berikan kepada dua orang yang selalu terikat dalam ikatan persahabatan sepertiku dan Arthur, karena jika pedang itu akan dibawa oleh orang yang salah, orang – orang barbar itu akan mencari kehidupan abadi, dan setelah tubuh mereka abadi, mereka akan bertarung sampai salah satu dari mereka mati, dan salah satu dari mereka, menjadi seorang yang memiliki kemampuan abadi yang sejati...” Novapun menghilang... Lina hanya bisa mengangguk.

*Time Warp : 1 Tahun kemudian*
Lich telah memenuhi sumpahnya, dia telah berada dalam Frozen Throne selama 1 tahun. Atas permintaan Mortred, dia ingin diperlakukan sebagai warga biasa, dan Lich adalah raja pertama bukan ayahnya. Para penduduk di Scourgepun menganggap Lich adalah raja pertama bukanlah Nova. Mortred –yang saat itu berusia 5 tahun- pergi meninggalkan istana dan mempelajari ilmu bela diri dengan peninggalan Chakram ayahnya.

Lina sendiri mengingat pesan terakhir dari Nova, memberikan Frostmourne dan Flaremourne, sebagai hadiah ulang tahun kepada anaknya, saat usia Arthas dan Abbadon 10 tahun.

---End of Arthas Story---


-End of Chapter 6-

Sangat Jelek Dan Tidak Jelas..!! Itu Karena Otak Gw Pusing Mikirin Ujian Praktek..!! Jujur, Temen – Temen Ane Pada Protes Sama Cerita Yang Satu Ini Karena Kurang Begitu bagus, Yah Setidaknya Kalian Gak Baca Cerita Yang Laennya. Dimana Arthur Mati Ditangan Lich Dengan Alasan Yang Tidak Jelas :p

READ AND REVIEW!!

Anak Aneh
04-20-2010, 07:38 PM
szzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
radio rusak, bukan subzero

[StK]DriveR
04-20-2010, 09:39 PM
Line story nya gk jelas.....~_~

saiamasinewbie
04-20-2010, 11:24 PM
blom ckup ne story na gan~
masi ad lg g ?? :confused::confused::confused:

almaun
04-21-2010, 03:57 AM
DriveR;700884']Line story nya gk jelas.....~_~

Ceritanya Baru Mau Mulai Gan :p

sigap44
04-21-2010, 01:28 PM
muantep gan....

duh, klo bisa dijadiin versi animenya kaya Ragnarok Online, bakal bagus nih... :cool:

Anak Aneh
04-21-2010, 02:21 PM
szzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
radio rusak, bukan subzero

jangan putus semangat atas komentar yang tidak mengenakkan hati, tetap lanjutin ya!!

saiamasinewbie
04-22-2010, 12:46 PM
lanjutan na mana gan ??
hwhwhw~

almaun
04-22-2010, 03:33 PM
Disclaimer : Walaupun Ngemis Sama IceFrog, DotA Tetap Akan Menjadi Milik IceFrog…

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)


Chapter 7 : Mother

---Mortred POV’s---
Aku terpana mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Arthas. Tetapi banyak pertanyaan yang muncul dibenakku. Kuutarakan rasa ingin tahuku kepada Arthas dengan bertanya kepadanya, “Uhmmm… Lord Arthas… Jika boleh aku tahu, mengapa sekarang kalian berdua terpisah... Maksudku, kenapa Jendral Abbadon memihak Scourge, dan Anda sendiri di Sentinel... Bukankah itu adalah hal yang ingin ibu anda hindari?”

Arthas tersenyum mendengar pertanyaanku, ”Kau cukup pintar ya... Kakakku ingin menjadi orang terkuat didunia, sebagai pemilik Frostmourne dia akan hidup abadi saat dia berusia 30 tahun, dan hanya bisa dibunuh oleh pemegang Flaremourne, itulah alasan mengapa kami berpisah...” Arthas menghela nafas panjang dan melanjutkan ucapannya, ”Pihak Sentinel tentu tidak menyetujui rencana kakakku, dan akhirnya dia pergi meninggalkan Istana untuk bermukim di sana...”

”Seperti dugaanku...” Pikirku dalam hati. ”Oh iya, kau sudah tahu namaku tetapi aku belum mengetahui namamu. Boleh kutanya siapakah namamu?” Arthas bertanya kepadaku sambil mengulurkan tangannya, wajahnya membuat sebuah senyuman.

”Kau boleh memanggilku Mortred,” aku menjabat tangannya dan membalas senyumannya. ”Jadi, apa maksudmu membawaku ke kerajaanmu? Aku sangat yakin, aku sekarang berada di Sentinel,” aku bertanya kepada Arthas, dia hanya tertawa kecil.

”Kau tahu Mortred...” Arthur menghela napas, ”Aku ingin mengajakmu bergabung di Sentinel...” Arthur memandangku dengan wajah serius. Sangat serius.

”Apa yang kau pikirkan! Mana mungkin aku mengkhianati hasil jerih payah ayahku, dan melawannya!” Aku membentaknya, wajah Arthas tampak biasa saja, tetapi aku tahu seseorang dipojokan ruangan ini sedang ketakutan. Aku bisa melihat wajah Rylai yang cantik telah membuat raut muka ketakutan.

”Aku tahu kau akan mengatakan hal itu...” Ucap Arthas dengan lirih. ”Kau boleh tinggal disini, Rylai akan menemanimu kemanapun kau mau, tetapi statusmu disini adalah tahananku!” Arthas melangkah keluar pintu.

Rylai berjalan mendekatiku, ”Uhhmmm... Tidak sepantasnya kau membentak Lord Arthas, dia memiliki maksud yang baik...” Ucap Rylai.

”Lalu apa yang harus kukatakan? Berkata ”Iya” dan mengkhianati ayahku? Tentu tidak!” Kini aku yang membentak kepada Rylai.

”Maafkan aku, tapi kita lupakan kejadian ini dan pergi keluar, kira – kira, kau ingin pergi kemana Mortred?” Tanya Rylai kembali dengan wajah cerianya, sepertinya rasa takutnya sudah dia kubur dalam dalam.

”Aku hanya ingin melihat – lihat daerah sekitar...” Kujawab pertanyaannya dengan ekspresi datar.

Kubiarkan rambut panjangku tergerai dengan indah. Kutinggalkan helm perang, dan jubahku didalam kamar yang kusinggahi sekarang. Aku hanya membawa Chakram ayahku yang kuikatkan dipunggungku. Aku pergi meninggalkan rumah dan Rylai mengikutiku dibelakangku.

Sudah cukup lama berjalan dan aku melihat sebuah pemakaman, entah angin apa yang membawaku kesana, aku merasa harus masuk dan melihat – lihat daerah sekitar pemakaman tersebut. Kulihat pemandangan yang ada di pemakaman itu, bunga – bunga tertanam dengan indah, rerumputan bergoyang mengikuti arah angin dengan sangat cantik. Akhirnya mataku mendarat di satu titik. Aku melihat seseorang sedang terduduk didepan sebuah nisan. Lord Arthas.

Kudekati Arthas yang sepertinya sedang berdoa. Cukup lama aku berdiri disampingnya berusaha tidak mengganggu dirinya yang sedang berdoa. Arthas menyelesaikan doanya dan melihat kearahku, ”Ada apa Mortred?” Tanyanya dengan halus.

”Uhmm... Itu... Jika boleh aku tahu, makam siapakah itu Arthas?” Tanyaku kepadanya.

”Ibuku...” Jawabnya singkat, aku merasa bersalah menanyakan hal itu kepadanya. ”Kau tahu Mortred, menurut cerita ibuku, Lady Alleria ibumu sebenarnya masih hidup...”

Aku sangat terkejut mendengar ucapannya... Aku tidak dapat merasakan rasa bahagia seperti ini sebelumnya... ”Su... Sungguh?” Tanyaku memastikan. Arthas mengangguk, ”Ya, mendiang ibukulah yang mengatakannya kepadaku, bahwa setelah Ayahku memutus kutukan Frostmourne pada ayahmu, Lady Alleria pergi menuju hutan Assenvale.”

”Berarti aku masih bisa menemukan ibuku! Terima kasih Arthas!” Aku berteriak kegirangan dan memeluk Arthas. Aku tidak mengetahui bahwa di wajah Arthas telah bersemi rona merah dipipinya. Aku tersadar dan melepas pelukanku. ”Ma... Maaf...” Ucapku dengan malu – malu.

”Tidak apa – apa...” Jawabnya dan memasang sebuah senyuman. Kembali kurasakan rona merah berada pada wajahku. Rylai yang dari tadi melihat hanya tersenyum kecil. ”Pasangan yang sangat unik...” Ucap Rylai dengan pelan.

*Location Warp : Pinggiran Kerajaan Scourge*
---Normal POV’s---
Pintu terbuka dan seorang wanita masuk kedalam pintu tersebut. ”Ibu! Aku pulang,” Ucap Riza sambil masuk kedalam rumah. Di wajahnya masih terlihat bekas – bekas tangisannya.

”Selamat datang Riza...” Ucap seseorang, ”Kenapa kau tampak murung?” tanyanya lagi…

“Ibu… Saat aku kembali untuk melaporkan situasi pasukanku, aku mendapat kabar buruk…” Riza kembali menangis, “Sahabatku, Mortred telah gugur dalam medan perang…” Tangisan Riza semakin kencang.

Mendengar cerita anaknya, Mata ibu itu membulat, mata biru cerahnya tampak sangat terkejut, dan akhirnya dia pingsan. Rambut pirang panjangnya yang terurai terjatuh dengan indahnya di lantai.

“IBU! IBU!” Teriak Riza seraya menolong ibunya yang jatuh pingsan.


-End of Chapter 7-

Yak bersambung sampai disini... Read and Review...
Kira – kira pada tau gak ya siapakah ibu dari Riza tersebut XD~

[StK]DriveR
04-22-2010, 04:26 PM
ceritanya kebaca kk.....
ibunya riza=ibunya mortred....hehhehe sorry tlah membocorkan...
no offense

almaun
04-22-2010, 05:22 PM
DriveR;702900']ceritanya kebaca kk.....
ibunya riza=ibunya mortred....hehhehe sorry tlah membocorkan...
no offense

Emang Sengaja Dibikin Ketahuan Kok :)

tuyul keparat
04-22-2010, 06:10 PM
wakakka kerennnn

"LANJUTKAN"

kalo bisa segera
:D

saiamasinewbie
04-22-2010, 09:09 PM
mantab gan~
lanjod"

darkboy58
04-22-2010, 10:49 PM
Nice gan,,, cerita na keren...

Kreatif bgt...

Pokok na Two Thumbs Up deh...

[StK]DriveR
04-23-2010, 02:05 PM
kenapa gk four thumbs up??
kan jadi jempol lo ada 4??
btw NICE FANFICT!!

FROST
04-23-2010, 08:12 PM
lanjutan nya mana gan?

NGL_DVL
04-23-2010, 08:30 PM
mana lnjutannya ?? keren nie

darkboy58
04-23-2010, 11:31 PM
Lanjutan na mana... T_T

Jgn sering nongkrong di chat room dong kk al... T_T

scythers
04-24-2010, 12:21 AM
nungguin lanjutannya nie gan.. :D:D

[StK]DriveR
04-24-2010, 07:24 AM
lanjut gan.....

almaun
04-25-2010, 07:12 AM
Oke, Seteluh Terinfeksi "Idekus Mentokus" Saya Mendapatkan Pencerahan Dari Permainan Saya Kemarin...

Sore Ini / Besok Sore Update :)

[StK]DriveR
04-25-2010, 09:34 AM
Oke, Seteluh Terinfeksi "Idekus Mentokus" Saya Mendapatkan Pencerahan Dari Permainan Saya Kemarin...

Sore Ini / Besok Sore Update :)

main ama sapa bang????
ama gw???wkwkkwkkwwkwk

PIECE_OF_PEACE
04-25-2010, 11:06 AM
ijin baca ya :D

baru tau saya
si Almaun bikin fanfic :D xD

Initial-D
04-25-2010, 11:36 AM
mantap ceritanya

traviamuth
04-26-2010, 07:46 AM
menarik.. lanjutkan gan..!
aku lanjutin raid dlu.. kelupaan niy :p

AM a'Clock
04-26-2010, 01:06 PM
NICE ceritanya gan

tuyul keparat
04-26-2010, 06:41 PM
lanjutin dong mod :)

almaun
04-26-2010, 11:35 PM
Maaf Gan Ane Telat, Seharian Tadi Pergi Hunting Anime Ouran High School Host Club [Walaupun Hasilnya Nihil]

Oke Ada Warning Kali Ini, Chapter Kali Ini Kayaknya Gak Ada Hubungannya Ama Chapter Sebelumnya, Ini Cuma Chapter Romance... WARNING : KISS SECTION [Gak Mau Muntah Liatnya? Jangan Baca :p]

Oke Let's Get It On..!!
__________________

Disclaimer : Walaupun Ngemis Sama IceFrog, DotA Tetap Akan Menjadi Milik IceFrog…

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)


Chapter 8 : Feelings

---Mortred POV’s---
Sudah 3 hari sejak aku menjadi “tawanan” Sentinel. Tidak kusangka, mereka sangat baik kepadaku. Rylai terus tersenyum dan ceria disampingku, Arthas selalu bersemangat dan riang gembira tiap harinya. Aku benar – benar tidak mengerti statusku disini adalah “tawanan”, tetapi mereka memperlakukanku dengan baik. Seperti keluarga...

Aku terduduk di taman bunga, memandang keindahan yang keluar dari pemandangan didepanku ini. ”Hai Mortred!” Aku menoleh dan melihat Arthas menyapaku.

”Ya Arthas ada apa?” Tanyaku kepadanya.

”Uhmmm... Hanya ingin memberi tahu, ikutlah denganku malam ini, ada yang ingin kubicarakan...” Katanya kepadaku dengan ragu – ragu.

”Apa maksudmu? Memang apa yang akan kau katakan?” Aku memasang wajah bingung.

”Malam ini kau akan tahu...” Jawab Arthas lirih dan berbalik meninggalkanku.

”Tunggu! Dimana kita akan bertemu?” Tanyaku sedikit berteriak.

”Tunggulah aku disini Mortred!” Jawabnya dengan juga berteriak.

*Time Warp : Malam Harinya*
Aku terduduk diatas rerumputan indah yang menari ditiup hembusan angin. Kuhirup udara malam yang menghiasi kerajaan Sentinel dalam – dalam. ”Sangat menyegarkan,” pikirku.

”Mortred! Menunggu terlalu lama?” Aku menoleh dan melihat Arthas dibelakangku. Aku hanya menggeleng pengganti ucapan ”aku baru saja tiba”.

”Oh iya, apa yang akan kita lakukan Arthas?” Aku kembali bertanya.

”Ikutlah denganku ke Istana!” jawabnya singkat.

*Location Warp : Istana Sentinel*
Ramai... Sangat ramai… Itulah pikiran pertamaku saat melihat kerumunan orang – orang di Istana Sentinel.

”Apa – apaan ini Arthas?” Tanyaku kepada Arthas.

”Pesta penyambutanmu! Aku yang merancang semua ini...” Jawab Arthas dengan wajah memerah.

“Tapi… Aku adalah musuhmu, aku adalah perwira Scourge, aku…” Belum seleasi aku berbicara Arthas meletakkan jari telunjuknya di mulutku, “Sssshhh… Jangan terlalu banyak bicara Mortred, mereka tidak tahu kalau kau adalah perwira Scourge, lagi pula sudah lama aku tidak berpesta!” Ucapnya seraya tersenyum.

Mukaku memerah melihatnya, “Ee… Eeeehh… A-Aku…” Aku menjadi salah tingkah, aku hanya ingin mengatakan bahwa tidak perlu repot – repot kepadanya, tetapi belum sempat aku berbicara dengan baik dan benar, Arthas menggandengku masuk kedalam Istana.

Aku memasuki Istana bersama dengan Arthas, kuperhatikan seluruh bagian Istana, “Ini sama besar dengan Istana Scourge,” pikirku dalam hati.

“Jadi Mortred... Bagaimana pendapatmu?” Arthas bertanya seraya memandang wajahku.

”Kau gila? Kita berpesta disini, tetapi aku tidak menggunakan gaun apapun! Tentu saja aku malu...” Kataku kepadanya dengan wajah memerah.

”Itu sudah kupikirkan, ikutlah dengan Rylai...” Ucapnya sambil tersenyum kepadaku.

Aku melihat seseorang dengan jubah berwarna biru muda dan rambut pirang. Rylai terlihat sangat menawan. ”Ayo Mortred, kita ambil gaunmu!” Ujarnya dengan riang. ”Uhmm... Oke...” Ucapku seraya tersenyum.

*Time Warp : 30 menit kemudian*
---Normal POV’s---
Seorang laki – laki berambut pirang berjalan mondar – mandir didepan sebuah pintu berukuran besar. Saat pintu itu terbuka, dia menoleh dan melihat sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. Rambut panjang hitam yang tergerai indah, Gaun putih dengan rok panjang hingga menyentuh lantai, mata biru sapphire yang menakjubkan. ”Kau... Menganggumkan...” Ucapnya.


”Uhhmmm... Arthas kau membuatku malu...” Ucap Mortred dengan wajah merah padam.

”Izinkanlah aku berdansa denganmu, tuan putri...” Arthas menggandeng Mortred dan membawanya ke lantai dansa.

*Time Warp : Setelah Pesta Berakhir*
Mortred berdiri diatas balkon masih mengenakan gaun putihnya, matanya memandang jauh ke atas langit. Hatinya sangat bahagia saat itu. Walaupun dalam pikirannya terus terbayang – bayang, apakah suatu kesalahan dia menyukai Arthas… Secara tidak langsung, dia mengkhianati ayahnya dengan mencintai Raja Sentinel. Dia tepis jauh – jauh pikiran itu. ”Setidaknya aku harus menikmati hidup ini...” Ujarnya lirih.

Arthas melihat Mortred yang masih terdiam memandang langit. Dia dekati Mortred dan berdiri disampingnya. Mortred menoleh dan melihat Arthas disana. Arthas hanya tersenyum kepadanya, tetapi Mortred mengeluarkan ekspresi yang berbeda, wajahnya tampak khawatir...

”Ada apa Mortred?” Tanya Arthas dengan lembut.

”Ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiranku... Aku tidak tau bagaimana harus mengungkapkan ini...” Mortred berhenti sejenak, berusaha menurunkan emosi yang telah menggebu – gebu di dalam dirinya. ”Apakah suatu kesalahan... Jika aku mencintaimu?” Lanjutnya.

Arthas cukup terkejut dan mengeluarkan senyuman terindahnya. ”Kau tahu Mortred... Tidak akan ada orang yang bisa menebak apa yang akan terjadi keesokan harinya... Akupun demikian, kita tidak tahu apakah rasa cintamu kepadaku akan mengakibatkan hal buruk sehingga kita bisa menyebutnya kesalahan... Tetai satu hal yang kutahu... Aku juga mencintaimu...” Arthas tersenyum.

Mortred berusaha menahan air mata yang mengalir membasahi wajahnya. Dia peluk erat tubuh Arthas yang kemudian balas memeluknya. ”Lepaskan semua emosimu Mortred...” Ucap Arthas seraya membelai punggung Mortred.

Beberapa menit berlalu dan tangisan Mortred terhenti, ”Aku... Tidak ingin mengkhianati ayahku... Tetapi, aku menyukaimu Arthas... Apa yang harus kulakukan dengan perasaan ini...” Ucap Mortred sambil terisak – isak. Arthas hanya terdiam mendengar perkataan Mortred, dia angkat wajah mortred dengan tangan kanannya, didekatkan wajahnya dengan wajah cantik Mortred. Mereka berdua berciuman. Sebuah ciuman yang cukup lama dan tulus. Sebuah ciuman yang dapat segera menenangkah hati Mortred yang sedang gundah. Arthas melepaskan ciumannya, dia tatap wajah Mortred yang sudah sangat merah. ”Kau tahu Mortred... Kau tidak akan mengkhianati orang tuamu, dengan mencintai seseorang... Kau tidak akan menghancurkan hatinya dengan mencintai seseorang... Kau adalah rembulan, yang selalu memberikan cahayanya kepada kehidupan malam, kau adalah harapan dalam kegelapan... Kau... Gadis tercantik yang pernah kutemui...” Arthas kembali tersenyum dan memeluk Mortred. Mortred hanya terdiam dan membalas pelukannya, ”Terima kasih Arthas, aku merasa lebih baik...”


-End of Chapter VIII-

Hohoho, Another Kiss Scene, Chapter Berikutnya Bakal Lebih Banyak Aksi..!! So Stay Tuned..!!

scythers
04-26-2010, 11:46 PM
tetep menyimak.. lanjutin gan.. semoga gk kena penyakit mentokus yahh

:D:D

Anak Aneh
04-27-2010, 05:37 AM
dari kemaren berusaha memperbaiki internet
Sudah dibaca, sekolah dulu yaa :D

RiseKnight
04-27-2010, 06:36 AM
DOOD! Saya merinding, dood!
O.o''

AM a'Clock
04-27-2010, 06:42 AM
WoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooW
jadi gax sabar nih

Anak Aneh
04-27-2010, 04:47 PM
DOOD! Saya merinding, dood!
O.o''

kutukannya udah nyampe ya?


ngasal mode : on

almaun
04-28-2010, 06:01 AM
Ide Ditemukan, Akan Update Dalam Jangka Waktu 2 x 24 Jam :)

scythers
04-28-2010, 03:27 PM
asekkkk.. cepetan y kk.. udah gk sabar

:D:D

almaun
04-30-2010, 10:29 AM
Hanya Sebuah Chapter Pendek Dan Singkat... Maaf Kalo Tidak Memuaskan T_T...
Oh Iya, maaf Sudah Membuat Agan Semua Menunggu Cukup Lama...
Ane Agak Kurang Sreg Dalam Beberapa Adegan Soalnya, Makannya Ane Edit - Edit Dikit...

READ AND REVIEW PLEASE :)
________________________
Disclaimer : Walaupun Ngemis Sama IceFrog, DotA Tetap Akan Menjadi Milik IceFrog…

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)


Chapter 9 : The Way You Look Into My Eyes

---Normal POV’s---
Seorang gadis berambut panjang berlari menuju Frozen Throne, wajahnya terlihat sangat kelelahan. Dia berlari dan terus berlari menuju tempat pertemuan para perwira Scourge yang sedang merencanakan sebuah penyerangan besar.

“Maaf saya terlambat!” Seru Riza sesaat setelah masuk kedalam ruangan para perwira Scourge.

”Kau terlambat terlalu lama Riza, kita sudah memulai pertemuan ini 1 jam yang lalu, dan ini semua akan segera berakhir!” Ucap Kael dengan nada cukup marah.

“Maafkan aku, kondisi ibuku sedang tidak baik, jadi aku harus merawatnya terlebih dahulu…” Ucap Riza seraya membungkukkan badannya pertanda meminta maaf.

“Tak masalah Riza segera ke tempatmu…” Seru Jendral Abbadon dengan bijak.

”Terima kasih jendral!” Riza berkata dan membungkuk lagi.

”Baiklah, seperti yang sudah kita bahas tadi! Kita serang Sentinel malam ini juga!” Ucap Jendral Abbadon

*Location Warp : Kerajaan Sentinel*
---Mortred POV’s---
Aku memandang jauh ke arah matahari yang sedang terbenam, suasana sore hari ini sungguh menenangkan hati. Setelah kejadian pesta dansa semalam, aku tinggal di istana Arthas, aku tak tahu harus berkata apa, tetapi sepertinya aku sudah menjadi kekasihnya.

Terus dan terus kuresapi keheningan sore yang sangat indah ini hingga akhirnya aku mendengar pintu kamarku diketuk, ”Buka saja itu tidak terkunci,” ucapku masih memandang matahari terbenam.

”Mortred...” Aku berbalik dan melihat Arthas berdiri disana sudah siap dengan Flaremournenya.

”Arthas, apakah kau akan terjadi perang? Kau membawa Flaremourne...” Tanyaku.

”Seperti itulah... Baru saja Scourge melakukan penyerangan mendadak, aku akan maju kesana untuk memberi komando langsung...” Jawabnya dengan lembut.

”Kurasa aku akan tetap disini... Aku belum siap bertemu mereka...” Ucapku lirih.

”Itulah yang akan kubicarakan padamu, tetaplah disini Mortred, aku tidak ingin kau terluka...” Arthas mendekatiku dan mencium keningku.

”Berhati – hatilah, Arthas...” Ucapku pelan.

Arthas hanya tersenyum dan berbalik meninggalkanku, aku hanya bisa terdiam tak tahu harus berbuat apa. Dalam lubuk hatiku yang terdalam aku sangat ingin menanyakan bagaimana kabar Riza sahabatku di sana. Tetapi akan sangat mencurigakan jika aku muncul dari arah Sentinel tanpa luka dan bertanya tentang Riza, aku bisa dituduh sebagai mata – mata. Sekarang aku hanya bisa termenung dikamarku menanti semua ini berakhir...

*Location Warp : Post Perang Sentinel*
---Normal POV’s---
“Magina the Anti-Mage! Ikut denganku ke selatan!” Ucap Arthas lantang.

”Baiklah Lord Arthas,” jawab orang dibelakangnya berlari mengikuti Arthas.

Pertempuran dahsyat terjadi, Arthas memberikan komando secara langsung dan Magina menggerakkan pasukannya atas komando Arthas. Dari pihak Scourge, Riza maju memimpin satu batalion penuh pasukan Scourge.

“Jangan takut mati! Kalian akan mati sebagai pahlawan!” Ucap Riza seraya maju menerjang para tentara Sentinel.

Serangan demi serangan dilancarkan kedua belah pihak, Riza yang dengan penuh semangat terus memberikan dukungan kepada prajuritnya. Magina dengan tenang tapi mematikan maju menghabisi para prajurit Scourge yang mendekatinya hingga akhirnya dia melihat Riza yang sedang berlari kearahnya. Magina terdiam sejenak, memandang mata gelap Riza yang memancarkan semangat. Sangat cantik. Rambut coklat panjangnya berkibar dengan indahnya diterpa angin kencang yang ditimbulkan serangannya.

Riza melihat kearah Magina yang sedang terdiam, dilihatnya mata ungu penuh pesona memancarkan aura keseriusan. Kedua mata mereka bertemu untuk beberapa menit tanpa terjadi apa-pun. Dunia terasa terhenti, mereka berdua telah lupa akan perang yang telah berkecamuk diantara mereka. Hingga akhirnya seorang tentara Sentinel menyerang Riza. Riza terhempas terkena serangan dari tentara tersebut, Magina dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

”Boleh kutahu... Siapakah namamu?” Ucapnya sambil tersenyum.

Mata mereka kembali bertemu... ”Caramu melihat mataku, sungguh mempesona...” Ucap Riza dalam hati.

”Riza Silkwood... Dan izinkan aku menanyakan hal yang sama...” Ucap Riza seraya tersenyum.

”Magina the Anti-Mage... Senang bertemu denganmu Lady Riza...” Jawabnya sambil membalas senyuman Riza.


-End of Chapter IX-

Awal yang baru..!! Pertama kali bikin Riza sama Magina ketemu ane ngerasa agak aneh sih... Lagi perang kok sempet – sempetnya begitu >~< Tapi kata temen ane yang merupakan senior di dunia FanFict, ternyata gak masalah kok XD~

BTW, Ane Bakal Ke Bandung Sampek Minggu, Jadi susah Buka Internet, Ditunggu aja Updatean Berikutnya Oke :)

[StK]DriveR
04-30-2010, 05:33 PM
Hanya Sebuah Chapter Pendek Dan Singkat... Maaf Kalo Tidak Memuaskan T_T...
Oh Iya, maaf Sudah Membuat Agan Semua Menunggu Cukup Lama...
Ane Agak Kurang Sreg Dalam Beberapa Adegan Soalnya, Makannya Ane Edit - Edit Dikit...

READ AND REVIEW PLEASE :)
________________________
Disclaimer : Walaupun Ngemis Sama IceFrog, DotA Tetap Akan Menjadi Milik IceFrog…

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)


Chapter 9 : The Way You Look Into My Eyes

---Normal POV’s---
Seorang gadis berambut panjang berlari menuju Frozen Throne, wajahnya terlihat sangat kelelahan. Dia berlari dan terus berlari menuju tempat pertemuan para perwira Scourge yang sedang merencanakan sebuah penyerangan besar.

“Maaf saya terlambat!” Seru Riza sesaat setelah masuk kedalam ruangan para perwira Scourge.

”Kau terlambat terlalu lama Riza, kita sudah memulai pertemuan ini 1 jam yang lalu, dan ini semua akan segera berakhir!” Ucap Kael dengan nada cukup marah.

“Maafkan aku, kondisi ibuku sedang tidak baik, jadi aku harus merawatnya terlebih dahulu…” Ucap Riza seraya membungkukkan badannya pertanda meminta maaf.

“Tak masalah Riza segera ke tempatmu…” Seru Jendral Abbadon dengan bijak.

”Terima kasih jendral!” Riza berkata dan membungkuk lagi.

”Baiklah, seperti yang sudah kita bahas tadi! Kita serang Sentinel malam ini juga!” Ucap Jendral Abbadon

*Location Warp : Kerajaan Sentinel*
---Mortred POV’s---
Aku memandang jauh ke arah matahari yang sedang terbenam, suasana sore hari ini sungguh menenangkan hati. Setelah kejadian pesta dansa semalam, aku tinggal di istana Arthas, aku tak tahu harus berkata apa, tetapi sepertinya aku sudah menjadi kekasihnya.

Terus dan terus kuresapi keheningan sore yang sangat indah ini hingga akhirnya aku mendengar pintu kamarku diketuk, ”Buka saja itu tidak terkunci,” ucapku masih memandang matahari terbenam.

”Mortred...” Aku berbalik dan melihat Arthas berdiri disana sudah siap dengan Flaremournenya.

”Arthas, apakah kau akan terjadi perang? Kau membawa Flaremourne...” Tanyaku.

”Seperti itulah... Baru saja Scourge melakukan penyerangan mendadak, aku akan maju kesana untuk memberi komando langsung...” Jawabnya dengan lembut.

”Kurasa aku akan tetap disini... Aku belum siap bertemu mereka...” Ucapku lirih.

”Itulah yang akan kubicarakan padamu, tetaplah disini Mortred, aku tidak ingin kau terluka...” Arthas mendekatiku dan mencium keningku.

”Berhati – hatilah, Arthas...” Ucapku pelan.

Arthas hanya tersenyum dan berbalik meninggalkanku, aku hanya bisa terdiam tak tahu harus berbuat apa. Dalam lubuk hatiku yang terdalam aku sangat ingin menanyakan bagaimana kabar Riza sahabatku di sana. Tetapi akan sangat mencurigakan jika aku muncul dari arah Sentinel tanpa luka dan bertanya tentang Riza, aku bisa dituduh sebagai mata – mata. Sekarang aku hanya bisa termenung dikamarku menanti semua ini berakhir...

*Location Warp : Post Perang Sentinel*
---Normal POV’s---
“Magina the Anti-Mage! Ikut denganku ke selatan!” Ucap Arthas lantang.

”Baiklah Lord Arthas,” jawab orang dibelakangnya berlari mengikuti Arthas.

Pertempuran dahsyat terjadi, Arthas memberikan komando secara langsung dan Magina menggerakkan pasukannya atas komando Arthas. Dari pihak Scourge, Riza maju memimpin satu batalion penuh pasukan Scourge.

“Jangan takut mati! Kalian akan mati sebagai pahlawan!” Ucap Riza seraya maju menerjang para tentara Sentinel.

Serangan demi serangan dilancarkan kedua belah pihak, Riza yang dengan penuh semangat terus memberikan dukungan kepada prajuritnya. Magina dengan tenang tapi mematikan maju menghabisi para prajurit Scourge yang mendekatinya hingga akhirnya dia melihat Riza yang sedang berlari kearahnya. Magina terdiam sejenak, memandang mata gelap Riza yang memancarkan semangat. Sangat cantik. Rambut coklat panjangnya berkibar dengan indahnya diterpa angin kencang yang ditimbulkan serangannya.

Riza melihat kearah Magina yang sedang terdiam, dilihatnya mata ungu penuh pesona memancarkan aura keseriusan. Kedua mata mereka bertemu untuk beberapa menit tanpa terjadi apa-pun. Dunia terasa terhenti, mereka berdua telah lupa akan perang yang telah berkecamuk diantara mereka. Hingga akhirnya seorang tentara Sentinel menyerang Riza. Riza terhempas terkena serangan dari tentara tersebut, Magina dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

”Boleh kutahu... Siapakah namamu?” Ucapnya sambil tersenyum.

Mata mereka kembali bertemu... ”Caramu melihat mataku, sungguh mempesona...” Ucap Riza dalam hati.

”Riza Silkwood... Dan izinkan aku menanyakan hal yang sama...” Ucap Riza seraya tersenyum.

”Magina the Anti-Mage... Senang bertemu denganmu Lady Riza...” Jawabnya sambil membalas senyuman Riza.


-End of Chapter IX-

Awal yang baru..!! Pertama kali bikin Riza sama Magina ketemu ane ngerasa agak aneh sih... Lagi perang kok sempet – sempetnya begitu >~< Tapi kata temen ane yang merupakan senior di dunia FanFict, ternyata gak masalah kok XD~

BTW, Ane Bakal Ke Bandung Sampek Minggu, Jadi susah Buka Internet, Ditunggu aja Updatean Berikutnya Oke :)

GJ.....
mau lihat keterangan ke bawah ya
V
V
V
V
V
V
V
V

V
V

V
V

V
V
V
V
V

V

Good Job

AM a'Clock
04-30-2010, 06:18 PM
moga2x Chapternya ampe 100(gax mungkin)

FROST
05-01-2010, 06:43 PM
wkwkwk
makinb bagus aja nih fanfict
di tunggu aja deh lanjutan nya

almaun
05-01-2010, 08:14 PM
Wah Di Bandung Dapet Ide Mbludak Nih Gan, Tapi Kayaknya Ide Gw Gak Cocok Buat Fic DotA Deh, Alhasil Ane Mau Bikin Thread Lagi Tapi Bukan Fict...
Cerita Murni Buatan Ane, Agan - Agan Boleh Nyumbang Chara Deh :)

Initial-D
05-01-2010, 08:52 PM
Wah Di Bandung Dapet Ide Mbludak Nih Gan, Tapi Kayaknya Ide Gw Gak Cocok Buat Fic DotA Deh, Alhasil Ane Mau Bikin Thread Lagi Tapi Bukan Fict...
Cerita Murni Buatan Ane, Agan - Agan Boleh Nyumbang Chara Deh :)

Chara itu apa sih?

[StK]DriveR
05-01-2010, 09:15 PM
character bos....

multi id
05-01-2010, 11:06 PM
Wah Di Bandung Dapet Ide Mbludak Nih Gan, Tapi Kayaknya Ide Gw Gak Cocok Buat Fic DotA Deh, Alhasil Ane Mau Bikin Thread Lagi Tapi Bukan Fict...
Cerita Murni Buatan Ane, Agan - Agan Boleh Nyumbang Chara Deh :)

gw mo sumbang caracter ni..

namanya

"Multi ID The Phantom Killer"

almaun
05-02-2010, 08:48 AM
Ada Ketentuannya Gan Nyumbang Chara, Besok Ane Post :)

multi id
05-02-2010, 08:53 AM
Ada Ketentuannya Gan Nyumbang Chara, Besok Ane Post :)

apaan syarat nya gan..??
biar gw cari carakter yg mantaafff

RandoM-
05-02-2010, 03:14 PM
AAAAARRRGGHHHH~

BAGUS BANGETSSSS >.<

KYAAAAAA KYAAAAAAAAAA KYAAAAAAAAAAAAAAAA~ GAK SABAR...

TT__________TT

buruan dung kk almaun... hiks...

ayooo... hueeeeeeeeeeeeee...

traviamuth
05-02-2010, 03:33 PM
komengnya niy bwt chapt 8
terlalu byk warpnya :D

trus klo mw bwt ceirta baru fanfic dotanya gmn..?
>.<

[StK]DriveR
05-02-2010, 04:09 PM
akhirnya ini thread jdi HT.....awoakoako

saiamasinewbie
05-03-2010, 06:19 AM
Hanya Sebuah Chapter Pendek Dan Singkat... Maaf Kalo Tidak Memuaskan T_T...
Oh Iya, maaf Sudah Membuat Agan Semua Menunggu Cukup Lama...
Ane Agak Kurang Sreg Dalam Beberapa Adegan Soalnya, Makannya Ane Edit - Edit Dikit...

READ AND REVIEW PLEASE :)
________________________
Disclaimer : Walaupun Ngemis Sama IceFrog, DotA Tetap Akan Menjadi Milik IceFrog…

Genre : Adventure/Romance/--

Rating : Teens [T] (Untuk Beberapa Adegan Berlinang Darah)


Chapter 9 : The Way You Look Into My Eyes

---Normal POV’s---
Seorang gadis berambut panjang berlari menuju Frozen Throne, wajahnya terlihat sangat kelelahan. Dia berlari dan terus berlari menuju tempat pertemuan para perwira Scourge yang sedang merencanakan sebuah penyerangan besar.

“Maaf saya terlambat!” Seru Riza sesaat setelah masuk kedalam ruangan para perwira Scourge.

”Kau terlambat terlalu lama Riza, kita sudah memulai pertemuan ini 1 jam yang lalu, dan ini semua akan segera berakhir!” Ucap Kael dengan nada cukup marah.

“Maafkan aku, kondisi ibuku sedang tidak baik, jadi aku harus merawatnya terlebih dahulu…” Ucap Riza seraya membungkukkan badannya pertanda meminta maaf.

“Tak masalah Riza segera ke tempatmu…” Seru Jendral Abbadon dengan bijak.

”Terima kasih jendral!” Riza berkata dan membungkuk lagi.

”Baiklah, seperti yang sudah kita bahas tadi! Kita serang Sentinel malam ini juga!” Ucap Jendral Abbadon

*Location Warp : Kerajaan Sentinel*
---Mortred POV’s---
Aku memandang jauh ke arah matahari yang sedang terbenam, suasana sore hari ini sungguh menenangkan hati. Setelah kejadian pesta dansa semalam, aku tinggal di istana Arthas, aku tak tahu harus berkata apa, tetapi sepertinya aku sudah menjadi kekasihnya.

Terus dan terus kuresapi keheningan sore yang sangat indah ini hingga akhirnya aku mendengar pintu kamarku diketuk, ”Buka saja itu tidak terkunci,” ucapku masih memandang matahari terbenam.

”Mortred...” Aku berbalik dan melihat Arthas berdiri disana sudah siap dengan Flaremournenya.

”Arthas, apakah kau akan terjadi perang? Kau membawa Flaremourne...” Tanyaku.

”Seperti itulah... Baru saja Scourge melakukan penyerangan mendadak, aku akan maju kesana untuk memberi komando langsung...” Jawabnya dengan lembut.

”Kurasa aku akan tetap disini... Aku belum siap bertemu mereka...” Ucapku lirih.

”Itulah yang akan kubicarakan padamu, tetaplah disini Mortred, aku tidak ingin kau terluka...” Arthas mendekatiku dan mencium keningku.

”Berhati – hatilah, Arthas...” Ucapku pelan.

Arthas hanya tersenyum dan berbalik meninggalkanku, aku hanya bisa terdiam tak tahu harus berbuat apa. Dalam lubuk hatiku yang terdalam aku sangat ingin menanyakan bagaimana kabar Riza sahabatku di sana. Tetapi akan sangat mencurigakan jika aku muncul dari arah Sentinel tanpa luka dan bertanya tentang Riza, aku bisa dituduh sebagai mata – mata. Sekarang aku hanya bisa termenung dikamarku menanti semua ini berakhir...

*Location Warp : Post Perang Sentinel*
---Normal POV’s---
“Magina the Anti-Mage! Ikut denganku ke selatan!” Ucap Arthas lantang.

”Baiklah Lord Arthas,” jawab orang dibelakangnya berlari mengikuti Arthas.

Pertempuran dahsyat terjadi, Arthas memberikan komando secara langsung dan Magina menggerakkan pasukannya atas komando Arthas. Dari pihak Scourge, Riza maju memimpin satu batalion penuh pasukan Scourge.

“Jangan takut mati! Kalian akan mati sebagai pahlawan!” Ucap Riza seraya maju menerjang para tentara Sentinel.

Serangan demi serangan dilancarkan kedua belah pihak, Riza yang dengan penuh semangat terus memberikan dukungan kepada prajuritnya. Magina dengan tenang tapi mematikan maju menghabisi para prajurit Scourge yang mendekatinya hingga akhirnya dia melihat Riza yang sedang berlari kearahnya. Magina terdiam sejenak, memandang mata gelap Riza yang memancarkan semangat. Sangat cantik. Rambut coklat panjangnya berkibar dengan indahnya diterpa angin kencang yang ditimbulkan serangannya.

Riza melihat kearah Magina yang sedang terdiam, dilihatnya mata ungu penuh pesona memancarkan aura keseriusan. Kedua mata mereka bertemu untuk beberapa menit tanpa terjadi apa-pun. Dunia terasa terhenti, mereka berdua telah lupa akan perang yang telah berkecamuk diantara mereka. Hingga akhirnya seorang tentara Sentinel menyerang Riza. Riza terhempas terkena serangan dari tentara tersebut, Magina dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

”Boleh kutahu... Siapakah namamu?” Ucapnya sambil tersenyum.

Mata mereka kembali bertemu... ”Caramu melihat mataku, sungguh mempesona...” Ucap Riza dalam hati.

”Riza Silkwood... Dan izinkan aku menanyakan hal yang sama...” Ucap Riza seraya tersenyum.

”Magina the Anti-Mage... Senang bertemu denganmu Lady Riza...” Jawabnya sambil membalas senyuman Riza.


-End of Chapter IX-

Awal yang baru..!! Pertama kali bikin Riza sama Magina ketemu ane ngerasa agak aneh sih... Lagi perang kok sempet – sempetnya begitu >~< Tapi kata temen ane yang merupakan senior di dunia FanFict, ternyata gak masalah kok XD~

BTW, Ane Bakal Ke Bandung Sampek Minggu, Jadi susah Buka Internet, Ditunggu aja Updatean Berikutnya Oke :)

bkn nya mata magina ketutup y ??
kok bisa tatap"an ?? wkwkwk..

RiseKnight
05-03-2010, 06:48 AM
bkn nya mata magina ketutup y ??
kok bisa tatap"an ?? wkwkwk..

gak apa kale, dood...

Saya aja gambar teror blade tanpa pnutup mata.

Wah ganteng loh! Tp rambut ma tanduknya ga match. Jd saya ubah jd rambut pendek tanpa tanduk. Wuih! Colll, dood!


<--- Terhanyut dlm dunianya sndiri.

RandoM-
05-03-2010, 05:36 PM
Usulllll... >.<

Gimana kalo kita janjiin cendol segelas / orang

dengan syarat, setiap 3 hari minimal diliris 1 chapter...

:D

ehehehe... ayo kk maun... gak sabar nie...

scythers
05-03-2010, 10:38 PM
setujuh ommm

:p:p

RiseKnight
05-04-2010, 06:47 AM
Usulllll... >.<

Gimana kalo kita janjiin cendol segelas / orang

dengan syarat, setiap 3 hari minimal diliris 1 chapter...

:D

ehehehe... ayo kk maun... gak sabar nie...

bagus, dood! Walaw agak memeras.

Nyaran tokoh mr Al, dood!

Saveraz the Shadow Sneaker

*Usia : ???

*Tinggi : 180 cm

*Berat : 66 kg

*Kemampuan :
Shadow[Menjadi bayangan agar tidak diketahui keberadaannya. Dan dapat menyelinap di antara sela-sela pintu sekalipun.(Gem of True Sight gak mempan)], Shadow Glint [Serangan maut dengan puluhan kloning menyerang secara bersamaan], Anti Magic[Tidak dapat dilukai oleh magic namun efek magic tetap berlaku], Forbidden Avatar [Berubah menjadi makhluk hitam besar dan menghancurkan semua yang ada di dekatnya termasuk temannya sendiri]

*Pangkat : ???

*Muncul Di : blum diterima

*Keterangan : Berambut putih pendek tegak, iris matanya berwarna abu-abu,
senjatanya mirip dengan the Soul Keeper, tidak memakai penutup mata seperti the Soul Keeper. Memiliki kulit abu-abu pucat, telinga seorang elf, sayap setan, dan badan manusia.

*Latar Belakang : Seseorang yang merupakan percampuran dari Human, Elf, dan Undead. Dia dibentuk dari kekuatan alam oleh Ancient Nature. Karakternya dingin dan tidak banyak bicara.

*Story : Ditemukan oleh salah satu prajurit Scourge di tempat keramat yang tiba-tiba muncul di antara kerajaan Sentinel dan Scourge. Otomatis dia bergabung dengan kerajaan Scourge. Dia pernah menyelinap ke kerajaan Sentinel atas perintah kerajaan untuk membunuh Arthas yang sedang tertidur, namun gagal karena Rikimaru datang untuk memberi laporan mendadak tentang anggota Scourge baru yang akan menyelinap ke kerajaan. Di mata Saveraz, Sentinel adalah kerajaan kejam yang telah mengganggu Scourge sejak lama. Dia telah dibohongi oleh Scourge agar dia mau bekerja sama dengan mereka.


Ancient Nature

*Usia : ???

*Tinggi : ???

*Berat : ???

*Kemampuan : Neutral Call [Membuat Neutral Creeps],
Ancient Call [Membuat Ancient Creature seperti Hydra, Ancient Golem, dan Roshan]

*Pangkat : Lord of Nature

*Muncul Di : blum diterima

*Keterangan : Cahaya hijau yang melayang di udara.

*Latar Belakang : Merupakan penjaga alam yang mengurus keseimbangan alam. Namun perang antara Sentinel dan Scourge membuat keseimbangan alam hancur dan kekuatannya berkurang.

*Story : Ancient Nature hanya memiliki sedikit kekuatan. Dia membuat Saveraz dengan kekuatan terakhirnya berharap Saveraz dapat menghentikan perang(namun disalah gunakan oleh Scourge). Setelah membuat Saveraz, Ancient Nature menghilang untuk selama-lamanya.




Karakter2x ini sudah saya pikirkan slama 3 jam agar match dengan keadaan, dood!

RandoM-
05-04-2010, 12:24 PM
wah setuju sama chara. nya, tapi skillnya terlalu dewa, harus diturunin dikit tuch...
;)

kalo DotA ngerilis char kayak gini bisa jadi kontroversi nih...

***

oh iya sedikit kritik, kk maun, Silkwood bukannya warna biru transparant yaa?

itu kalo main warnanya transparant gitu venge... >.<

scythers
05-04-2010, 01:34 PM
jadi nasib thread ini gimana yah ?? lanjut apa engga kk almaun ??

kalo engga boleh dnk bagi link fan fic yang baru

:cool::cool:

RiseKnight
05-04-2010, 01:49 PM
wah setuju sama chara. nya, tapi skillnya terlalu dewa, harus diturunin dikit tuch...
;)

kalo DotA ngerilis char kayak gini bisa jadi kontroversi nih...

***

oh iya sedikit kritik, kk maun, Silkwood bukannya warna biru transparant yaa?

itu kalo main warnanya transparant gitu venge... >.<

Dewa seh dewa, tp mana cost n coldown nya berat, so dia jarang pake skillnya dlm crita. Dia tipe agi anyway, dood.

Diliris dota jg gak apa. Tp masuk -FUN mode. Hanya saja skrg gak ada mode fun lagi ea.


Ea, venge yg transparan. Abiz tu hruznya venge ga punya berat ya? Diakan sjenis hantu penasaran, dood???

almaun
05-04-2010, 02:54 PM
Namanya Juga FanFict, Ada Sedikit Perubahan Gak Papa Kan..?? :)

Kayaknya Cerita Baru Gw Gak Jadi, Gw Gali Cerita Lama Gw Aja... XD~

scythers
05-04-2010, 09:49 PM
wakawkawkawk.. menunggu dhe kalo bgtu

:D:D

almaun
05-04-2010, 09:53 PM
Sabar Ye...
Lagi Cari Inspirasi, Mulai Dari Baja - Baja Manga, Nonton Anime, Sampek Baca Doujinshi Nih Ane...

T_T~

RiseKnight
05-05-2010, 05:33 AM
Sabar Ye...
Lagi Cari Inspirasi, Mulai Dari Baja - Baja Manga, Nonton Anime, Sampek Baca Doujinshi Nih Ane...

T_T~

hentai juga...
Hahaha! Canda, dood!
Klo saya nyari inspirasi di WC ato muter2in lantai...

RandoM-
05-06-2010, 12:45 PM
sini kk maun, saya bantu garukin kepalanya biar enak mikirnya... >.<

FROST
05-10-2010, 04:07 PM
up up up:D:D:D

almaun
05-11-2010, 03:10 AM
Sore Ini Update :)

P.S. : Kalo Gak Isa Mungkin Besok Pagi...

RandoM-
05-11-2010, 12:22 PM
Sore Ini Update :)

P.S. : Kalo Gak Isa Mungkin Besok Pagi...

aaaaaaaaaa, ditunggu lhoo janjinya... >.<

Anak Aneh
05-11-2010, 03:23 PM
lama ga nengok nih
Lanjutannya bagus ga?
Sakit kepala masukin password pake hp, abis pasnya gini
*s*a*xs*ax*s*
:confused:
Saya tunggu novelnya di toko buku ya:D

rathalos666
05-12-2010, 08:55 AM
panjang amir, baru sampe chapter 2 -_-'a
:D:D

RandoM-
05-12-2010, 12:00 PM
Sore Ini Update :)

P.S. : Kalo Gak Isa Mungkin Besok Pagi...

almaun pembohoong... T^T

katanya kemarin sore, sampai siangpun belum nongol juga...

almaun
05-13-2010, 06:52 AM
MAAF GAN..!!
GW CHECK UP 2 Hari Ini..!!
Ada Pelebaran Jantung :O
Cerita-nya Itu UDah Jadi, Tapi Filenya Gw Search Kok Gak Ketemu..!! >~<
Ketik Ulang Deh...

EDIT : OKE FILE UDAH KETEMU, TINGGAL KASIH KE BETA RIDER [Temen Gw] TERUS GW POST..!!

rathalos666
05-13-2010, 07:16 AM
ane do'a in abang sapi supaya sehat terus :D, supaya bisa ngetik fanfic DotA lagi :D

RiseKnight
05-13-2010, 05:11 PM
laen kale critanya ditaru ke 1 file, bier ga kemana2x.

rathalos666
05-13-2010, 05:27 PM
dari pagi ampe sore masih belom kelar kayanya :)

almaun
05-13-2010, 06:32 PM
laen kale critanya ditaru ke 1 file, bier ga kemana2x.

Itu Yang Jadi Masalah..!!
Ane Taruh 1 Folder, Foldernya yang Ilang T_T

rathalos666
05-13-2010, 07:39 PM
kagak di backup gitu ???

RandoM-
05-13-2010, 10:10 PM
akhirnya mulur lagi kayak novel saya... T^T

scythers
05-13-2010, 10:36 PM
wah, dah lama tak cek.. tampaknya ada chapter baru nie..

RiseKnight
05-14-2010, 06:44 AM
ga ada yg baru, dood!

almaun
05-14-2010, 11:09 PM
Gan, Gw Butuh Beta Reader Nih...
Beta Reader Gw Udah Gak Pernah Kelihatan Di FFN...
Bagi Yang Berminat Harap PM Saya Ya... :)

Tugas Beta Reader Itu Mengomentari Cerita Baru Yang Akan Di Update...
Jadi Sebelum Gw Upload Disini, Si Beta Reader Itu Udah Baca Ceritanya, Kasih Komentar, Saran, Kritik, dll.

Sangat Butuh Bantuan :)

Thanks Before...

Regrads,
Author...

RandoM-
05-14-2010, 11:22 PM
Gan, Gw Butuh Beta Reader Nih...
Beta Reader Gw Udah Gak Pernah Kelihatan Di FFN...
Bagi Yang Berminat Harap PM Saya Ya... :)

Tugas Beta Reader Itu Mengomentari Cerita Baru Yang Akan Di Update...
Jadi Sebelum Gw Upload Disini, Si Beta Reader Itu Udah Baca Ceritanya, Kasih Komentar, Saran, Kritik, dll.

Sangat Butuh Bantuan :)

Thanks Before...

Regrads,
Author...

saya mau, tapi berhubung saya masing anak bawang disini, mungkin gak bisa koment sampe mendetail kayak kak je yi... >.<

ceritanya mana kak? dah ditunggu nih...

almaun
05-14-2010, 11:24 PM
Iya Nih...
Udah Gw Kasih Ke Beta Reader Gw Lom Dibales Sama Dia...
Begitu Gw Liat Last Activity-nya, Eh Kok Tanggal 10 Mei 2010 -_-a
Ditunggu Aja... Abis Cerita Gw Kalo Gak Disaring Dulu Bisa Jelek...

Ada Yang Berminat..??

Yang Jelas Harus Bisa Comment Dengan Baik :)

NOTE : TOLONG DI RATE YA :)

rfkrsyd
05-14-2010, 11:24 PM
Gan, Gw Butuh Beta Reader Nih...
Beta Reader Gw Udah Gak Pernah Kelihatan Di FFN...
Bagi Yang Berminat Harap PM Saya Ya... :)

Tugas Beta Reader Itu Mengomentari Cerita Baru Yang Akan Di Update...
Jadi Sebelum Gw Upload Disini, Si Beta Reader Itu Udah Baca Ceritanya, Kasih Komentar, Saran, Kritik, dll.

Sangat Butuh Bantuan :)

Thanks Before...

Regrads,
Author...

you have right guy here
<<< wakakkaka

almaun
05-14-2010, 11:25 PM
you have right guy here
<<< wakakkaka

Beneran Mau Rif..?? :confused:

Tapi Gw Gak Yakin Deh :D

Wakakakaka... Canda Gan XP~

rfkrsyd
05-14-2010, 11:30 PM
Beneran Mau Rif..?? :confused:

Tapi Gw Gak Yakin Deh :D

Wakakakaka... Canda Gan XP~

<< pembaca yg baik loh :D
wkwkwk tp klo gw kritik aneh2 jgn dimarahin gwnya wkwkwk

almaun
05-14-2010, 11:32 PM
Sep, Besok Siang Gw Kirim Ke Ente Deh :)
File Gw Lagi Di Restore Soalnya...

RandoM-
05-16-2010, 10:40 PM
Sep, Besok Siang Gw Kirim Ke Ente Deh :)
File Gw Lagi Di Restore Soalnya...

masih belum... :(

scythers
05-17-2010, 02:42 PM
hooh.. lama euy.. ditungguin ma pembaca setia nie

:D:D

RiseKnight
05-17-2010, 04:36 PM
sambil nunggu baca crita saya aja, dood!

Hehehe, bole promo kan, dood?

RandoM-
05-18-2010, 12:27 PM
ayo kak maun... sapi... T^T

RandoM-
05-25-2010, 07:18 AM
TUINK~~


Threadnya lompat ke atas... >.<

Anak Aneh
05-26-2010, 06:53 AM
Gan, Gw Butuh Beta Reader Nih...
Beta Reader Gw Udah Gak Pernah Kelihatan Di FFN...
Bagi Yang Berminat Harap PM Saya Ya... :)

Tugas Beta Reader Itu Mengomentari Cerita Baru Yang Akan Di Update...
Jadi Sebelum Gw Upload Disini, Si Beta Reader Itu Udah Baca Ceritanya, Kasih Komentar, Saran, Kritik, dll.

Sangat Butuh Bantuan :)

Thanks Before...

Regrads,
Author...

kalo bisa saya mau
tapi ol paling 1-2 bulan sekali (ampe internet bener ini curi curi dari kompie sekolah)

maximillion
05-30-2010, 08:46 AM
Lanjutannya gan!!
menanti daku disini
( baca ini fanfic ampe lupa ngurus travian )
wkwkwkwk..

RiseKnight
05-30-2010, 09:10 AM
dood, tuan almaun kok ga dilanjutin?

almaun
05-30-2010, 11:25 AM
Akan Dilanjutkan, Tapi Saya Sendiri Sedang Fokus Dengan Cerita Lain Yang Saya Upload Di http://www.fanfiction.net

Karena Anime Kecil, Jadi Gak Saya Sebar Disini :)

Sedangkan Fict Ini Sendiri Sedang Menemui "Jalan Buntu" Karena Alur Yang Mengalir Di Otak Dan Pikiran Saya Malah Menuju Cerita Lain -_-a

E-motion
05-30-2010, 11:45 AM
Nice Gann..

RiseKnight
05-31-2010, 05:43 AM
Akan Dilanjutkan, Tapi Saya Sendiri Sedang Fokus Dengan Cerita Lain Yang Saya Upload Di http://www.fanfiction.net

Karena Anime Kecil, Jadi Gak Saya Sebar Disini :)

Sedangkan Fict Ini Sendiri Sedang Menemui "Jalan Buntu" Karena Alur Yang Mengalir Di Otak Dan Pikiran Saya Malah Menuju Cerita Lain -_-a

Dood...
Laen kale klo mo buat crita tu, pikirin jalan crita awal, tengah, akhir(pemunculan masalah, klimax, anti klimax, penyelesaian).

almaun
05-31-2010, 07:34 PM
Udah Ada Plotnya Kok [Bohong], Cuma Belum Bisa Nentuin Kalimat Aja :)

RandoM-
05-31-2010, 08:37 PM
Dood...
Laen kale klo mo buat crita tu, pikirin jalan crita awal, tengah, akhir(pemunculan masalah, klimax, anti klimax, penyelesaian).

wah novel saya gak kepikiran masalah itu... >.<


~Back To Topic~

ayo dong kak maun... di tunggu nih...

maximillion
06-04-2010, 07:34 AM
kok,
nggak dilanjutin sih??
udah lama nih..

scythers
08-04-2010, 06:25 AM
sundul ahh.. kk sapi mana nie novelnya ??

RandoM-
08-04-2010, 06:27 AM
asik asik asik... >.<

di sundul beneran, hehe...

scythers
08-04-2010, 06:31 AM
ya iya dnk.. nie novel bagus juga.. gw kn penggemar novell.. xixiix..

ketika suntuk maen trav n males ngapa2in mdgn baca novel dari forum..

:p:p

almaun
08-04-2010, 10:35 AM
Maaf Lagi Sibuk... >~<

scythers
08-04-2010, 11:12 AM
hahaha.. Dtunggu kk..

E-motion
08-04-2010, 01:03 PM
ayo update om..

Kid.
08-23-2010, 10:22 PM
Wah ini jg keren ceritanya

RandoM-
08-23-2010, 10:45 PM
waw... disundul... http://forum.megaxus.com/Smileys/default/aud-swt.gif

scythers
08-23-2010, 10:48 PM
gk tw nie.. ada tukang gali kubur

:D:D

faishal fikri
10-17-2010, 08:08 AM
sumpah... ceritanya bagus bgt......

om sapi lanjutin dong...

AM a'Clock
10-17-2010, 09:14 AM
yup ceritanya emang bagus klo ga niat nulis mending dari pertama ga post kyk cerita yg ada di forum trav kebanyakan stop ditengah jln cuma ngejar cendol

almaun
10-18-2010, 12:03 AM
Gw Pending Karena Ada Masalah Gan Di RL...

Jujur Aja Ya...

Nama Riza Disitu Gw Dapet Dari Nama Cewe Gw Di RL...

Terus Gw Ada Sedikit Masalah Sama Dia, Dan Akhirnya Fict Ini Gw Pending...

Tapi, Sekarang Kondisi Udah Agak Bagus, Jadinya Mau Gw Terusin...

Ini Sama Last Gear Bakal Gw Lanjutin Besok [Senen]

almaun
10-21-2010, 05:33 PM
Last Gear Udah Ane Update...
Besok Update Yang Ini Ah...

Prepare Your Self Gan :)

R4F
10-28-2010, 01:21 PM
Mana lanjutanya gan??? seru ceritanya.. walaupun bbrp gak cocok smp aslinya.. hehe..

RandoM-
10-30-2010, 12:38 AM
Last Gear Udah Ane Update...
Besok Update Yang Ini Ah...

Prepare Your Self Gan :)

9 hari ku menanti... >.<

Xwey Dy
10-30-2010, 08:37 PM
ayo gan , jadi betah buka porum nh

scythers
12-02-2010, 05:13 PM
mari gali kuburr.. wkkwkwk..

ayo kk sapi dilanjutkan fanfic dota nya.. wkwkwk

area 52???
12-02-2010, 05:34 PM
@schtyres:
tukang gali kubur spotted! Sodaranya chikira ya? :D

kk almaun udah jarang ol ya?

FROST
05-21-2011, 01:44 PM
yah masa ga di lanjutin nih fanfict?
padahala lagi seru2 nya jg >_<

FROST
05-21-2011, 01:57 PM
yah masa ga di lanjutin nih fanfict?
padahala lagi seru2 nya jg >_<

almaun
05-22-2011, 07:12 PM
yah masa ga di lanjutin nih fanfict?
padahala lagi seru2 nya jg >_<
Entah Lah... Feel Bored To Continue This...
Don't Know Why -_-a

Ane Usahain Lanjutin SEMUA Fict Ane Kalau Ada Waktu...

Believe Me, Gw Suka Nulis, Kagak Suka Nelantarin Ginian...
Tapi, Apa Daya... Jika Sesuatu Sudah Membusuk Dan Mati, Itu Sudah Tidak Bisa Dihidupkan Lagi...
Tunggu Aja, Mungkin Bakal Gw Lanjutin Fict - Fict Gw... -Dengan Mendadak-

FROST
05-23-2011, 03:04 PM
Entah Lah... Feel Bored To Continue This...
Don't Know Why -_-a

Ane Usahain Lanjutin SEMUA Fict Ane Kalau Ada Waktu...

Believe Me, Gw Suka Nulis, Kagak Suka Nelantarin Ginian...
Tapi, Apa Daya... Jika Sesuatu Sudah Membusuk Dan Mati, Itu Sudah Tidak Bisa Dihidupkan Lagi...
Tunggu Aja, Mungkin Bakal Gw Lanjutin Fict - Fict Gw... -Dengan Mendadak-

di tunggu aja deh bro :)

XSAGA354
05-29-2011, 10:15 AM
wah.......padahal bagus tuh......

speed_riyan
06-17-2011, 07:03 PM
gw mo nanya donk ma tuh 2 senjata...yg di pegang abadon..sama yg di pegang artas...eh iya artas siapa ya di dota...kok rasa nya nama nya asing buat gw dah...klo abadon gw tau ...satu lagi...pedang yg mereka pake ber 2 itu sange yasha apa bukan ya...??? soal nya klo di lihat2 pedang api sama pedang ice...sedangkan yg megang pedang ice itu emang abadon nah yg megang pedang api di dota sapa ya...rasa nya belom pernah liat...

XSAGA354
06-17-2011, 10:42 PM
gw mo nanya donk ma tuh 2 senjata...yg di pegang abadon..sama yg di pegang artas...eh iya artas siapa ya di dota...kok rasa nya nama nya asing buat gw dah...klo abadon gw tau ...satu lagi...pedang yg mereka pake ber 2 itu sange yasha apa bukan ya...??? soal nya klo di lihat2 pedang api sama pedang ice...sedangkan yg megang pedang ice itu emang abadon nah yg megang pedang api di dota sapa ya...rasa nya belom pernah liat...

hehehe namanya juga ngarang mas....nama abadon klo di WARCRAFTnya arthas,klo di DOTAnya baru abadon..CMIIW

almaun
06-19-2011, 01:08 PM
gw mo nanya donk ma tuh 2 senjata...yg di pegang abadon..sama yg di pegang artas...eh iya artas siapa ya di dota...kok rasa nya nama nya asing buat gw dah...klo abadon gw tau ...satu lagi...pedang yg mereka pake ber 2 itu sange yasha apa bukan ya...??? soal nya klo di lihat2 pedang api sama pedang ice...sedangkan yg megang pedang ice itu emang abadon nah yg megang pedang api di dota sapa ya...rasa nya belom pernah liat...
Namanya Aja Cerita Fiksi Gan...
"Jangan pernah mengira Tuhan memiliki batasan, karena Tuhan dapat melakukan segalanya" -Almaun

Kalau Untuk Inspirasi Nama, Itu Frostmourne Emang Ada Di WARCRAFT [Sekali Lagi : WARCRAFT Bukan DotA, Silahkan Maen Campaign-nya]
Sedangkan Yang Api Ane Kasih Nama Flaremourne, Karena Emang Lawannya Frost :p [Dan Gw Suka Namanya]

FROST
06-19-2011, 01:27 PM
Namanya Aja Cerita Fiksi Gan...
"Jangan pernah mengira Tuhan memiliki batasan, karena Tuhan dapat melakukan segalanya" -Almaun

Kalau Untuk Inspirasi Nama, Itu Frostmourne Emang Ada Di WARCRAFT [Sekali Lagi : WARCRAFT Bukan DotA, Silahkan Maen Campaign-nya]
Sedangkan Yang Api Ane Kasih Nama Flaremourne, Karena Emang Lawannya Frost :p [Dan Gw Suka Namanya]

wew jadi lawan ane flare?

XSAGA354
06-19-2011, 09:34 PM
wew jadi lawan ane flare?

wkwkwkkwwkwk,mentang2 nama lo FROST sih wwkwkwk

almaun
06-20-2011, 04:05 AM
Dapet Ilham Nih, Jadi Pingin Nulis Ini Lagi :D

FROST
06-20-2011, 12:04 PM
wkwkwkkwwkwk,mentang2 nama lo FROST sih wwkwkwk

:D
ntar ane bikin akun flare ah
tapi ga enak banget baca nya

Dapet Ilham Nih, Jadi Pingin Nulis Ini Lagi :D

lanjutin cerita ini dong bro :D

XSAGA354
06-20-2011, 02:21 PM
Dapet Ilham Nih, Jadi Pingin Nulis Ini Lagi :D

ditunggu selalu loh:D

RaY_dEviL
08-04-2011, 10:24 PM
Mantap om almaun..hehee..

ditunggu Fanfic DotA nya lg yah..hehe

ferry1992
10-16-2011, 06:14 PM
ayo dong ...tulistulistulisssssssssssssssss

faishal fikri
02-18-2012, 07:28 PM
Next storynya gan......

NeptuneChan
06-03-2013, 06:06 PM
Lanjutannya Dong..

Marloboro
06-24-2013, 10:44 AM
masi lama nih lanjutannya sepertinya .
seru seru