Page 2 of 24 FirstFirst 123412 ... LastLast
Results 11 to 20 of 239

Thread: [DotA FanFiction By : Almaun] Reborn

  1. #11
    Honoured Retiree almaun's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Disini Masih Sendiri...
    Posts
    3,562

    Default

    Oke Setelah Gw Pikir - Pikir...
    Rambut Hitam Panjangnya Si Mortred Gak Cocok Dengan Warna Mata Hijau Emerald...
    So Warna Matanya Gw Ganti Jadi Biru Sapphire...

    Semoga Pada Gak Protes~~
    -Almaund-

  2. #12
    Shureet's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Asura Battleship
    Posts
    2,746

    Default

    Saya sih ga tau mortred itu gimana, berhubung aku bukan DotA lovers, cuma sekedar tau aja

    Terserah deh
    Ke thread ini yuk
    Download game saya dan mainkan

    Lihat kota kecil saya yuk: http://kriegsuvitzer.myminicity.com/

  3. #13

    Default

    wow jd deg"an neh.. pengin liat "bayangan hitam" di kurung "pepohonan hijau" trus blink critical critical ampe 1st blood ^o^
    -3- maen sante ga bikin bete -3-
    -3- ternyata gue berkarisma tinggi -3-

  4. #14
    GeDoY's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    USU NETA
    Posts
    196

    Default

    Haha, keren fanficnya...
    Lanjutin yah...

  5. #15
    s3nior m3mb3r's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Location
    Kepanjen, Malang
    Posts
    2,705

    Default

    lanjut bang

  6. #16
    Honoured Retiree almaun's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Disini Masih Sendiri...
    Posts
    3,562

    Default

    Kagak Nyangka Gw, Mayan Banyak Juga Yang Comment...

    Oke Ini Cerita Berikutnya Semoga Gak Mengecewakan...

    _________________________
    Disclaimer : DotA Masterpiece dari Icefrog, Ane Cuma Pinjem Beberapa Char Aja Kok Suer…

    Genre : Adventure/Romance [Lom kerasa]/--

    Rating : Teens [Untuk beberapa kesadisan yang terjadi disana]

    -Chapter 2 : Ambush-

    ---Mortred POV’s---
    Aku memulai perjalananku menuju Hutan Asenvalle Utara bersama dengan beberapa prajurit yang kupimpin. Hutan Asenvalle memang terkenal dengan banyaknya hewan hewan buas yang siap menerjang makhluk hidup yang lewat. Saat kami sampai di muka Hutan Assenvale aku terdiam sejenak, menghilangkan rasa takut yang sangat menjadi jadi dikarenakan aura hutan yang begitu dahsyat. Saat aku siap, aku pun masuk kedalam hutan diikuti para Ghoul dan Witch dibelakangku.

    Setelah melangkah berjam – jam (2 Jam lebih tepatnya), dihadapan kami berdiri 2 makhluk berukuran besar dengan senjata kapak yang berlumuran darah. Tanpa basa – basi lagi kedua makhluk tersebut menerjang kami.

    ”Prajurit, bersiaplah untuk melawan para Centaurus ini!” Kataku menyemangati prajuritku. “SERANG!” Tambahku.

    Para Ghoul maju menerjang 2 ekor Centaurus tersebut, aku pun mulai menyerang salah satu Centaurus yang lebih kecil dari Centaurus satunya. Beberapa menit kemudian, Centaurus yang kuhadapi telah terkapar tak bernyawa dihadapanku, namun Centaurus yang dihadapi oleh para Ghoul kelihatan sedang membantai mereka. Aku maju dengan Chakram di tangan kananku dan melompat ke arahnya dan mencoba memutus kepalanya. Baru setelah beberapa kali tebasan Chakramku Centaurus itu mati. “Cukup melelahkan untuk 2 ekor Centaurus,” pikirku sambil terengah – engah.

    Setelah pertempuran kecil itu selesai aku menyadari beberapa prajuritku mati, dan cukup banyak yang terluka. “Sial!” Umpatku dalam hati. Melihat kondisi mereka yang kurang baik kamipun beristirahat. Sambil terus berjaga – jaga, aku melihat – lihat kondisi sekitar. “Hutan ini sangat mengerikan,” ujarku lirih. Baru 15 menit aku melihat – lihat kondisi sekitar, terdengar suara yang sangat keras dari peristirahatan para Ghoul. Akupun berlari menuju peristirahatan.

    Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, para Treant (Tentara Sentinel) menyerbu peristirahatan kami. “Sial! Sial! Sial! Kenapa mereka bisa tahu kami disini,” aku kembali mengumpat dalam hati. Dengan mencoba mengkonsentrasikan energiku, aku merubah diriku menjadi seperti bayangan. Inilah skill kebanggaanku, Blur. Setelah selesai mengkonsentrasikan energiku, aku mulai menerjang para Treant tersebut.

    *Time Warp : 2 Jam Kemudian*
    2 Jam telah berlalu dan kami berhasil menghabisi para Treant tersebut. Ghoul yang tersisa tidak ada 1/2 dari saat kami berangkat pertama kali. “Aku harus bergegas sebelum mereka mengirim lebih banyak tentara lagi,” pikirku. “Prajurit! Kita segera menuju ke tempat Letnan Soul Keeper sekarang! Posisi kita sudah diketahui! SEGERA BERANGKAT!” Ucapku dengan nada penuh kecemasan.

    Kamipun segera meneruskan perjalanan seraya berharap tidak ditemukan oleh para Treant lagi. Satu hal yang mengganjal pikiranku, “Tidak ada perwira tinggi Sentinel disana,” ini membuatku cemas karena sebuah penyerbuan pasti ada minimal seorang pimpinan penyerbuan. Aku mencoba membuang semua hal negatif yang ada dan mulai melanjutkan perjalan di belakang rombongan (berjaga – jaga jika ada serangan dari belakang).

    Baru beberapa menit kami melangkah, para Ghoul di barisan depan sudah berteriak – teriak dengan riuh. Para Treant dan Druid of The Talon [Author Note : Berikutnya bakal gw singkat jadi “Talon”] sedang menghadang kami, para Talon di atas pohon menghabisi para Ghoul, para Treant menerjang tanpa henti! Aku melemparkan sebuah tanda pertolongan ke udara (Mengharap Terror Blade melihat dan menolong). Setelah selesai dengan sinyal bantuanku, aku membantu Ghoul di barisan depan. Seperti biasa, Blur tidak lupa ku gunakan untuk menyamarkan diriku.

    Setelah pertempuran hampir mencapai puncaknya, barulah aku melihat sesuatu yang janggal, sebuah bayangan, tidak itu adalah sesuatu yang nyata, setelah aku amati dengan lebih cermat, dia adalah salah satu letnan di Sentinel. Rikimaru the Stealth Assassin.

    “Brengsek! Aku tidak menyadarinya dari tadi, penyerangan tadi pastilah ulahnya, aku baru ingat sekarang Sentinel memiliki mata – mata tingkat tinggi seperti Rikimaru. Dirinya tidak akan kelihatan jika dia tidak melakukan sebuah gerakan yang fatal.” Pikirku dalam hati. “Berarti selama ini kami diikuti!” Pikirku lagi.

    Rikimaru yang menyadari dirinya telah terlihat, memandangku dengan mata pembunuh. Dia mulai menerjang kearahku dengan senjatanya yang sudah banyak memakan korban jiwa. Sesaat sebelum aku menyerangnya, tubuhnya tiba tiba menghilang. Aku sedikit terkejut saat melihatnya menghilang. Kucoba memejamkan mataku untuk mencari dimana dia. Baru beberapa detik setelah aku memejamkan mataku, kurasakan sesuatu melukai punggungku.

    Rikimaru menyerangku dari belakang, serangannya yang tak kuduga itu membuat punggungku sedikit mengeluarkan darah dari sayatan yang ditimbulkannya. Baru akan kuserang dia, tubuhnya kembali tak terlihat. Aku mulai panik dan hanya melakukan 1 hal, “Terus berlari.” Aku harus bergerak secepat mungkin agar tidak terkena serangannya. Namun sepertinya usahaku sia sia. Dia terus menyatku dengan senjatanya. Darah segar telah bercucuran di sekujur tubuhku. Pandanganku buyar. Tubuhku lesu. Nafasku terengah – engah. Kemudian aku terjatuh.

    “Jadi hanya seperti itu kemampuan dari Letnan Scourge,” aku mendengar suara yang belum pernah kukenal. “Bagaikan sampah!” Lanjutnya lagi.

    Aku menyadari itu adalah suara Rikimaru, aku yang sudah tak berdaya ini tidak bisa berkata apa – apa dan hanya bisa berharap agar bantuan segera datang. “Cih, ini membosankan, akan kuselesaikan ini sekarang.” Kudengar kembali suara Rikimaru dengan sedikit nada sombong. Aku sudah berpikir, “inilah akhir hidupku.”





    Beberapa detik kutunggu tapi sebuah serangan tidak juga datang. Aku mencoba mengangkat kepalaku dan melihat daerah sekitar. Para Ghoul sedang menghabisi beberapa Treant, tetapi yang aneh pada saat itu adalah, “Prajuritku seharusnya tidak sebanyak ini…” Ujarku lirih. Beberapa detik berselang dan baru lah aku sadari, itu adalah pasukan bantuan. Terror Blade berdiri disana menggenggam leher rikimaru yang pingsan. Aku tak percaya dia bisa mengalahkan Rikimaru dengan mudahnya sedangkan aku tengkurap tak berdaya melawannya.

    Sadar ada yang memperhatikannya, Terror Blade membanting Rikimaru dan berjalan menuju kearahku. Diapun berjalan dengan sikap tenang dan berjongkok di depanku, “Kau tak berguna!” Katanya dengan nada yang mengerikan. Seketika itu aku merasa sakit sekali. Seorang yang sempat kuidolakan karena telah mengatakan “3 Kata Pembuka Perang” pertamaku. Seseorang yang menjadi rekanku dalam penyerangan ini. Seseorang yang telah menolongku. Seseorang yang telah menghancurkanku hanya dengan kata – kata…

    “Kau adalah beban Scourge, kami tidak membutuhkanmu!” Tambahnya lagi seraya berdiri memunggungiku dan pergi. “Kau merusak semua rencanaku!” dia menambahkan beberapa kata lagi, dan pergi meninggalkanku yang tak berdaya di sini, sendirian…

    -End of Flashback-
    Aku terbangun dari tidur singkatku karena mendengar ada sesuatu yang bergerak dibalik semak – semak. Aku sudah merasa takut jika hewan buas menyerangku. Aku sudah tidak berdaya sekarang, luka yang diciptakan Rikimaru benar benar telah membuatku tak bisa bergerak dengan baik. Jangankan berlari meninggalkan tempat itu, berdiripun aku kesulitan.

    Pikiranku yang kacau itupun terhenti karena semak – semak itu mulai membuka. “Sial! Disini banyak makhluk buas, kenapa mereka tidak segera datang dan memakanku. Aku lebih bersyukur dimakan makhluk buas dari pada DITEMUKAN OLEH PERWIRA SENTINEL!” umpatku dalam hati.

    -End of Chapter 2-

    Ditunggu Ya Gan Commentnya

    Last edited by almaun; 04-06-2010 at 07:10 PM.
    -Almaund-

  7. #17

    Default

    ayo donk lanjutan nya
    Kadang kala, ada desa yang diciptakan untuk dihati kita, bukan untuk dihidup kita -L 2016

    Travian is Never ending Drama

  8. #18
    Honoured Retiree almaun's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Disini Masih Sendiri...
    Posts
    3,562

    Default

    Barusan Juga Update Udah Minta Lanjut -_-a

    Gw Harus Konsen Ke USEK Nih Kambing Bener...

    Bisa Update Sehari 1 Udah Bersyukur Saia...

    Biasanya Menjelang Ujian Gini Modem Lenyap Ke Genggaman Ortu...

    ARGGGHHHHHH!!~~
    -Almaund-

  9. #19
    s3nior m3mb3r's Avatar
    Join Date
    Aug 2009
    Location
    Kepanjen, Malang
    Posts
    2,705

    Default

    wkwkwk, sama, aku jg mo usek, habis uan neh

  10. #20
    Honoured Retiree almaun's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Disini Masih Sendiri...
    Posts
    3,562

    Default

    Comment La~~
    -Almaund-

Page 2 of 24 FirstFirst 123412 ... LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •