Page 3 of 8 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 21 to 30 of 72

Thread: Aterias

  1. #21

    Default

    Chapter 6

    Orang itu berjalan perlahan, menghunus sebilah pedang besi yang sudah sedikit retak di bagian pangkalnya. Ia mengangkat tangannya perlahan-lahan dan dalam sebuah hembusan nafas, cipratan darah yang hangat menghiasi wajah kakunya. Legionnaire itu menindih korbannya yang meronta-ronta hingga kehabisan darah lalu menggendongnya ke arah perkemahan.

    Cahaya matahari yang menembus lemah dari sela-sela pepohonan membuat anak-anak kedinginan, beberapa di antara mereka saling berpegangan tangan atau bersandar guna menenangkan diri mereka. Tangisan serigala mulai terdengar di kejauhan sementara beberapa orang dewasa yang masih tersisa mencoba menyalakan api di tanah yang lembab dan berlumut itu.

    "Para pemburu sudah kembali!" Seru salah seorang anak yang menunjuk lima orang dewasa menggendong babi hutan di pundaknya.

    Sore itu mereka berkumpul dan menyantap babi hutan yang dipanggang dengan bumbu seadanya, beberapa dari mereka masih membawa sedikit roti dan gandum sisa dari tiga hari kemarin. Semua kecuali Jooan yang hanya duduk bersandar pada sebuah pohon tua yang ditumbuhi lumut yang licin dan empuk. Beberapa remaja lainnya berusaha membujuknya makan tetapi ia tidak lapar, sudah dua hari Jooan hampir tidak memasukkan apapun ke dalam mulutnya karena kehilangan selera makan.

    "Nak, coba cicipi daging ini," seorang ibu-ibu mencoba membujuknya lagi.

    "Tidak, saya tidak lapar, terima kasih," Jooan hanya menolak singkat dengan senyum yang terlihat dipaksakan.

    Ia tenggelam dalam dukanya yang mendalam, sahabat satu-satunya telah pergi meninggalkan dirinya. Bahkan ia sempat berpikir mati sekarangpun tidak menjadi masalah baginya.

    Mengapa kau meninggalkanku begitu cepat, dasar bodoh? Bukankah kau telah berjanji untuk melindungiku?

    Jooan menghela nafas pelan, lalu bangkit dan berjalan tanpa arah menaiki bebatuan licin yang ditumbuhi lumut tebal. Terkadang ia melihat beberapa bayangan saat sedang melamun, maka ia memutuskan untuk terus mendaki bebatuan di hutan itu dengan tatapan kosong, berharap orang yang ia rindukan akan muncul begitu saja dari dalam bumi. Jooan ingin berteriak melampiaskan perasaannya, tetapi ia memendam keputusannya setelah mendengar suara langkah yang teredam lumut di belakangnya. Ia berbalik untuk melihat siapa yang mengikutinya dari belakang tetapi lumut membuatnya tergelincir dan jatuh dari atas batu yang tinggi.

    "Kyaaaaaaa!" Jooan menutup matanya, alih-alih terjatuh dan terluka, sepasang tangan menangkapnya dengan sigap.

    Ia membuka matanya dan mendapati dirinya menatap sepasang mata sayu berwarna biru gelap untuk beberapa detik. Jooan merasakan wajahnya perlahan-lahan menjadi panas dan jantungnya berdegup semakin kencang. Laki-laki itu menurunkan Jooan dan mengulurkan tangannya yang kekar.

    "Bolehkah saya mengetahui nama nona yang berjalan-jalan sendirian di hutan ini?" Laki-laki itu mengembangkan senyumnya yang menawan.

    "Jooan," ia menyambut tangan laki-laki tersebut dengan sedikit gemetar.

    "Nama yang indah, namaku Shin," ia mengecup punggung tangan Jooan yang buru-buru ditarik karena terkejut oleh tindakannya barusan.

    "Uhh, kalau begitu, sampai bertemu lagi yaa?" Jooan segera berlari kembali menuju perkemahan, meninggalkan Shin tanpa menengok lagi ke belakang.

    Dasar bodoh, kenapa kau lari Jooan? Setidaknya ucapkanlah terima kasih terlebih dahulu! Dan mengapa kau berdebar-debar?

    Jooan kembali duduk bersandar di bawah pohon yang ia tempati tadi. Perasaannya tercampur aduk hingga ia memutuskan untuk menenangkan dirinya dan memejamkan matanya sesaat, berusaha melupakan wajah tampan itu.

    Aku hanya berdebar-debar karena tergelincir dan hampir jatuh. Ya, pasti karena itu.
    Last edited by MC Mong; 10-16-2011 at 12:17 PM. Reason: wah, banyak yang salah ketik (kurang konsen nih) :(
    Click the picture to read my fanfict ^^

    Pict made by SoraGFX

  2. #22

    Default

    Baca juga status kelanjutan chapter yang akan datang di halaman pertama

    atau berikan kripik pedas dan masukan gizinya agar penulis dapat berkembang ke arah yang lebih positif
    Last edited by MC Mong; 10-15-2011 at 05:08 PM.
    Click the picture to read my fanfict ^^

    Pict made by SoraGFX

  3. #23
    Jihadil's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Cilodong, Depok
    Posts
    609

    Default

    Jooan nya gak berterima kasih dulu ya??? masa langsung kabur

    ceritanya bikin ane tegang nih....
    terus di update ya...
    Mencoba mengejar mimpi

  4. #24
    Honoured Retiree
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    Redaksi iTravMagz
    Posts
    1,101

    Default

    Quote Originally Posted by MC Mong View Post
    Cahaya matahari yang menembus lemah dari sela-sela pepohonan membuat para anak-anak kedinginan...
    Bisa dihilangkan, kata "anak-anak" sudah menyatakan jamak.
    Eh, cahaya matahari kok membuat anak-anak kedinginan?

    Quote Originally Posted by MC Mong View Post
    Tangisan serigala mulai terdengar dikejauhan sementara beberapa orang dewasa yang masih tersisa mencoba menyalakan api di tanah yang lembab dan berlumut itu.
    di kejauhan

    Quote Originally Posted by MC Mong View Post
    ...Beberapa remaja lainnya berusaha membujuknya makan tetapi ia tidak lapar, sudah dua hari Jooan hampir tidak memasukan apapun ke dalam mulutnya karena kehilangan selera makan...
    memasukkan


    Ada beberapa salah ketik, cari sendiri ya..

    Cerita kali ini agak sadis. Ok, lanjutkan..

  5. #25

    Default

    Quote Originally Posted by Jihadil View Post
    Jooan nya gak berterima kasih dulu ya??? masa langsung kabur

    ceritanya bikin ane tegang nih....
    terus di update ya...
    loh kok tegang?

    Quote Originally Posted by Vonum View Post
    Bisa dihilangkan, kata "anak-anak" sudah menyatakan jamak.
    Eh, cahaya matahari kok membuat anak-anak kedinginan?
    fixed!

    karena cahaya mataharinya menembus lemah dari sela-sela pepohonan :|


    Quote Originally Posted by Vonum View Post
    di kejauhan


    memasukkan


    Ada beberapa salah ketik, cari sendiri ya..

    Cerita kali ini agak sadis. Ok, lanjutkan..
    fixed!

    wah, kurang konsentrasi pas ngetik nih, keinget desa di s1 mungkin

    kenapa sadis?
    Click the picture to read my fanfict ^^

    Pict made by SoraGFX

  6. #26
    Jihadil's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Cilodong, Depok
    Posts
    609

    Default

    Quote Originally Posted by MC Mong View Post
    loh kok tegang?
    menegangkan pas Jooan jatuh
    Mencoba mengejar mimpi

  7. #27
    Honoured Retiree betty la fea's Avatar
    Join Date
    Jul 2010
    Location
    UNDER THE RAIN
    Posts
    977

    Default

    baru baca sampe chapter tiga sih , asik seru

    dan last wordnya

    "lanjutkan!"


  8. #28
    Honoured Retiree
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    Redaksi iTravMagz
    Posts
    1,101

    Default

    Quote Originally Posted by MC Mong View Post
    karena cahaya mataharinya menembus lemah dari sela-sela pepohonan :|
    Oh, ternyata perbedaan persepsi. Maksudmu anak-anak kedinginan karena kurangnya cahaya matahari yang sampai ke permukaan kulit anak-anak itu, sedangkan awalnya saya kira anak-anak kedinginan karena cahaya matahari

    Ok, maksud kalimat itu sudah dimengerti.


    Quote Originally Posted by MC Mong View Post
    kenapa sadis?
    Iyalah.. biarpun orang itu meronta-ronta, tetap ditindih sampai kehabisan darah..
    Jiwa psycho MC Mong mulai keluar nih kayaknya.. jaga jarak ah


    Quote Originally Posted by Jihadil View Post
    menegangkan pas Jooan jatuh
    Wew, fans berat Jooan.

  9. #29

    Default

    Quote Originally Posted by Vonum View Post
    Oh, ternyata perbedaan persepsi. Maksudmu anak-anak kedinginan karena kurangnya cahaya matahari yang sampai ke permukaan kulit anak-anak itu, sedangkan awalnya saya kira anak-anak kedinginan karena cahaya matahari

    Ok, maksud kalimat itu sudah dimengerti.
    horeee!

    Quote Originally Posted by Vonum View Post
    Iyalah.. biarpun orang itu meronta-ronta, tetap ditindih sampai kehabisan darah..
    Jiwa psycho MC Mong mulai keluar nih kayaknya.. jaga jarak ah
    salah lagi nih

    Quote Originally Posted by Vonum View Post
    Wew, fans berat Jooan.
    hehe, baru 6 chapter udah ada fansnya
    jadi mau punya malu ^^
    Click the picture to read my fanfict ^^

    Pict made by SoraGFX

  10. #30
    Novaya Eric's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Bandung, West Java
    Posts
    250

    Default

    Yes, i like this fanfic! good doh! lanjutkan.....
    I'm Gonna Like Spartan, The Greatest Roman Player!!

Page 3 of 8 FirstFirst 12345 ... LastLast

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •