Page 8 of 8 FirstFirst ... 678
Results 71 to 72 of 72

Thread: Aterias

  1. #71

    Default

    Chapter 10

    Sudah tigapuluh menit sejak kedua laki-laki itu duduk berhadap-hadapan dalam diam. Pria yang bertubuh besar sesekali menyeruput cangkir yang berisi cairan kental berwarna hijau kecoklatan. Ia berusaha menghindari kontak mata dengan laki-laki yang bertubuh lebih kecil di hadapannya. Ia tidak merasa takut, bukan itu. Ada hal lain. Mong hanya mengamati gerak-gerik Kim dalam diam, sesekali matanya berhenti pada balutan kain yang masih bernoda darah pada bahu orang tersebut.

    "Jadi apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" Mong membuka percakapan.

    Pria itu membuang pandangannya ke bawah, ia berdehem pelan lalu menyeruput minumnya lagi.

    "Mengapa kau menyerahkan kapakmu? Mengapa kau menyelamatkanku di hutan itu?"

    Kim menghela nafasnya dan meletakan cangkirnya perlahan di samping tempat lilin yang kosong, pandangannya menerawang ke luar jendela. Ia tidak bermaksud untuk memberitahukan semua yang sebenarnya terjadi, setidaknya bukan saat ini. Telapak tangannya yang besar merogoh sesuatu dari balik mantel bulunya, lalu meletakkannya di atas meja.

    Mong mengernyitkan dahinya, ia masih memperhatikan Kim yang sibuk membuka tali yang membungkus sebuah benda yang dilapisi kulit buaya. Benda itu berukuran sekitar 30 sentimeter dan memiliki sebuah pegangan yang diukir dikedua sisinya.

    "Ini... belati milik ayahmu," Kim mendorongnya perlahan ke arah Mong.

    Pria besar itu menggaruk permukaan meja dengan gelisah seraya menunggu reaksi Mong yang langsung menyambar dan mengamati belati perak tersebut. Ia sudah dapat membayangkan pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan kepadanya. Akhirnya Kim memutuskan untuk membuka pembicaraan kembali.

    "Aku adalah orang yang membunuh..."

    "Kedua orangtuaku. Aku sudah tahu itu," potong Mong sebelum Kim sempat menyelesaikan kalimatnya.

    Suasana kembali hening. Kim paham penjelasannya saat ini tidak lebih dari sekedar alasan dan pembelaan atas apa yang telah dilakukannya. Ia mengusap guratan putih pada permukaan meja yang digaruk hingga mengelupas.

    "Ayahmu pernah menyelamatkanku satu kali," mata Kim kembali menerawang ke luar jendela, ia memutar kembali memorinya melayang ke masa lalu.


    .
    .
    .
    .
    .


    Kim muda menghentakan gada kayunya ke tanah. Ia dan Clubswinger lainnya tertawa terbahak-bahak saat seorang Praetorian tanpa perisai berusaha menyelamatkan diri dari kejaran palu Paladin dan kudanya. Tawanya semakin menjadi saat Praetorian malang itu jatuh terjembab dengan kepala lebih dulu setelah salah seorang Paladin melempar palunya dan menghantam betis si prajurit.

    "To.. Tolong jangan bunuh aku..." Praetorian tersebut membuang pedangnya dan bersujud tanpa mempedulikan cemoohan dari Clubswinger yang menontonnya.

    "Kami bosan, kau tahu itu?" balas salah seorang Paladin dari atas kudanya dengan angkuh. "Bukankah sudah kami katakan sebelumnya? Kami tidak akan bertindak kejam selama kalian tidak berusaha melawan dan menyerahkan seluruh harta kalian dengan patuh," lanjutnya sambil menyeringai.

    "Maafkan kami, tuan Paladin, Namun, kami benar-benar sudah tidak memiliki sumberdaya lagi," Praetorian itu mulai menangis dan kembali membenamkan wajahnya ke tanah.

    Paladin itu meludahi kepala si Praetorian disambut dengan gelak tawa mengejek dari seluruh Teuton Resvetem. Ia memberikan isyarat kepada kelompoknya untuk kembali ke desa setelah mengambil palu dan kembali menunggangi kudanya.

    Kim mengangkat kantong gandumnya yang penuh hasil rampokan dari lumbung penduduk dan berjalan ke arah pintu keluar desa tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat mendapati Clubswinger yang terlebih dahulu pulang menghambur kembali menuju pasar. Tepat di muka gerbang, sudah berbaris ratusan prajurit elit lengkap dengan panji-panji aliansi Romawi.

    Seorang Equites Caesaris yang berzirah emas menyentak kudanya agar memimpin barisan dan mengangkat visor pada helmnya. Tangan kanannya menghunus pedang dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

    "DEMI KEHORMATAN ROMAWI, PENGGAL SELURUH PERAMPOK ITU!!"
    Click the picture to read my fanfict ^^

    Pict made by SoraGFX

  2. #72

    Default

    Jreng jreng jreng! I'm back! Tapi tidak berani janji untuk menamatkan kisah ini yaa.

    Jangan-jangan udah pada lupa sama ceritanya ya?
    Last edited by MC Mong; 06-28-2013 at 07:32 AM.
    Click the picture to read my fanfict ^^

    Pict made by SoraGFX

Page 8 of 8 FirstFirst ... 678

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •