Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 11 to 13 of 13

Thread: [Original Fiction] The World of Calas

  1. #11
    Mrx's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    Indonesia
    Posts
    2,446

    Default

    Karena udh lama nggak nulis cerita, butuh 1 jam lbih bagi saya untuk ketik ini semua, haha.

    Monggo dienjoy!

    ---------------------------

    Bab 2 - Sebuah Misi (1/5)

    "Tidak salah lagi. Ini adalah aura Raja Guinn," kata Hummprey. "Ia memberi tanda bagi para Veteran untuk segera berkumpul di istana. Sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi."

    Saat kami hampir sampai di istana, aku mendengar sebuah suara yang memanggilku dari kejauhan. Ternyata itu adalah ayahku yang sedang berada di depan rumah. Ia lalu menghampiriku dengan ekspresi panik. "Valdarth, apa kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi di Coloundium? Maafkan ayah, tadi ayah tidak bisa masuk ke sana karena aura ungu yang menyelimuti seluruh Coloundium."

    Aku membalasnya, "Tenang ayah, aku baik-baik saja. Yang penting sekarang adalah kami sedang menuju istana. Para Veteran mengatakan bahwa Raja Guinn menginginkan mareka untuk segera berkumpul di sana."

    Belum sempat ayahku menjawab, tiba-tiba Sally berkata, "Hai, Dalirius. Sudah lama kita tidak berjumpa."

    "Oh, kau Sally? Aku bahkan sudah tidak mengenalimu sekarang," balas ayahku. Ekspresi wajahnya menjadi sangat ceria, mungkin karena Sally adalah teman masa kecilnya. "Um, jadi kau dan para Veteran lainnya juga akan membawa anak-anak ke istana? Bagaimana jika mereka kau titipkan padaku? Aku juga ingin mengajarkan teknik-teknik dasar seorang Dynamer kepada anakku."

    "Baiklah kalau begitu," kata ibu dari Elise itu. "Elise, kau jangan sampai merepotkan Dalirius ya? Dan Wott, bagaimana denganmu? Apakah orangtuamu tahu mengenai hal ini?"

    Wott yang sedang meletakkan tangan kirinya di telinganya berkata, "Ya, aku baru saja mengirimkan Theia kepada mereka."

    Aku yang bingung mengenai yang Wott katakan bertanya, "Theia? Apa itu?"

    "Nanti akan kujelaskan, Valdarth," kata ayahku. Lalu ia memandang Sally, "Kalian bisa pergi menemui Raja Guinn sekarang."

    "Oke. Sampai jumpa lain waktu, Dalirius," balas Sally. Lalu ia memandang para Veteran lainnya dan berkata, "Ayo kita pergi, Raja Guinn sudah menunggu lama. Aktifkan Trecho!"

    Lagi-lagi istilah aneh. Apa itu Trecho, aku tidak tahu. Namun, setelah Sally mengatakan itu, para Veteran langsung melesat dengan sangat cepat ke istana. Kaki mereka seperti meriam yang menembak tanah sehingga reaksi dan tekanan anginnya membuat tubuh mereka meluncur dengan cepat.

    "Baiklah, sekarang ayah akan mengajarkanmu teknik-teknik dasar pengendalian [I]aura[/I. Sepertinya Wott dan Elise udah menguasainya, apa aku benar?" tanya ayahku kepada Elise.

    "Ya, aku sudah menjadi seorang Kinisor selama sebulan. Dalam rentan waktu terebut, ibuku sudah mengajariku semua teknik-teknik dasar," jawab Elise. "Aku kaget saat mengetahui bahwa Valdarth yang belum menguasai teknik-teknik tersebut bisa menang melawan Humpprey di Coloundium."

    "Namun seperti yang ibumu katakan, pada saat itu Humpprey tidak benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya," kataku, walaupun aku juga cukup bangga dengan diriku. Aku tidak tahu mengapa pukulanku bisa menjadi sekuat itu saat melawan Humpprey.

    ayahku memotong pembicaraan kami dengan mengatakan bahwa ia akan melatihku di Sungai Exask, sebuah sungai di dalam Hutan Genikos yang berada di sebelah utara Kerajaan Croivas Guinn ini. ia juga akan menjelaskanku teknik-teknik dasar dalam perjalanan kami menuju hutan itu.

    ***

    "Sekarang ayah akan mulai menjelaskan kepadamu!" kata ayahku seraya kami berjalan keluar dari kerajaan. "Ada tiga teknik dasar penggunaan aura yang bisa dikuasai oleh Dynamer, Kinisor, maupun Exoder. Yang pertama adalah Theia. Theia adalah kemampuan untuk melakukan telepati dengan tiga pengguna aura lainnya. Caranya adalah dengan menyentuh telinga orang tersebut dan menyuruh orang itu mengalirkan aura ke telinganya, dan lalu sebaliknya.

    "Begitu rupanya," kataku. "Biar aku tebak! Lalu cara untuk berkomunikasi dengan orang tersebut adalah dengan menyentuh telinga kita, lalu mengalirkan aura dan memilih siapa yang akan kita kirimkan Theia, seperti yang tadi Wott lakukan?

    "Tepat sekali, Valdarth," kata ayahku.

    Beberapa menit kemudian, kami memasuki kawasan Hutan Genikos. Hutan Genikos terkenal dengan sebutan Hutan Umum karena kita bisa menemui segala macam monster di hutan ini, seperti sebuah tempat umum. Sekitar 80% spesies-spesies monster di dunia Calas ada di hutan ini. Hutan tersebut dipenuhi oleh pohon Psilos dan Ceros. Pohon Psilos adalah pohon yang menjulang tinggi dan jika terkena sinar matahari, akan membiarkan 20% dari sinar tersebut masuk ke dalam hutan. Sedangkan pohon Ceros tidak terlalu tinggi, namun mengeluarkan udara yang menyejukkan dari daun-daunnya. Jika kedua pohon ini yang dalam jumlah besar tertiup oleh angin, dedaunannya akan saling bergesekkan dan menimbulkan suara seperti deru ombak.

    Ayahku melanjutkan penjelasannya. Ia berkata bahwa teknik dasar penggunaan aura yang kedua adalah Trecho. Dengan mengumpulkan aura di kedua kaki, otot-otot kaki kita akan menjadi lebih kuat sehingga kita bisa berlari dengan cepat. Trecho seorang Exoder lebih cepat karena mereka bisa menembakkan aura dari kaki seperti yang dilakukan para Veteran tadi. Itu berarti mereka semua adalah seorang Exoder, hebat!

    "Dan yang ketiga adalah Vlepo," kata ayahku sambil memetik sehelai daun dari pohon Ceros. Dengan mengumpulkan aura di mata, kita bisa melihat aliran aura yang tidak terlihat. Seperti pada saat para Veteran itu menggunakan Trecho, mereka menembakkan aura dari kaki mereka yang bisa kita lihat jika kita menggunakan Vlepo. Begitu juga daun ini, dengan menggunakan Vlepo, kita bisa melihat aura yang menyejukkan yang dikeluarkannya."

    "Oh, kalau begitu apakah dengan menggunakan Vlepo, aku bisa melihat pukulanmu yang 'tak terlihat pada saat kau melawan Wott?' tanyaku pada Elise.

    "Ya, tentu saja. Tapi pukulan itu bukanlah kekuatanku, melainkan kekuatan ibuku pada saat ia yang adalah seorang Exoder memasuki tubuhku. Aku tidak bisa melakukan hal itu karena aku adalah seorang Kinisor," jelasnya.

    Pada saat kami berempat sedang asyik berbicara, aku mendengar suara aneh yang mengerikan dari kejauhan. Suara itu bagaikan ratusan wanita yang menjerit ketakutan. Saat aku menoleh ke ayahku, ia sedang memejamkan mata. Kedua telapak tangannya mengeluarkan asap panas.

    "Itu adalah suara Kravgi, monster level atas," jelas ayahku. "Ini sangat berbahaya, sebentar lagi ia akan menyerang. Kalian bertiga tetaplah berada disampingku dan jangan melakukan hal-hal bodoh."

    Tiba-tiba terdengar suara itu lagi dan aku melihat tubuh sesosok makhluk setinggi lima meter yang sedang berlari ke arah kami. Kepalanya bertanduk dua yang berbentuk seperti tanduk kambing, matanya merah terang, mulutnya seperti serigala dan kedua tangannya memiliku kuku yang panjang. Bulunya berwarna putih dan bentuk kakinya seperti kuda. Monster yang bernama Kravgi itu sekali lagi berteriak dan melompat ke arah kami.

    Tuhan untuk hidup, hidup untuk Tuhan

    ||

  2. #12

    Default

    dah ga dilanjutin yah nih ceritanya ?
    sayang bener padahal bagus loh .. >.>
    Proud to be RK Family
    [S]

    "Time is the most important thing in the world, because you can't buy it, control it and erase it"

  3. #13
    ExalT's Avatar
    Join Date
    Nov 2013
    Location
    In Your Dream
    Posts
    1,084

    Default

    lanjutin lagi dong om..
    seru!!

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •