Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 11 to 20 of 74

Thread: [Mix - Original Fiction] DRAXLER YANG BERDIRI TERAKHIR

  1. #11

    Default

    Quote Originally Posted by B.L.E.A.C.H. View Post
    Tadi orangnya OL, kirain mau ngepost
    ngak taunya ???

  2. #12
    Zic de Zed's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan - Semarang
    Posts
    373

    Default Chapter 2

    CHAPTER 2a : Sisi Gelap Dibalik Tembok (ELDUR) (Part 2)



    Kota Dumnan, Pulau Dumnan
    Ruang Keluarga, Kastil Walikota


    Aku melangkah sangat hati-hati keluar dari kamar ku menuju perapian, mantel bulu favoritku, tadi ku gantung di dekat perapian. Sekitar pukul 02.00 pagi, aku akan mati jika keluar tanpa mantel.

    Telapak tangan ku sedikit meraba-raba mantelku sebelum ku pakai, terasa sangat hangat, karena panas dari perapian tadi mungkin. Aku bergegas mengenakan mantel, bersiap untuk keluar dari kastil.

    PAMM, sebuah tepukan dari belakang mendarat di bahu kiri ku. Aku baru menyadari ternyata ada bayangan besar yang semakin membesar ke arah ku dari tadi, paman.

    “a-aa, paman..”Aku tak berani melihat matanya, ku tundukkan pada pada bayangan besarnya dilantai murmer ruangan ini.

    Paman hanya tersenyum tanpa membuat bibirnya terbuka. Ia merangkulkan tangan kanannya di pundakku, dan membawa ku berjalan menuju balkon Selatan kastil ini.

    ****

    “Bukankah pemandangan di balkon Utara yang terhampar perbukitan pulau Pacie lebih indah, paman?”Aku berusaha memecah suasana canggung yang terjadi.

    “Disini lebih baik, mengingatkanku akan 10 tahun yang lalu, saat perang besar usai.”

    Entah apa maksudmu paman. Tapi yang ku lihat hanya tembok besar yang dibangun dari tangisan orang-orang dibaliknya.

    “Haha, itu saat kau yang belum segemuk ini, berdiri di samping kakek Argor, mengumumkan usainya perang besar di tanah terbawah yang dikuasai aliansi, mengampuni para penunggang naga dan yang bersama mereka agar menjauh dari manusia. Dari bawah sana tempat aku berdiri dulu, kau terlihat sangat hebat, paman,”kilah ku.

    “Ya Drax, aku tak yakin apakah aku akan menjadi Legator yang baik. Apakah aku benar-benar sehebat yang kau bayangkan.”Mata paman kembali menatap tajam dinding raksasa yang membelah kota Dumnan ini.

    “Itu sudah terjadi paman. Keputusanmu untuk mengampuni para penunggang naga itu benar.”

    “Dan karena saranku itu pada Argor..Igneto dan ras Tuetan harus tinggal di langit terbawah ini, menjaga mereka yang ada di atas, yang duduk tenang menggoyang-goyangkan kaki mereka. Sementara kita berdarah-darah bertempur dengan para perompak dan penunggang naga yang dulu kita ampuni.”Aku melihat tangan kiri paman yang mengepal tinju.

    Aku mengangkat lengan paman dari pundakku dengan sedikit emosi, berdiri tegak menatap dua mata paman. Memegang kedua pundaknya.

    “Kau teladanku dalam menjadi Igneto yang baik, paman. Maafkan bila aku lancang, tapi kau tak seperti seorang Tuetan sekarang, kau terlihat tak berpendirian sama halnya dengan Dafinov bangsat itu! Kau mengatakan akan mengampuni para penunggang Naga dan membiarkan mereka hidup damai berdampingan dengan manusia. Karena kau ingin menjadi Legator dari manusia dan orang-orang yang tak dianggap manusia, bukan hanya aliansi ini. “Aku begitu emosi, melihat paman yang seperti ini, padahal dia segera akan menjabat menjadi Legator yang telah lama dimpikan.

    Aku menarik nafas panjang…

    “Tapi apa, kau malah menyetujui pembangunan dinding besar yang membelah kota ini! Membiarkan Dumnan berbeda yang berada di balik tembok ini tetap berada dalam bayangan, memaksa mereka yang mencari suaka dan para orang miskin mati kelaparan dan tinggal di balik bayang-bayang besar Dumnan, kota yang kau kampanyekan sebagai kota yang Ramah!”

    Aku tak sanggup lagi berkata-kata, aku hanya memeluk paman dan mendekapkan kepala ku diantara dadanya. Dia menjawab dengan memelukku dengan kedua tangannya.

    “Aku tak tahu harus berkata apa Draxie, aku ingin menjadi diriku yang dulu..Memperbaiki kesalahan ku yang lain, yang percaya dengan kutukan para Igneto. Aku malah membunuh anak pertamaku, hanya demi terhindar dari kutukan itu…”

    Air menetes menghujam kulit kepalaku, bukan hujan, tapi tangisan paman Eldur. Aku ingin memberitahunya kalau putranya masih hidup, dan kutukan nya belum hilang seperti yang ia pikirkan, tapi aku telah berjanji pada bibi Sue.

    Aku menegakkan kepala ku,”Kalau begitu, cukup jangan lakukan kesalahan yang ketiga. Kau sudah kehilangan para penunggang naga pada kesalahan pertamamu, dan kehilangan putra mu di kesalahan yang kedua. Kalau begitu, jangan sampai kehilangan aku dan bibi untuk kesalahan yang ketiga. Perbaiki denga posisi baru mu sebagai Legator”

    “Kau memang Igneto kecil ku!”Dasar paman El! Dia memelukku sangat erat, merentangkan kedua tangannya seperti hendak menerkam ku tadi-_-.

    “Haha, cukup paman. Aku pergi dulu. Beristirahatlan kau, proses melukismu dengan pakaian Legator pasti akan berlangsung sangat lama besok. Kau butuh kaki dan tenaga yang cukup untuk berdiri terus selama 8 jam pelukisan… Dan, aku bukan Igneto kecilmu. Hahaha, aku menantikan seorang Igneto kecil yang akan jadi sepupuku yang hebat.”

    Langkah ku terasa lebih ringan sekarang, tak peduli sekeras apa bunyi yang dihasilkan dari benturan pada murmer. Tak seperti yang ku bayangkan tadi jika aku melarikan diri diam-diam. Aku pasti meninggalkan paman di belakang sana dalam keadaan tersenyum.

    “Draxler, tinggallah bersama aku dan bibi di pulau tertinggi!”Aah, kata-kata yang menjadi alasanku untuk melarikan diri tadi akhirnya keluar juga.

    Aku tak menoleh ke belakang, terus berjalan sampai ke dekat pintu dimana dia tak bisa melihat ku lagi setelah melewatinya. Aku berbalik. Membentangkan kedua lenganku sangat lebar bagai hendak terbang.

    “Aku tak terbiasa tinggal di kastil yang mewah, paman. Kota dibalik dinding adalah tempat tinggalku, rakyatnya akan jadi rakyatku,rakyat yang akan ku bawa tunduk pada sang Legator. Itulah hadiah ku akan pengangkatanmu paman, dan mungkin akan sedikit telat. Kau tahu, bau keringatmu sangat tajam, dan aku tak akan terus berada dibawah ketiak bau itu! Hahaha! Aku tak akan meminum anggur, kecuali aku meminumnya dari cangkir ku sendiri!”

    KPLAANG! Sebuah gelas tembaga yang tadi berada di atas lemari di kanan paman, sekarang sudah penyok karena menghantam tembok kastil! HAHAHA! Paman pasti sangat kesal!

    Dia pasti marah besar karena aku menyinggung masalah keringatnya. KPLANG! PLANG! BRAAK!. Hahaha, saatnya larii!

    “DRAAXLEEEEEEEERR!!” Teriakannya membahana keseluruh kastil!

    NOT END OF CHAPTER, STILL CONTINUE TO THE OTHER PART
    Last edited by Zic de Zed; 03-10-2014 at 01:29 AM.

    LET'S HAVE SOME FUN!
    Zic de Zed - CHAMP ts2 sesi 4 & sesi 6
    Please Kindly Read my Mix Original Fiction Story : Draxler - Yang Berdiri Terakhir
    NEW CHAPTER (28 MARET 2014) : CHAPTER 7 : Babak Baru Pergolakan

  3. #13
    ExalT's Avatar
    Join Date
    Nov 2013
    Location
    In Your Dream
    Posts
    1,084

    Default

    lumayan, tapi isinya cuma percakapan smua..
    jadi agak boring..

  4. #14
    Zic de Zed's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan - Semarang
    Posts
    373

    Default

    Quote Originally Posted by galia master View Post
    panjang juga ya chapter 1nya.

    btw ceritanya bagus kok
    Quote Originally Posted by ExalT View Post
    sip gan..
    mantap ceritanya
    tapi jgn berhenti di tengah yaa

    kalo chapter 2 uda kluar bakal gw kasih cendol nih
    Quote Originally Posted by galia master View Post
    saya tunggu nih ya sampe besok.
    Quote Originally Posted by POWER. View Post
    ikutan nunggu juga ach..
    Quote Originally Posted by B.L.E.A.C.H. View Post
    Tadi orangnya OL, kirain mau ngepost
    Quote Originally Posted by ExalT View Post
    lumayan, tapi isinya cuma percakapan smua..
    jadi agak boring..
    Done gan chapter 2a nya. Kembali plot singkat yang ane cantumkan informasi2 penting ttg masa lalu Eldur. Monggo dibaca , nanti malam mungkin plot 2b nya ttg kota dibalik dinding

    Yoi gan, emang plot percakapan doang. Plot aksi nya di chapter 3.
    Last edited by Zic de Zed; 03-09-2014 at 12:25 PM.

    LET'S HAVE SOME FUN!
    Zic de Zed - CHAMP ts2 sesi 4 & sesi 6
    Please Kindly Read my Mix Original Fiction Story : Draxler - Yang Berdiri Terakhir
    NEW CHAPTER (28 MARET 2014) : CHAPTER 7 : Babak Baru Pergolakan

  5. #15

    Default

    Quote Originally Posted by Zic de Zed View Post
    Done gan chapter 2a nya. Kembali plot singkat yang ane cantumkan informasi2 penting ttg masa lalu Eldur. Monggo dibaca , nanti malam mungkin plot 2b nya ttg kota dibalik dinding

    Yoi gan, emang plot percakapan doang. Plot aksi nya di chapter 3.
    oke deh gan di tunggu lagi.
    dah gak bisa ngirim cendol nih gan maaf yah
    I think it's common for our own happiness to require someone else's sacrifice.
    However, if we all refuse to make that sacrifice, will anyone ever find happiness?

  6. #16

    Join Date
    Feb 2014
    Location
    Rempoa
    Posts
    104

    Default

    hoo... ada yang buat fanfic .
    ngikut baca boleh kan?

  7. #17
    Zic de Zed's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan - Semarang
    Posts
    373

    Default Chapter 2b

    CHAPTER 2B : Sisi Gelap Dibalik Tembok (Part 2)



    Jalan utama, sisi gelap kota Dumnan

    Hujan salju mulai turun lagi, bisa-bisa serbuan ku kali ini akan gagal. Jalanan juga begitu sepi, penjaga di gerbang dinding pemisah kota juga hanya sendirian, tak seperti biasa.

    Orang-orang bilang Dumnan yang “terang” adalah kota yang sangat ramah. Tempat dimana rakyat dari 5 kerajaan telah hidup beranak-pinak. Tapi, tempat yang menyambut semua orang, adalah Dumnan yang “gelap”. Para suku barbar pencari suaka, dan berbagai macam orang lainnya yang berasal entah darimana, di dunia yang belum ditembus oleh petualang yang melakukan ekspedisi. Menyambut semua orang, tapi bukan tempat yang ramah.

    Nah, akhirnya ku temukan juga hiruk pikuk, bar yang dijadikan markas oleh para pejuang menyebarkan hawa hangat dari lampu-lampunya yang masih menyala.

    “Tok tok tok. Gwin a Gwaed , Anggur dan Darah,”Pelan-pelan ku ucapkan sandi perkumpulan ini.

    “Ngreekk,”Decit suara pintu yang membuka. Seseorang yang membukanya menyambut ku.

    “Draxler! Para pejuang sudah siap, komandan!”Ahaa, ternyata Mithalin! Sahabat karib sekaligus tangan kananku! Ia menjulurkan lengan kanannya yang ku sambut dengan menggenggam lengannya dengan telapak kanan ku, begitu juga dia. Ia langsung sedikit menarikku untuk menepuk dada kanan nya dengan dada kananku, sebuah salam persaudaraan diantara kami.

    Semua perhatian langsung tertuju padaku, mereka yang ku lewati mengulurkan salam persaudaraan pada ku. Sementara yang lain menyingkirkan anggur-anggur yang ada di atas meja. Lalu merapatkan beberapa meja ditengah ruangan untuk menggelar peta daerah serbuan kami kali ini.

    “ANGGUR DAN DARAAH!”Teriak Jevran yang keluar dari ruang penyimpanan membawa peta.

    “YEAAH! ANGGUR DAN DARAAH!!!”Teriak sekitar 70-an orang dalam ruangan ini bersamaan dengan bunyi BAMM BAMM BAMM dari kepalan tangan kanan yang menepuk dada kiri masing-masing.

    ****

    “Pulau ini belum terdaftar di hasil ekspedisi, jadi aku akan menamainya serupa dengan nama ku, Jeversen Farfan.”

    “Masa bodoh dengan nama Jev! Ayo teruskanlah!”Ucap Oro yang tak sabaran ingin melihat peta yang tak kunjung di bentang kan.

    SRAAKK, peta berukuran sedang inipun Jev kembangkan, ia tersenyum kecil.

    “Pulau ini berada 2000 meter dari Timur Dumnan. Melihat arah angin saat ini, kita tak akan mendarat tepat di atasnya jika tak berjalan ke pulau Norah lebih dulu melewati titi kayu tua. Niv dan kapal angin sudah siap menunggu kita disana. Kita akan mendarat di pantai di tepian pulau, terjun di tengah kota sama saja bunuh diri. Operasi berlangsung sampai matahari terbit, tepatnya, sampai angin bertiup ke atas lagi untuk membawa kapal kita naik.”Jev menatap mataku.

    “Penanda kedatangan tetap akan kita lakukan, kita buat kota bergelora dengan tembakkan kembang api dari atas langit!!”Sambung Ginsler.

    “YEAAAAH!”Semua begitu bersemangat, akupun juga selalu bahagia melihat kembang api yang diciptakan keluarga Ginsler menyala di langit, aku penasaran apakah akan sama semaraknya jika kembang api menyala di tengah kota. Ku angkat tangan kanan ku dengan jari-jari yang terbuka, lalu ku kepal sekejap. Semua lalu diam kembali.

    “Istirahatlah, esok sore kita akan berangkat ke sana. Minum anggur sepuasnya untuk membangkitkan semangat! ANGGUR DAN DARAAH!”Aku mengangkat pedangku tinggi-tinggi.

    “ANGGUR DAN DARAAAH!”

    Mithalin yang sedari tadi menjaga pintu menghampiriku.

    “Drax, aku mendapat info, ada pencari suaka dari pulau target kita tadi sore. Para Dirgantetar menahannya untuk diinterogasi, mungkin mereka mencari informasi untuk merencanakan ekspedisi selanjutnya.”

    “Kita akan selamatkan pencari suaka itu.”Mata ku mencari-cari Jev. Aha, dia baru saja keluar dari ruang penyimpanan.

    “Jev, ikut denganku. Misi pembebasan.”

    “Aku sebenarnya ingin minum dulu Drax. Tapi ya sudahlah, kalau begitu aku ke rumahku dulu mengambil gada. Kita bertemu di pintu luar pelabuhan.”

    ****

    Aku mengendap-ngendap sangat hati-hati diantara jerami yang ditumpuk di luar lumbung gandum. Pintu masuk pelabuhan berada 100 meter di Timur pintu Lumbung. Sementara Mithalin dan Jevran berada di Gudang perbekalan yang berada tepat di depan pintu lumbung ini.

    Pelabuhan yang ada di Tenggara kota ini, memiliki hamparan tanah landai (pantai) yang sangat luas. Dan untuk memasukinya dari dalam kota harus melewati Dirgantetar yang menjaga gerbang pembatas antara kota dan pelabuhan. Tak seperti biasanya, ada belasan penjaga dini hari ini, cara mereka berdiri juga tak segagah para Dirgantetar. Sesuatu sedang terjadi.

    Mithalin berguling ke tengah jalan sambil melemparkan pisau ke para penjaga.

    “Syuut, syuut, suut, suut!”Empat orang penjaga tumbang, mengerang kesakitan oleh pisau kecil yang menancap di lehernya.

    “PENYUSUP!!”Teriak salah satu penjaga, sisa penjaga yang ada langsung menyerbu Mithalin.

    “HYEAAAH!!”Aku berlari kencang dengan dua pedang terhunus ke sisi kanan penjaga yang menyerbu Mithalin. Begitupun Jevran yang juga menerjang ke sisi kiri para penjaga.

    Seorang penjaga terdekat melemparkan tombaknya ke arahku. Aku menebasnya dengan kedua pedang untuk membelokkannya ke arah bawah. Aku melompat sambil berputar searah jarum jam, dengan tebasan pedang kanan ku, kepala penjaga yang sudah tak bersenjata ini bergelinding di tanah.

    “SUUURFT!”Tusukan dari seorang penjaga mengarah tepat ke dada kiri ku. Aku menghindar dengan menundukkan badan ke arah kanan sembari terus berlari ke kiri penjaga tersebut.

    “CLASSH!”Ku sabet bagian belakang lutut kirinya. Ia terjatuh, namun tetap berdiri dengan lututnya. CLURRT! Ku akhiri dengan sebuah tusukan ke leher belakang penjaga itu.

    Sementara Jevran, dengan beringas menerjang ke sana sini mengincar kepala para penjaga. Terjangan dari arah depan, hantaman dari samping. Semua serangannya membuat pelindung kepala para penjaga yang terbuat dari besi itu penyok di sana sini, ntah seperti apa bentuk kepala yang berlindung di dalamnya.

    Sedangkan kapak panjang Mithalin mengoyak armor-armor pelindung badan para penjaga, hantaman di dada ataupun ke arah rusuk, membuat darah bercucuran deras dari armor-armor besi ini. BASSH! Bacokannya secara diagonal ke dada penjaga terakhir yang berdiri, penjaga itu perlahan rubuh ke depan.

    “JRASKK!”BRAAK! Sebuah bacokan membelah ubun-ubun kepala penjaga tersebut. Darah bermuncratan ke sana sini. Mempercepat jatuhnya ia ke tanah, mengakhiri penderitaannya.

    “Gjlek,”Mithalin menarik mata kapaknya yang tertanam cukup dalam. Lalu menyusul ku yang telah lebih dulu bergerak maju bersama Jevran.

    Ya, inilah para Tuetan. Selalu bersemangat melihat darah. Keringat dan darah musuh yang tewas telah menjadi satu mengalir di wajah dan kulit kami. Tuetan, keturunan dari kepala suku pertama mereka yang dipuja sebagai Dewa Perang, Igneto yang Pertama.

    “Ada yang tak beres, Drax.”

    “Aku juga pikir begitu Jev, pasukan khusus Republik, para Dirgantetar tidak akan selemah ini.”

    “Hah..hah..hah..”Nafas terengah-engah Mithalin yang telah menyusul kami terdengar jelas.

    “Aku juga berpikir begitu, para Dafinov pasti dalangnya!”sambung Mitahlin.

    “Ya, kita harus bergegas menerobos ke mercusuar. Aku mendengar suara cambukan dari lantai atas.”Jawab ku lalu lanjut berlari sembari meyiagakan posisi kedua pedangku dengan menyilangkan nya di depan dada.

    ****
    Di dalam mercusuar, Pelabuhan Kota Dumnan

    Aku dan Mithalin bergegas menaiki anak tangga spiral menuju puncak mercusuar ini. Sementara Jevran berjaga diluar dan mencari dimana para Dirgantetar di sekap.

    “CLAASHH!”Sobekan pisau Mithalin membuat lubang besar menganga memuncratkan darah di leher penjaga terakhir yang kami jumpai. Tak perlu banyak usaha, Mithalin sangat ahli menyelinap, menghabisi satu persatu penjaga yang tak tahu garis depan mereka sudah sedari tadi diterobos.

    Mithalin menyandarkan mayat itu ke dinding mercusuar dengan posisi duduk. Ia menyelipkan pisau kecilnya di pinggangnya, lalu mengambil kapak yang sedari tadi ia ikatkan di punggungnya.

    Kami belum mencapai tangga terakhir, tapi Mithalin sudah mampu mengintip situasi di lantai atas. “Hanya ada satu orang. Dengan cambuk,”bisiknya padaku.

    “Kau amankan para pencari suaka itu. Sisanya, aku yang urus.”sahut ku.

    Aku memutarkan pegangan pedangku, hingga bagian pedang yang tajam sejajar dengan pandanganku.

    “GJLASSH!!”Suara cambukkan terdengar dilanjutkan dengan ringkihan kecil.

    “APA YANG TERJADI DI KOTA MU! APA YANG KAU LIHAT SIALAAN!”GJRAAK! Sebuah tendangan melanjutkan ucapan penjaga ini. Kepala sandera terhantam sangat keras ke dinding, ia memuntahkan darah segar.

    “Na-naga, semburan a-api, manusia terbang..”Mulut yang sudah penuh dengan darah itu menjawab semampunya.

    Sang penjaga mengambil ancang-ancang untuk melakukan cambukkan lagi. SLUURT , suara lejitan cambuknya yang bergesekan dengan udara.

    “HYEAAH!”Aku menerjang penjaga yang membelakangi ku itu. Ku tebaskan pedang di tangan kiri ku pada tali cambuk itu.

    “CKLEENG!”Tali cambuk itu tidak putus, ada yang aneh! Itu tak terbuat dari tali biasa, lebih serupa seperti rantai dengan 4 pisau berukuran sangat kecil menyerupai duri di setiap mata rantainya.

    “HA HA HA! Dasar Bodoh!”Penjaga ini memutarkan cambuknya di udara, GJRAKSSH!

    “AARGH!”Pedang digenggaman tangan kiri ku terjatuh, sisi kiri leher ku robek cukup panjang akibat goretan pisau sangat kecil yang mengelilingi setiap mata rantainya. Merobek hampir 3/4 sekeliling leherku. Tangan ku reflek menutup luka, memperlambat cucuran darah.

    CONTINUED TO THE NEXT PAGE
    Last edited by Zic de Zed; 03-10-2014 at 01:34 AM.

    LET'S HAVE SOME FUN!
    Zic de Zed - CHAMP ts2 sesi 4 & sesi 6
    Please Kindly Read my Mix Original Fiction Story : Draxler - Yang Berdiri Terakhir
    NEW CHAPTER (28 MARET 2014) : CHAPTER 7 : Babak Baru Pergolakan

  8. #18
    Zic de Zed's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan - Semarang
    Posts
    373

    Default

    LANJUTAN CHAPTER 2B (Posting Awal Mencapai Batasan)


    “Kau sangat bodoh dengan menyiksa para pencari suaka, Dirgantetar yang asli pasti takkan pernah berani melakukannya lagi setelah “peringatan” yang ku berikan sebelumnya.”Aku siap siaga dengan memposisikan satu pedang sejajar pandanganku untuk mengantisipasi cambukannya lagi, berusaha tetap tenang dan terlihat keren

    BRAAK! SIAL! Leher ku robek terlalu parah, pandangan ku mulai kabur. Aku jatuh terduduk, bersandar pada dinding mercusuar.

    “RASAKAN INI!!”Mitahlin menerjang dengan sebuah bacokan horizontal ke arah punggungnya yang berdiri menyamping dari posisi Mithalin.

    Pria ini menunduk menghindari terjangan Mithalin yang kini telah melangkah melewatinya, ia menendang punggung Mithalin dengan kaki kanannya, membuat Mithalin akan segera tersungkur.

    SLUUURT, “GJRAKSH!” Ia mencambuk Mithalin yang membelakanginya, tapi bukan untuk melukai, ia melilitkan cambuk rantainya di tubuh Mithalin. Duri-duri di mata rantainya mencengkram Mithalin cukup kuat.

    “SAMPAI JUMPA, BEDEBAH!”Penjaga ini berlari kencang menerjang jendela mercusuar, ia terjun ke bawah dengan bantuan rantai cambuknya dan badan Mithalin sebagai penambatnya agar terjatuh perlahan.

    “GBRAAK!” Tubuh Mithalin terangkat menghempas dinding di sekitar atas dan bawah kusen jendela.

    “UAAARGGH!”Mithalin menjerit sekeras-sekeras, dan kemudian tubuh nya jatuh menghempas lantai mercusuar. Pelindung tubuhnya yang terbuat dari kulit hewan kini robek terbagi 2. Darahnya mulai menggenangi lantai mercusuar.

    Aku menyobek pakaian katun yang ku gunakan di balik pelindung badan. Mengikatnya kesekeliling leher ku. Aku bangkit perlahan dengan bantuan mata pedang di tangan kanan ku yang ku hujamkan ke lantai sebagai tumpuan. Pandangan ku masih terngiang-ngiang, malah semakin kabur. Aku meraba dinding di kiri ku perlahan-perlahan, menyurusi ruangan yang mempunyai tembok melingkar ini, sampai ke tempat penjaga itu tadi terjun. Aku melihat keadaan di bawah.

    “MITHALIN! DRAAX!”Teriak Jevran dari bawah. Ia berdiri tepat disamping tubuh penjaga yang terjun tadi. Sementara penjaga tadi telah tersungkur di tanah, dengan kondisi wajahnya yang remuk redam menghadapku. Entah hantaman seperti apa yang diberikan Jevran hingga kepala penjaga itu sampai berputar ke sisi berkebalikan.

    “Jev..”Aku lepas genggaman pedang tangan kananku. Ku tunjukkan jempol ku ke arah Jev, dengan jari-jari lain masih ku genggam. Jev, lalu tersenyum.

    Tubuhku sudah tak mampu ku kontrol lagi, awalnya perutku ku sandarkan di dinding bagian bawah kusen sebagai penahan, sementara bagian dada ke atas ku keluarkan dari jendela. Tapi beratku semakin menumpuk dibagian tubuhku yang berada di luar jendela.. dan..

    “BRUUKK!”

    END OF CHAPTER

    LET'S HAVE SOME FUN!
    Zic de Zed - CHAMP ts2 sesi 4 & sesi 6
    Please Kindly Read my Mix Original Fiction Story : Draxler - Yang Berdiri Terakhir
    NEW CHAPTER (28 MARET 2014) : CHAPTER 7 : Babak Baru Pergolakan

  9. #19
    Zic de Zed's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Medan - Semarang
    Posts
    373

    Default

    Quote Originally Posted by galia master View Post
    oke deh gan di tunggu lagi.
    dah gak bisa ngirim cendol nih gan maaf yah
    hahaha, woles gan. Silahkan dinikmati lanjutannya, chapter 2B ada aksinya.

    Quote Originally Posted by Remora View Post
    hoo... ada yang buat fanfic .
    ngikut baca boleh kan?
    monggo gan, boleh banget!

    ----
    Catatan buat chapter 2B ini :

    Gwin a Gwaed --> ini bahasa Wales gan, artinya Wine and Blood (Anggur dan Darah)
    Last edited by Zic de Zed; 03-10-2014 at 01:35 AM.

    LET'S HAVE SOME FUN!
    Zic de Zed - CHAMP ts2 sesi 4 & sesi 6
    Please Kindly Read my Mix Original Fiction Story : Draxler - Yang Berdiri Terakhir
    NEW CHAPTER (28 MARET 2014) : CHAPTER 7 : Babak Baru Pergolakan

  10. #20
    ExalT's Avatar
    Join Date
    Nov 2013
    Location
    In Your Dream
    Posts
    1,084

    Default

    mantap gan ceritanya!
    gk bisa ngirim cendol lagi..
    hehe..
    mungkin setiap 2 chapter sekali baru gw kirim..
    harus spread dulu

Page 2 of 8 FirstFirst 1234 ... LastLast

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •