Page 2 of 19 FirstFirst 123412 ... LastLast
Results 11 to 20 of 189

Thread: A way to find new hope....

  1. #11

    Default

    Quote Originally Posted by Terekdungces View Post
    Chapter 1
    UNINVITED GUESTS
    ---Part 1---


    Aku mau pingsan. Terik sekali matahari siang ini. Ini sudah hari ke 29 sejak aku pertama kali meningalkan gerbang Travianesia. Aku termasuk orang-orang yang mendaftar paling akhir, sehingga aku mendapatkan jatah desa nyaris di ujung negara ini. Hanya tinggal beberapa orang yang sekarang berjalan bersamaku. Yang lain sudah menempati desanya masing-masing, dan beberapa yang tidak beruntung harus meregang nyawa karena tidak kuat berjalan lagi. Sekarang aku ketakutan, bukan ketakutan karena melihat orang-orang yang menyeramkan, tapi aku takut, jika ternyata tubuhku tidak kuat lagi menahan rasa letih ini.

    Ambil ini. Kau terlihat sangat letih dan haus.” Seorang laki-laki menyodorkan aku sekantung air miliknya. Dari perawakannya, aku tahu dia bukan orang Roman, dia Gauls. Dengan sopan aku menolak tawarannya. Lalu dia menatapku dalam-dalam, “Ambillah, aku sudah sampai. Ini desaku. Aku tidak akan kekurangan air lagi. Tapi kau membutuhkan ini. Kau harus bertahan sampai tujuanmu. Karena suatu saat, kita akan berperang bersama. Maka kau harus selamat. Berjanjilah padaku!” laki-laki itu menepuk pundakku, tersenyum, lalu dia berbelok ke ujung jalan.

    Aku terpaku menatap senyuman laki-laki itu. Menatap sebentar ke arah kantung air yang diberikannya, dan ketika aku melihat ke arahnya lagi, dia sudah menghilang. Dia sudah masuk ke bangunan utama miliknya. “Ya, aku berjanji. Aku berjanji akan selamat. Kita akan bertemu lagi, dan akan berjuang bersama”.

    Lalu aku kembali melanjutkan perjalanan. Dengan air tambahan yang diberikan laki-laki itu, yang bahkan namanya aku tidak tahu, aku melangkah dengan semangat baru. “AKU PASTI BISA BERTAHAN”.

    ***

    Selang 2 malam berikutnya, akhirnya seorang laki-laki berseragam lengkap menghampiriku dengan kudanya. “Ini desamu. Masuklah, dan rawat baik-baik. Jadikan desa ini salah satu sumber kekuatan kuadran kita. Buat dia kuat, jangan sampai kau menyesal. Kuadran lain sedang membangun dengan segenap kekuatannya. Dan.... semoga Tuhan menyertaimu gadis muda!

    Aku tidak dapat membendung air mataku.” Ini desaku! Aku sanggup berjalan hingga sejauh ini”. Hamparan luas ladang yang kuning benar-benar membuatku takjub. Well, ini memang tak seindah desaku di Farmvillenesia, tapi rasanya sangat berbeda. Aku mendapatkannya dengan perjuangan yang luar biasa, bahkan mungkin, aku bisa saja kehilangan nyawaku. And this is it, inilah... desa baruku... yang kuberi nama Aure’s Village.

    ***

    Desaku nan jauh dimata sangat membuatku hidup nyaman. Jarang ada perampok datang. Ya, jarak desaku dari mereka membuat mereka malas berkunjung dan menjarah. Sebulan lebih aku disini tanpa ada hambatan berarti. Sesekali aku dikunjungi pasukan berkuda, well, aku jarang memberi makan mereka... tapi ketika aku dikunjung pasukan tanpa kuda, Tuhan, kasihan sekali mereka, berjalan jauh, hanya untuk sesuap nasi jarahan. Dan ya, aku tidak dijarah, aku memberikannya dnegan ikhlas, i called it Sedekah. Kasihan, mereka hampir mati berjalan sejauh ini. Terlebih lagi, aku sudah pernah merasakannya.

    Tapi keadaan berubah.... segerombolan manusia dari klan Gauls datang bertubi-tubi. Setiap hari. Baik yang berjalan kaki, maupun menaiki kuda. Sial, dia benar-benar mengambil seluruh persedianku di gudang, bahkan membunuh pasukanku yang tampan. Sampai ketika, aku sudah siap ekspansi ke desa selanjutnya, dia membuhuh seluruh imigranku, menghancurkan mimpiku, mengubur impianku. “BIADAAAAABBBB.” Teriakku.

    ***

    “Kau bilang apa tadi? Biadab? Beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku. Apa kau tidak tahu siapa aku?
    ” dari suaranya, sosok berjubah yang sepertinya ketua rombongan ini, adalah sorang laki-laki. Suaranya berat dan sangat berwibawa.

    Haiisshhh.... memangnya kau siapa? Justin Bieber? well, yang kutahu, kau adalah perampok, maling, pencuri, penjarah, dan pembunuh! Kembalikan imigran-imigranku!” wajahku panas, rautku memerah, dadaku naik turun dengan cepatnya, aku marah.

    Sang laku-laki berjubah tertawa keras. Sangat keras. Kemudian dia turun dari kudanya. Matanya memandang sekeliling. Kemudian melihatku, dari ujung kepala sampai ujung kaki, berulang-ulang. Aku risih.

    Aku tidak akan lagi mengganggu desamu. Bahkan aku bisa menawarkanmu perlindunganku. Ya, aku bisa saja menjadi Justin Bieber untukmu. Asal kau mau membantuku.”

    Segala pikiran berkecamuk di kepalaku. Aku benci orang ini. Dia membunuh ketiga imigranku. Dia merusak desaku, mengambil sumber dayaku. Dan sekarang dia menawarkan kebaikan? Hell NO!! Tidak akan kubiarkan dia memanfaatkanku.

    “Kau tidak bisa menolak penawaranku, ini bukan negaramu sendiri, kau butuh orang-orang yang berkoalisi bersamamu, menjadi sekutumu. Atau kau akan hancur. Ya, jika kau seperti ini, kau hanya menunggu waktu untuk hilang dari denah kependudukan.”

    Aku benci diancam. Tapi apa yang diucapkannya memang benar. Hatiku berdegup kencang setiap kali aku lihat desa-desa tetanggaku habis dibakar oleh orang-orang yang tak punya hati. “Ya Tuhan, apa ini giliranku, apa ini waktuku? Orang ini tidak terlihat jahat. Tapi bagaimanapun, dia sorang pembunuh.

    Aku tidak bermaksud membunuh imigran-imigranmu. Hanya saja, mereka menghadang jalanku. Membentengi desamu. Aku tidak punya pilihan. Mereka yang mati, atau pasukanku. Tapi aku minta maaf akan hal itu.”

    Bagaimana mungkin dia dapat membaca pikiranku. “Kau peramal?” ujarku pelan.

    Bukan. Aku..... Justin Bieber.”

    ***
    ntu bagian paling terakhir yang "bukan.aku...... (isi sendiri)" serem banget sis sampe merinding gw denger namanya :v
    becanda
    I think it's common for our own happiness to require someone else's sacrifice.
    However, if we all refuse to make that sacrifice, will anyone ever find happiness?

  2. #12

    Default

    Hmm.. kynya dah kebaca d ) abang jb jg disutu baca~
    The Last War
    id1ss1 - LW-IGA| idxss1 - DPWU SSD | id2ss2 - LW | idxss2 - Mojok | id2ss5 - FatalWave | com2 2013 - Infamous | id2ss6 - Fatalwave Iota | com6 2014 - Infamous | id2 ss7 - FW >

  3. #13
    The author photo theauthor_zpsa31a339b.png Terekdungces's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Jekardah
    Posts
    123

    Default

    Quote Originally Posted by TepH View Post
    Hmm.. kynya dah kebaca d ) abang jb jg disutu baca~
    Lep... cendol lep... cendol....

    siggy alay ini kutampilkan lagi, thanks om Shiroo atas siggynya

    visit cerita suka-suka milikku
    A Way To Find New Hope



  4. #14
    faishal fikri's Avatar
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    New World
    Posts
    688

    Default

    Quote Originally Posted by Terekdungces View Post
    Lep... cendol lep... cendol....
    dah tak cendolin,
    ditunggu lanjutannya sis...
    "Nothing Special"

  5. #15
    The author photo theauthor_zpsa31a339b.png Terekdungces's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Jekardah
    Posts
    123

    Default

    Quote Originally Posted by faishal fikri View Post
    alur ceritanya keren,
    Attachment 8141

    pendiskripsian suasana dan latarnya begitu detail,
    Two thumb pokoknya,
    Quote Originally Posted by B.L.E.A.C.H. View Post
    Mantap sist
    Maacih ceman cemannnn..... hihihihi... ak sempet ga pede, maklum, cm suka ngeblog urakan sm semau2.... jd senyum2 sndiri nih.... akuuu maluuu.... hihihihi....


    Quote Originally Posted by galia master View Post
    ntu bagian paling terakhir yang "bukan.aku...... (isi sendiri)" serem banget sis sampe merinding gw denger namanya :v
    becanda
    Hahaha.... ngga tau knp tu JB masuk ke cerita... hahahaha.... pas gw baca, yeah,,,,,memang mengerikan.... hihihihi....


    Quote Originally Posted by faishal fikri View Post
    dah tak cendolin,
    ditunggu lanjutannya sis...
    Aaaaa.... tengkiyu..tengkiyu....
    InsyaAllah lanjutannya bs cepet kubuat,,, sembari kerja soalnya...

    Makasih ya semuaaaa..... buat respon positipnya..... *Kiss kiss*

    Xoxo...

    siggy alay ini kutampilkan lagi, thanks om Shiroo atas siggynya

    visit cerita suka-suka milikku
    A Way To Find New Hope



  6. #16
    faishal fikri's Avatar
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    New World
    Posts
    688

    Default

    Quote Originally Posted by Terekdungces View Post
    Maacih ceman cemannnn..... hihihihi... ak sempet ga pede, maklum, cm suka ngeblog urakan sm semau2.... jd senyum2 sndiri nih.... akuuu maluuu.... hihihihi....
    sensasi pertama kali buat fanfic memang kek gitu sis..
    (meskipun fanfic ane gg sekeren ini sih)


    btw kasian liat bata sugunung kek gitu,
    sayang gg bsa cendolin lgi....
    "Nothing Special"

  7. #17
    The author photo theauthor_zpsa31a339b.png Terekdungces's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Jekardah
    Posts
    123

    Default

    Part 2

    Aku terkesima ketika dia membuka penutup kepala dan topeng yang menutupi separuh wajahnya. Ya, aku mengenal pria ini. “Tidak mungkin” pikirku. “Dia tidak mungkin pria yang sama, dengan yang memberiku kantung airnya.”

    “Hey, aku bercanda. Bukan Justin, namaku Evander.” Wajahnya langsung berubah tertawa ketika dia melihat reaksiku waktu mendengar pengakuannya bahwa dia Justin Bieber. Padahal bukan itu yang membuatku terpaku. Bukan karena namanya, tapi karena siapa dia. Dia adalah pria yang menolongku.

    ***

    Aku masuk ke dalam salah satu ruangan di kedutaanku, ada meja bulat besar disana. Cocok untuk menggelar pertemuan untuk 20 orang. Aku membawa nampan berisi minuman untuk Evan dan ke-enam temannya.

    Sambil menyajikan minuman, mataku memandang satu persatu wajah orang-orang ini. Terlihat bukan seperti orang jahat. Hanya saja, di negara ini, aku tidak dapat mempercayai siapapun.

    “Kalian mau apa?” ujarku singkat ketika aku duduk di sisi kanan meja, mata Evan tajam menatapku dari depan.

    “Bukankah aku sudah bilang sebelumnya. Dan aku rasa, kau sudah tau situasinya. Aku menawarkan padamu sebuah perlindungan. Kita akan berjuang bersama. Jadilah PD ku.”

    Aku terdiam. Seluruh mata tetuju padaku. Aku seperti ditusuk dari seluruh penjuru arah. Aku benci berada di situasi seperti ini. “Aku tidak mau menjadi personal defender seseorang. Kau tidak bisa memanfaatkanku. Kau memang pernah menolongku, tapi sekali lagi kukatakan, kalian tidak bisa memaksaku.” Suaraku berat.

    Evan tersenyum kecil. Menarik napas dan menyeruput minuman di dalam gelas miliknya. “Aku tidak memintamu menjadi personal defenderku. Aku menawarkan padamu untuk menjadi partner defendku. Aku juga akan melindungimu. Dengar, andaikan aku tidak mengganggumu lagi, sesorang yang lain akan datang, dan membumihanguskan desamu. Aku menghargaimu sebagai rekanku, ingat, kita sama-sama berjuang untuk sampai pada tahap ini. Dan aku tidak mau kau hancur. Aku kenal petinggi di wilayah ini. Aku bisa membawamu kesana. Aku pernah bilang, kita akan berjuang bersama bukan? Aku tidak bilang, kau akan berjuang untukku.” Evan berdiri dan mendekat ke arahku. “Demi Tenggara.”

    ***

    Sudah dua hari sejak kunjungan Evan ke desaku. Dan sejak itu pula, aku tidak pernah fokus mengerjakan apapun. Ladangku terbengkalai. Pasukanku hanya duduk-duduk di titik temu, karena aku tidak memerintahkan mereka pergi ke oasis manapun. Barak dan istalku tidak mengadakan recruitment pasukan. Kepalaku berpikir keras. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau berada di bawah kendali manapun, tapi situasi di daerah ini semakin menjadi-jadi. Tadi pagi, satu lagi desa tetanggaku harus hilang dari peta. Pemiliknya bunuh diri, karena seluruh bangunan di desanya hancur dan pasukannya dibantai tanpa kenal ampun.

    Aku keluar dari bangunan utamaku. Berjalan lemas ke arah titik temu, disana banyak pasukanku sedang duduk dan berbincang satu sama lain. Ada raut cemas di wajah mereka. Aku tahu, pembantaian di desa tetanggaku sedikit banyak menurunkan mental mereka. Aku tidak boleh egois. Aku harus memikirkan mereka. Ya, mungkin ini keputusan yang harus aku ambil. Suka tidak suka, mau tidak mau, there’s no way to turn back.

    ***

    Dengan langkah pasti aku membawa tas perbekalanku. Aku meminta penjaga istal untuk menyiapkan kuda yang paling baik untukku. Aku akan keluar dari desa ini untuk pertama kalinya. Empat pasukan berkuda akan mengikutiku, dan menjagaku.

    ***

    Sudah satu malam aku lewati di perjalanan. Matahari sudah mulai menyingsing ketika aku melihat desa dengan papan yang bertuliskan “WASIAT”. Ini desanya, desa milik Evan. Desa yang harus kutempuh dua hari jika berjalan kaki.

    Ada beberapa penjaga di gerbang masuknya, dan mereka mempersilahkan aku masuk, ketika aku menyebutkan namaku. Rupanya Evan sudah menduga bahwa aku akan menyetujui penawarannya.

    Aku menyusuri jalanan desa ini. “Ini bukan desa, ini kota.” Pikirku. Seluruh bangunan di desa ini sangat indah dan megah, juga sangat tertata rapi. Sangat berbeda dengan desaku. Mataku memandang sekeliling, aku tidak melihat ada perangkap disini, padahal Evan berasal dari klan Gauls. Dia sepertinya tidak membangun desa ini untuk diserang orang lain. Ya, dialah sang predator.

    Semakin jauh aku memasuki desa ini. Sekilas aku melihat barak dan istal yang lokasinya bersebelahan. Dan disana beribu-ribu orang sedang diuji untuk menjadi pasukan. Wow, pasukan di desa ini berpuluh-puluh kali lipat banyaknya dari pasukan milikku. Dan aku lebih terkesima lagi ketika melewati titik temu, ini adalah titik temu tersibuk yang pernah kutemui. Pasukan silih berganti masuk dan keluar untuk merampok. Tidak ada hentinya. Well, ini adalah yang tersibuk, karena aku belum pernah mengunjungi desa lainnya.

    Hey!” terengar suara dari kejauhan. “Hey, Cinta. Kaukah itu?” Aku mencari sumber suara. Dan menemukan Evan melambaikan tangannya dari jendela Istana tepat di sebelah titik temu.

    Ya ini aku. Aku terima tawaranmu Mr. Evan.” Teriakku.

    Evan tersenyum. Hanya tersenyum.

    Aku turun dari kudaku, dan berkata pelan. “Demi Tenggara!

    ***
    Last edited by Terekdungces; 04-22-2014 at 05:04 PM.

    siggy alay ini kutampilkan lagi, thanks om Shiroo atas siggynya

    visit cerita suka-suka milikku
    A Way To Find New Hope



  8. #18
    anakdewa's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    merah darahku putih tulangku
    Posts
    288

    Default

    Kerenn prie, juara neh, harus juara !!!
    Ga sabar mbaca chapter selanjutnya!!


    priam/s4 ss1 - priam/ts2ss4 -priam/ts2ss5 - tukang parkir/ts7ss4 - abrakadabra/ts2ss6 - bencong stasiun/ts2ss7 - kings landing/ts2ss8

  9. #19
    arcania's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Location
    In Your Eyes
    Posts
    522

    Default

    kwkwkwkw... prie..aprie... kesurupan setan apa nih, kok tumben bisa nulis segini banyaknya. tapi dilanjutin yah, jangan ditinggal lagi kayak dulu..


    semangat aprie.. nanti kalo sudah bisa kasih cendol tak cendolin cin
    GaaG - Pinguins | The Ordinary - RED | Descenario - FW | FlyingFish - FW | MINION - FW | Quadtrick - FW | Testament - FW

  10. #20

    Default

    Quote Originally Posted by arcania View Post
    kwkwkwkw... prie..aprie... kesurupan setan apa nih, kok tumben bisa nulis segini banyaknya. tapi dilanjutin yah, jangan ditinggal lagi kayak dulu..


    semangat aprie.. nanti kalo sudah bisa kasih cendol tak cendolin cin
    itulah sisi lainnya rei. slain somplak dia juga jago buat cerpen wkwkwk

    btw prie utang cendolku kemarin udah aku bayar. dah lunas yah
    True Leader Create Another Leader, not Followers

Page 2 of 19 FirstFirst 123412 ... LastLast

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •