Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 18

Thread: Dawning Day: A Tale of The Dreamers

  1. #1

    Default Dawning Day: A Tale of The Dreamers

    Dawning Day: A Tale of The Dreamers
    (Rekah Fajar: Kisah tentang Para Pemimpi)


    Kembali ingin menulis tentang dunia travian setelah tulisan sebelumnya di Lil Happy Family: A Deja Vu yang berkisah tentang ts3 ss7.
    Kali ini, mengambil setting di ts1 ss8 yang baru berakhir. Berusaha menggunakan gaya penulisan yang baru, setiap masukan baik berupa saran, kritik, maupun tambahan ide cerita dari para pelaku untuk penulisan lanjutan novel ini akan sangat phi apresiasi

    Seperti perkataan Aladdin Zackaria, "Darkness is the birth of a new dawn, it must be celebrated, not feared." Kegelapan adalah lahirnya fajar baru, yang mestinya dirayakan, bukan malah ditakuti. Kisah ini tentang para pemimpi yang terus menjaga mimpi-mimpinya hingga akhir dan fajar merekah dengan cahayanya yang indah, meski sebelumnya gelap dan bayang menghantui mereka.

    Tulisan ini phi persembahkan untuk teman-teman di SS, juga teman-teman di Alpha. Juga, phi persembahkan buat Alvin (Skywalker), Raja Jocker, Handy, dan teman-teman penulis lainnya, agar tak berhenti menulis, dan mulai menulis -jika belum.

    Phi akan berusaha update tulisan ini setidaknya tiga hari sekali. Harap bersabar karena sudut pandang yang berbeda daripada tulisan pertama membuat waktu pengumpulan bahan dan acc narasumber jadi lebih lama. Dan meski gaya penulisan berbeda, sebenarnya tulisan ini masih bisa dibaca seperti tulisan pertama (Lil Happy Family), di mana ibarat serial, tiap chapter sebenarnya memiliki ceritanya sendiri.

    - Prolog
    - 1. Here Where The Dreams Began
    Part one. The King, The Princes, and The Knights
    Part two. In Dreams, We're Equal
    - 2. In Dreams Begin Responsibilities
    Part one. Ketika Sang Raja Pergi
    Part two. Ksatria dan Pangeran yang Terluka
    Part three. This is Narnia
    - 3. Chronicle of Love in The Wartime
    Part one. Anything is Fair in Love and War
    Part two. Ada Apa dengan Cintaku
    Last edited by swann; 09-03-2016 at 08:15 AM. Reason: pengantar dan chapter baru
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  2. #2

    Default Prolog

    Pagi yang cerah. Matahari belum lagi sepenggalah naik. Semburat keemasan membayang di horizon timur, memberi kehangatan yang menyaksikan momen indah itu. Pagi nan tenang, namun tidak di desa tempat sebuah mahakarya keajaiban dunia kerajaan Animal dibangun. Tukang kayu, tukang bangunan, dan mandor sibuk bekerja 24 jam mengejar tenggat waktu proyek besar tersebut. Suara batu dipecah, disusun, tanah liat dituang, ditimpali suara kayu yang tengah dipotong dan denting besi beradu. Seolah tak mau kalah, suara para mandor meneriaki para tukang memastikan semua dikerjakan sesuai rencana pembangunan. Tak kalah sibuknya di pasar desa, para pedagang memastikan aliran semua sumber daya yang dibutuhkan memenuhi gudang dan lumbung besar sesuai kebutuhan.

    Di tengah hiruk pikuk ribuan orang tersebut, terlihat seseorang berkeliling menunggangi kudanya, mengamati proyek pembangunan keajaiban dunia tersebut. Dilihat dari corak jubahnya yang mewah, berbahan tebal dan halus, harum, dan nyaris tanpa kerutan, mudah disimpulkan bahwa dia adalah Pangeran kerajaan.

    “Selamat pagi, Deka, saudaraku,” sambut seseorang dengan penampilan dan wajah sama persis dengan sang penunggang kuda, mengesankan keduanya adalah saudara kembar, hanya saja lebih banyak kerutan di pakaian orang kedua itu yang menunjukkan bahwa orang kedua ini lebih sering berada di lokasi proyek setiap harinya.

    Pangeran Deka pun menghampiri sumber suara lalu turun dari kudanya, memeluk orang yang menyapanya. “Bagaimana perkembangan pembangunan proyek besar kita Bobi, saudaraku?” tanyanya.

    Pangeran Bobi tersenyum. “Pembangunan telah mencapai 97 persen, Dek. Sebentar lagi kita akan melanjutkan ke tahap ke-98. Seluruh sumber daya yang dibutuhkan telah siap.”
    Pangeran Deka tersenyum puas. “Terima kasih Bob, kau benar-benar bisa aku andalkan.”
    Setelah berbincang sebentar mengenai keluarga dan perkembangan kabar kerajaan, Pangeran Deka kembali berkeliling area proyek, sementara Pangeran Bobi memerintahkan pembangunan keajaiban dunia ke tingkat 98.

    Keriuhan selanjutnya adalah suara kayu, tanah liat, dan besi dikeluarkan dari gudang, dipindahkan ke lokasi proyek. Gandum pun dikeluarkan dari lumbung besar, yang segera disambut oleh para koki yang akan memasak makanan bagi para pekerja.

    Pangeran Deka menyaksikan dalam sekejap mata hampir seluruh isi gudang telah dikosongkan. Dan demi melihat bahwa sama sekali tidak ada besi tersisa di gudang berkapasitas 1 juta unit tersebut, tiba-tiba sebuah kekhawatiran menyeruak di benak Pangeran Deka. Bergegas dipacunya kudanya meninggalkan area pembangunan, kembali ke arah istana.

    Memasuki gerbang pertama kompleks istana, dia tidak memacu kudanya lurus ke istananya, melainkan berbelok ke kiri lalu mengikuti tangga batu yang mengarahkannya ke sebuah kastil kecil di bukit, agak jauh di belakang istana. Dia tahu pasti pada jam seperti itu, orang yang ia cari pasti tengah berada di kastil utama kesayangannya untuk menikmati matahari terbit. Dan benarlah, perempuan pecinta cahaya matahari pagi itu tengah bercengkerama dengan tanaman bunga di depan kastil “New Dawn” miliknya.

    “Budhe,” sapa Pangeran Deka setelah turun dan menambatkan kudanya.
    Yang disapa dengan panggilan ‘budhe’ itu adalah bibi sang pangeran, dan tak lain adalah ibu suri kerajaan. Perempuan itu menghentikan aktivitas merawat tanaman bunganya, lantas menghampiri pangeran Deka. Matanya menangkap kekhawatiran yang terpancar dari tatapan sang Pangeran.

    “Pangeran, ada ‘wigati’ apakah gerangan sepagi ini sudah sampai ke kastil New Dawn ini?”
    “Ini Budhe,” papar Pangeran Deka. “Tadi aku melihat bahwa untuk menaikkan keajaiban dunia kita ke level 98, besi sebanyak sejuta unit telah habis terkuras. Aku khawatir gudang kita tidak memadai untuk menyelesaikan proyek keajaiban dunia kita hingga seratus persen. Perlukah kita tingkatkan kapasitas gudang kita di sana Budhe?”

    “Oh, itu…” Ibu suri pun tersenyum. “Sebentar…”
    Dipersilakannya Pangeran Deka duduk di serambi kastilnya, dan ia pun masuk mengambil sesuatu dari perpustakaan pribadinya.
    “Ini pangeran,” Ibu suri membuka gulungan berisi rancangan pembangunan keajaiban dunia, lengkap dengan informasi seluruh sumber daya dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan di tiap tahapannya.

    “Oh jadi hingga selesai sempurna keajaiban dunia ini, tidak akan bertambah lagi kebutuhan besinya hingga melebihi sejuta ya Budhe… Begitupun sumber daya yang lain, kebutuhan terbesarnya pas sejuta sumber daya rupanya…” Pangeran Deka menyimpulkan.
    “Benar, Pangeran,” jawab Ibu suri seraya tersenyum.

    Setelah berterima kasih, Pangeran Deka pamit meninggalkan kastil ‘New Dawn’ untuk kembali ke kompleks utama Istana kerajaan Animal. Sementara Ibu suri, kembali duduk di serambinya, membaca gulungan naskah lain yang tadi juga diambilnya dari pustaka pribadinya.



    Ibu Suri masih membaca gulungan naskah kedua tersebut sambil mencoretkan beberapa catatan kecil di dalamnya, ketika seorang dengan penampilan seperti Pangeran Deka mengunjunginya. Hanya saja, wajah dan perawakannya mengesankan bahwa pangeran satu ini lebih muda dari Pangeran Deka.

    “Selamat datang, Pangeran William,” sapa Ibu suri.
    Pangeran William tersenyum dan menyapa Ibu suri. “Bu, ada yang ingin saya tanyakan,” ujarnya kemudian. Tak seperti kakaknya, Pangeran William lebih memilih memanggil ‘Ibu’ ke Ibu suri.
    “Silakan, Pangeran…”

    “Bu, berapa sumber daya yang kita butuhkan untuk membangun keajaiban dunia kita hingga paripurna? Tadi saya lihat sejuta unit besi hanya cukup untuk menaikkan ke tahapan ke-98 sekarang ini…”

    Ibu suri berusaha menahan tawa. Kalau saja tidak ada tradisi kerajaan yang membatasinya, ingin rasanya ia tertawa lepas sambil mengucak kepala Pangeran William. ‘Ah, kalian anak muda, hilang ke mana kebiasaan membaca kalian?” keluhnya. “All what you need is just reading…”
    Sambil tersenyum dibukanya kembali gulungan naskah pertama dan ia tunjukkan ke Pangeran William.

    “Pangeran, bukankan salinan gulungan ini sudah dimiliki oleh ketiga pangeran, putri Alin, beserta Jendral Minsi yang terlibat dalam pembangunan keajaiban dunia ini?” tanya ibu suri yang segera dijawab dengan dipamerkannya deretan gigi sang pangeran. Kali ini, ibu suri tak mampu lagi menahan tawanya, dan tertawa bersamalah mereka berdua pada akhirnya.



    Setelah Pangeran William pergi, ibu suri kembali duduk di serambinya. Ia teringat perkataan Pangeran Deka sebelum ia kembali ke istana pagi tadi.

    “Budhe, selama ini aku selalu mengikuti naluriku. Dan baru kali ini ternyata naluriku salah…”
    Ibu suri menatap wajah Pangeran Deka, mencoba mencari interpretasi kalimatnya barusan.
    “Maksudku, ketika aku berpikir bahwa kita akan menang, maka biasanya yang terjadi memang kemenangan. Dan kadang aku merasa bahwa banyak tanda menunjukkan bahwa kita akan kalah, maka setidaknya kita bisa lebih siap menghadapi kekalahan yang kita dapatkan sesudahnya,” papar Pangeran Deka. “Tapi baru kali ini, Budhe, naluriku mengatakan kita akan kalah, tapi ternyata malah menang…”

    Ibu suri tersenyum. Kerajaan Animal yang tengah membangun keajaiban dunianya bersama sekutunya, Squadron Selatan, memang hampir dipastikan akan berhasil menyelesaikan keajaiban dunianya tanpa ada hambatan berarti dari saingannya, kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam Aliansi Alpha. Gulungan naskah berisi daftar kekuatan lawan yang disusun oleh seorang anggota polisi militer kerajaan memastikan tidak ada kekuatan lagi yang berpotensi besar menggagalkan selesainya keajaiban dunia ini dibangun.

    Tapi ia tetap membangun kewaspadaan. Gulungan naskah yang tengah ia beri coretan-coretan kecil adalah peta kekuatan aliansi kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam Squadron Selatan, yang akan digunakan untuk menyusun rencana peperangan terakhir melawan aliansi Alpha.

    “Pangeran, ingatkah dirimu ketika di awal perjalanan kerajaan ini bersama para sekutunya, seorang penyair pengelana mengolok-olok aliansi ini sebagai pemimpi?” tanya ibu suri.
    “Ya Budhe, memang layak kita disebut pemimpi saat itu, mengingat peta kekuatan yang sangat tak berimbang di masa-masa awal,” sahut Pangeran Deka.
    “Oh, bukankah sampai saat ini pun kita masih berperan sebagai pemimpi?” Ibu suri mengingatkan.

    Pangeran Deka terhenyak. Sesaat ia tak memahami maksud perkataan ibu suri. Tapi kemudian ia tersenyum. Tidak ada yang luar biasa dari kerajaan Animal dan Squadron Selatan. Dirinya, Bobi saudara kembarnya, William si bungsu di keluarganya, beserta seluruh sahabat dan orang-orang yang berjuang bersamanya, sama sekali bukan makhluk dengan kekuatan super untuk memenangi persaingan dunia dalam membangun keajaiban dunia.
    “Benar, Budhe,” ujar Pangeran Deka akhirnya. “Tapi justru mimpi yang kita punya itulah, yang membawa kita semua sampai ke sini…”
    Pangeran Deka menghela nafas. Pandangannya menerawang. Dia masih ingat benar ketika semua mimpi-mimpi ini berawal…



    ps. yang dimaksud dengan gulungan berisi rancangan pembangunan keajaiban dunia sebenarnya spreadsheet pengembangan dari tabel di http://travian.kirilloid/build.php#b=40&mb=20&s=1.44&n
    Last edited by swann; 04-21-2017 at 11:06 AM. Reason: mention minsi from the beginning, add the table
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  3. #3

    Default

    Hahaha.... Nice story! Ditunggu kelanjutannya

  4. #4

    Default

    Quote Originally Posted by Enuresis View Post
    Hahaha.... Nice story! Ditunggu kelanjutannya
    ga akan ada kelanjutan, hahahahahahah

    Bu dokterrrrrrr.. apa kabarrr

    hahahhahahaha

    Ts5 ss3 - Militan [AKR]
    Ts7 ss3 - Insomniacz [ANT]

  5. #5
    OV saja's Avatar
    Join Date
    Jul 2016
    Location
    Surabaya
    Posts
    19

    Default

    Quote Originally Posted by felix2 View Post
    ga akan ada kelanjutan, hahahahahahah

    Bu dokterrrrrrr.. apa kabarrr

    hahahhahahaha

    Ada lha...

    Kan itu sudah dibuatin ma Mak Phi

    Ditunggu Mak next storynya

  6. #6

    Default

    Quote Originally Posted by Enuresis View Post
    Hahaha.... Nice story! Ditunggu kelanjutannya
    siappp...

    Quote Originally Posted by felix2 View Post
    ga akan ada kelanjutan, hahahahahahah
    Bu dokterrrrrrr.. apa kabarrr
    hahahhahahaha
    ngggg... cuma pingin jadi penulis aja koq lik, pasca ts1 selesai. dirimu ngapain masi berkeliaran juga?

    Quote Originally Posted by OV saja View Post
    Ada lha...
    Kan itu sudah dibuatin ma Mak Phi
    Ditunggu Mak next storynya
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  7. #7

    Default 1. Here Where The Dreams Began

    Part One. The King, The Princes, and The Knights

    Travian land selalu menjadi tanah baru yang terbentang menjanjikan sejuta mimpi bagi yang mendatanginya. Setiap kali penyair pengelana mengabarkan ada tanah baru travian dibentangkan, berduyun-duyun orang bermigrasi mengisinya. Sebagian membawa mimpi memberikan yang terbaik bagi timnya, sebagian yang lain berharap sekedar mendapat tontonan dan cerita seru. Mimpi pribadi demi seonggok medali, ranking, atau pride dan ego pribadi, terselip di tengah misi pribadi yang lainnya. Ada yang sekedar ingin berehat, ada yang ingin mencari uang dan keuntungan materi lainnya, atau sekedar coba2 bermimpi bakal bertemu jodoh di sana.

    Begitu pun tahun itu. Sebuah travian land kembali dibentangkan. King BOB adalah salah satu di antara ratusan orang yang bermimpi mengulang kembali kejayaan yang pernah diperolehnya dua tahun sebelumnya. Bersama pengikutnya yang memperjuangkan kebebasan (baca: FREEDOM), mereka bedol desa ke tanah baru itu.

    Di antara rombongan tsb, ada Pangeran Bogi, yang dulu pernah menjadi lawan king BOB tapi belakangan menjadi anak angkat king BOB yang bahkan menggantikan posisinya memimpin para pejuang FREEDOM tatkala king BOB menghilang. Di tanah baru ini, dia hanya bermimpi menjadi petani, dengan menggarap kebun luas miliknya. Namun apa daya, kisah cinta masa lalunya yang gagal terajut bersama seorang penyihir cantik, ternyata menyisakan luka mendalam di hati sang penyihir cantik. Ia pun mengutuk Pangeran Bogi, bahwa apapun yang ia tanam tidak akan pernah berbuah manis. Maka seberapa besar pun usaha Pangeran Bogi mengolah kebunnya, sejauh mata memandang hanya APEL BERBULU yang bisa ia petik.⁠⁠⁠⁠

    ...

    Di tanah barat daya itu pula, terlihat rombongan lain juga berbaris di samping para pejuang FREEDOM. Rombongan yang dipimpin Pangeran Deka adalah pasukan IRON Knight yang dikenal kompak di era sebelumnya. Pangeran Deka dan saudara kembarnya, Pangeran Bobi, adalah pemburu sekaligus pengoleksi binatang. Dalam sekejap mata, tanah barat daya menjadi wahana berburu mereka, lalu mereka koleksi binatang2 hasil buruan mereka di istana ANIMAL mereka.

    Pangeran William, adik bungsu mereka, adalah superguard, penjaga yang telaten bagi keamanan istana dan tim tersebut, sehingga dijuluki SUPERDEWO di keluarga tersebut.

    ...

    Sementara itu, jauh dari hiruk pikuk dan gemerlapnya istana FREEDOM dan IRON, tiga orang saudara kembar memilih membangun sebuah rumah sederhana di kampung kecil, di barat daya juga. Mereka bertiga sebenarnya Pangeran juga, jika dirunut mereka masih keturunan jauh dari Shrek The Third dari kerajaan Far Far Away. Mereka menjauh dari istana dan memilih jalan hidup sebagai ksatria. Tapi tak tinggal di rawa, karena setelah beberapa generasi dan menikah dengan manusia, mereka sudah tak lagi menjadi ogre.

    Seperti halnya 3 anak kembar Shrek dan Princess Fiona (Fergus, Farkle, dan Felicia), nama mereka pun berawalan huruf F dan dikenal sebagai triple F. Merekalah ksatria Fajar, Ferdian, dan Freddy.⁠⁠⁠⁠

    F2 (Ferdian aka Atenk) adalah ksatria yang telah mengikuti banyak pertempuran, berdiri di sisi para raja dan pangeran yang menurutnya layak dibela. Pernah ia berdiri di sisi Pangeran Bogi turut memperjuangkan FREEDOM dua tahun sebelumnya. Pernah pula di era yang lain ia berjuang di sisi Pangeran Deka. Persahabatan baiknya dengan kedua Pangeran membuatnya mantap mengajak kedua saudara kembarnya ikut hijrah ke barat daya travian land itu.

    Setelah pondok kecil mereka selesai dibangun, tiba2 F1 (Fajar aka Gemblong) teringat akan sesuatu.

    "Mak," panggilnya. Ia memanggil ibunya dengan panggilan emak, sesederhana panggilan orang kampung lainnya. "Sekali ini, maukah Mak menemani anak-anakmu di petualangan baru ini?"
    Terbayang di benaknya, belum pernah ia mengajak emaknya bertualang bersama. Lebih sering mereka membiarkannya sendirian menanggung sakit dan kerinduan ditinggal anak-anaknya.

    Sang emak tersenyum. "Tapi aku sudah tua," kilahnya.
    "Tak apa Mak..." Fajar berusaha meyakinkan.
    "Baiklah," ujar sang emak akhirnya. "Biar aku jadi penjaga rumah kalian saja sewaktu-waktu kalian pergi berperang, dan memasak untuk kalian sewaktu kalian di rumah..."
    "Terima kasih Mak," seru Fajar sambil memeluk sang emak lalu mengecup keningnya dengan gembira.

    Dan sang emak pun ikut hijrah ke kampung kecil bersama ketiga anak kembarnya. Karena pondok kecil mereka yang terpencil dan jauh dari peradaban kerajaan, mereka pun harus mulai bersahabat dengan para makhluk halus yg lebih dulu mendiami hutan tersebut. Jadilah mereka penguasa alam GAIB di daerah itu.

    "Aku cuma minta satu hal, anakku," pinta sang emak ketika melihat ada yang kurang dari rumah mereka. "Buatkan pondok untukku di samping rumah kalian. Pondok itu harus menghadap matahari terbit, karena aku menyukai merekahnya fajar di PAGI hari..."
    "Apapun untukmu, Mak," sahut Fajar sambil kembali merengkuh bahu sang emak.⁠⁠⁠⁠

    ...
    Last edited by swann; 08-23-2016 at 07:33 PM. Reason: change title
    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

  8. #8
    ~F4B~'s Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Location
    Solo Rock City
    Posts
    471

    Default

    Ninggalin jejak ah, lanjut mak....
    Sial ane d kutuk ma penyihir,,,untung cantik penyihirnya, klo jelek ane pasti kutuk balik...wkwkwkwkwk
    LW - UNF - WFF - Penguins - MK - [AKR] - TEAM - SC - NG - LEAD - RvN - SS

  9. #9

    Default

    Quote Originally Posted by swann View Post
    Part One. Southwest


    Setelah pondok kecil mereka selesai dibangun, tiba2 F1 (Fajar aka Gemblong) teringat akan sesuatu.


    ...
    yeyyyy.. rodo apik lah julukanku saiki...
    tengkyu makkkk... :*

  10. #10
    the-wish's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Location
    Semarang
    Posts
    906

    Default

    Quote Originally Posted by Red is abang View Post
    yeyyyy.. rodo apik lah julukanku saiki...
    tengkyu makkkk... :*
    turuo,jar...wkwkwkwkwkwk
    dimana bumi ane pijak... disitu pula biasanya ane ikut numpang
    [
    tapi tergantung temen2nya juga,sih
    opah - haho -tes - pocong - sempak teles - GAIB(gagal) - nunggu ts5

Page 1 of 2 12 LastLast

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •