View Poll Results: Bangsa mana kalian ingin aku ceritakan ?

Voters
4. You may not vote on this poll
  • Natar

    1 25.00%
  • Galian

    2 50.00%
  • Roman

    0 0%
  • Teuton

    1 25.00%
Results 1 to 5 of 5

Thread: The Keeper of Galian Lore [Storyteller Series]

  1. #1

    Join Date
    Jan 2012
    Location
    area51
    Posts
    3

    Post The Keeper of Galian Lore [Storyteller Series]

    Selamat datang sobat-sobatku
    kita berjumpa lagi sejak Arus kepunahan dan pemusnahan terakhir
    kita dapat berjumpa lagi.

    Perang mungkin pergi kesini dan kesana , pembunuhan , perampokan atau ...
    singkatnya kau dan aku sama-sama tahu semua ini , kita mengalami semua ini

    Datanglah kemari temanku. kau bisa mengunjungi desaku atau salah satu desa temanku di UMZ
    atau desa Furnibiar. Kemarilah dan kunjungi saat aku tidak sedang sibuk dan akan aku ceritakan kisah yang sudah aku alami dan ketahui melalui petualanganku di belahan lain benua Travian dan bagaimana aku
    bertemu dengan para natar.


    Untuk kini ... anggap saja surat iini hanya perkenalan.
    mungkin akan aku awali dengan bagaimana aku memulai petualanganku

    tapi... kita tunda dulu hal itu Komrade!
    Kita ceritakan itu dikesempatan lain.

  2. #2
    T-Law's Avatar
    Join Date
    Sep 2015
    Location
    RAVEN Propaganda Center
    Posts
    641

    Default

    Hmm.. cerita nya bagus tapi keliatan nya ini copas dari google translate kah? Kok terjemahan bahasa nya gtu?

    Btw, tetap lanjutkan ya.. nice one

    Proud to be Family Member of:
    RK | DiV | AKR | KlimaX | AKL | =MH= | RvN
    The lion and the calf shall lie down together, but the calf won't get much sleep

  3. #3

    Join Date
    Jan 2012
    Location
    area51
    Posts
    3

    Default

    Agh Ya !
    Selamat datang Tuan Law , tampaknya kau satu tetua desa yang sudah datang ketempatku ini.
    Silahkan minum dengan kawan-kawan petualang lain yang sedang berkunjung disini.
    maafkan gaya bicaraku yang seperti ini.

    Berlawanan dengan dugaanmu bahasaku ini bukan terjemahan Artifak "Google". Aku terlalu miskin untuk artifak sehebat itu.
    tapi aku yakin seorang tuan sepertimu bisa memilikinya.

    Baiklah mari kita mulai...

    Aku sebagaimana bosmer lainnya lahir di Valenwood , sebuah provinsi di benua yang jauh dari sini. Kami menyebutnya Tamriel. Saat kecil aku tinggal di salah satu desa yang terletak di valenwood. Valenwood merupakan provinsi yang damai , tidak seperti provinsi lain yang dipenuhi peperangan dan pemusnahan.

    Tiap hari aku bermain dan belajar berburu sebagaimana tradisi kami. Suku kami sangat erat dengan alam dan bahkan kami tinggal dipohon. Iya pohon adalah rumah kami tidak seperti kalian yang membuat rumah pohon. Aku bahkan baru menyentuh tanah saat berusia 1 tahun dan menyentuh sungai saat berusia 5 tahun.
    Tiap hari aku selalu berlatih dengan gerak kakiku dengan melompat dan berayun ke setiap pohon dengan tali dan kait milik ayahku. kadang aku ikut berburu , tapi aku terlalu lemah untuk menarik panah dengan baik.

    Secara singkat aku hidup dengan damai dan ketenangan.
    Kau tentu tahu bagaimana jika kataku sebelumnya terucap maka akan ada ironi setelahnya.
    Ya kau melihatku disini , dibenua Travian atau mungkin seluruh dunia untukmu. Aku disini bukan di valenwood.

    Semua hal buruk ini....

    _______________________
    Maaf aku mengingat sedikit kenangann buruk kala aku harus pergi.
    (mengusap mata yang sedikit berkaca-kaca)

    ______________\
    ___________________________________

    baiklah mari kita lanjutkan.

    Semua ketenangan kami kami terima begitu saja. Hingga akhirnya kami menerima ketidak pedulian kami terhadap peperangan di Tamriel. Akhirnya seorang bangsa Imperial yang berasal dari Nord yang tinggal di cyroodiil datang dengan pasukan yang sangat kuat. Kemampuan memanah kami mampu memperlambat kekalahan kami atas invasi itu. Tapi kau tahu bahwa memperlambat bukan berarti menghentikan. Setelah 1 tahun bertempur manusia imperial itu datang dengan sendirinya dan menggunakan sihir dari auman ia meruntuhkan pohon-pohon yang menjadi pertahanan kami. Dengan pepohonan bertumbangan kami kehilangan keunggulan bertempur. Akhirnya dalam waktu singkat kami dikalahkan dan nyaris dimusnahkan sepenuhnya. Namanya tidak akan aku lupakan penyihir itu Tiber Septim.

    Olehnya kini aku harus lari dari tanah kelahiranku dan mendarat di benua Travian ini. Kau tahu saat aku lari dari pengejaran mereka aku kehilangan ke 2 orang tuaku dan seluruh saudaraku. yang bisa aku bawa dari masalaluku hanya 1 hal yang selalu bisa aku banggakan sebagai seorang bosmer. Kemampuan dan kebanggaanku dalam memanah.

    Oh !!... lihatlah matahari mulai redup , tampaknya aku terlalu asik menceritakan asal muasalku hingga aku bahkan belum bercerita mengenai kisah yang sebenarnya ingin kalian dengar.

    Baiklah mungkin lain kali akan aku ceritakan bagaimana aku bisa kemari dan bagaimana aku memulai hidup baru dan petualanganku disini.

    Baik Sobat kembali lah lain kali. mungkin saat kalian tidak sedang sibuk menjarah desa yang berjarak 3 petak dari desamu.

    Ha ha ha ha.........

  4. #4

    Join Date
    Jan 2012
    Location
    area51
    Posts
    3

    Default Bosmer On Travian

    Agh Tampaknya tidak ada tetua yang datang sebelumnya. Ha ha, tak usah khawatir kawanku sekalian para petualang !

    Sembari kalian menunggu perintah tetua desa kalian aku akan tetap ceritakan kisah yang aku janjikan.
    mari ! duduk dan nikmati Keju serta teh buatan desaku.

    Hah ! apa kalian tahu apa itu Keju ?!

    ------------------------------------------------------------------------
    Baiklah maafkan atas tawaku tadi, Aku mengira kalian tidak tahu apa itu keju hehe

    Baiklah mari kita balik ke kisahku. Sebagai seorang bosmer aku tidak ahli dalam hal sihir.
    Dan sebagaimana kalian ketahui bahwa aku seorang pemanah bukan ahli sihir.

    Tapi mungkin The Nine masih mengampuni nyawaku dan aku berakhir disini.
    Saat berlari dari kejaran mereka aku sampai kesebuah pintu misterius yang terletak tepat di tengah jalan dengan ukiran Sheogorath di depannya. Aku berpikir bagaimana pintu ini bisa ada disini.
    Beruntungnya aku tidak berpikir dan segera melompat melompati pintu.

    Aku berpikir mungkin pintu ini hanya lelucon.

    Tapi aku ternyata salah.

    Saat aku bangun aku tergeletak diantara tulang belulang.

    "astaga dimana aku?!"

    begitu pikirku, aku tak paham apa yang terjadi , seingatku aku hanya melompat dan kini aku ada di ruangan gelap ini. Sedikit berputar aku merasa pusing.

    lalu suara lembut menyapaku...

    "#########"

    aku tak paham apa yang ia katakan. Mungkin karena aku berada ditempat jauh kupikir. namun tak habis pikir aku bangkit dan berdiri.

    orang itu tersenyum melihatku bangkit dan melompat kegirangan. "##@@##" aku tak paham apa maksud perkataannya.

    Aku lalu melaju keluar pintu. Ah... cahaya pagi yang damai , suatu yang tidak aku sapa sebelumnya. Sesuatu yang aku terima tanpa syukur sebelumnya terasa seperti anugrah yang hebat.

    Yang aku lihat saat aku membuka pintu adalah tangga tanah. Aku berpikir ini mungkin sebuah ruang bawah tanah dan aku benar tangga itu menuju keatas dan saat aku mencapai tempat tertinggi aku melihat sesuatu yang menenangkan hati.

    Hamparan ladang gandum berhamparan di depanku. Ladang yang menguning dengan sejumlah warna merah yang ternyata sebuah tambang dan sedikit warna hijau agak jauh dari tempatku berdiri.

    Orang itu memberi tahuku dengan menepuk pundak agar aku menoleh kebelakang.

    KOTA BESAR. iya kota besarlah yang aku pikirkan. Ini pasti adalah sebuah ibukota dengan banyak orang disana sini.

    menakjubkan sekali tempat itu. Para pedagang meenjual dagangan. Pandai besi menempa banyak sekali alat bertani. anak kecil berlarian kesana kemari, serta sejumlah prajurit berparade di sebuah jalan besar.

    Aku katakan pada orang itu. "menakjubkan".

    orang itu mengangguk sambil tersenyum sambil memberiku sesuatu. Sebuah kalung kupikir, dengan liontin berwarna sama dengan talinya yaitu merah. orang itu mengalungkan padaku, aku ikut saja yang dia perbuat dan tak protes sepatah katapun.

    "bisa mendengar ku?"

    ya ! ini ajaib aku bisa memahami yang ia katakan. atau mungkin kini apa yang kalian katakan. Ia aku belajar bahasa yang kalian pakai yaitu Bahasa dasar Tarevar. Ha jika kalian ingin bertanya mana artefak itu aku sudah kembalikan saat dulu. aku kini bisa berbahasa dengan baik dengan Trevar , Roman, Germanik maupun Britoin. Aku belajar bung.

    Memahami yang ia katakan membuatku bahagia bukan kepalang. aku sempat bingung sendiri dan bertanya
    "bagaimana bisa"

    yap dia menjawab bahwa ini merupakan kuasa dari Artefak natar.Dan saat ia berkata Natar ia menunjuk pada dirinya sendiri dan membusungkan dadanya. Ternyata dia seorang perempuan.
    Namanya ruhl. mungkin dia berusia lumayan muda tapi aku tak tahu setua apa dia sebenarnya jujur saja aku baru sammpai kedunia ini beberapa menit lalu , paling tidak setahuku saat itu.

    Jika kalian belum sadar ... Ya ... aku bangkit di sebuah kota natar. Keagungan kota mereka sangat luar biasa. Apa yang Roman sebut kota hanya desa kecil jika aku bandingkan dengan kota natar yang aku lihat saat itu. Dengan kemampuan baruku aku mencoba membaca sebuah papan terpampang di gerbang besar yang mungkin sebuah gerbang Masuk kota ini bertulis

    Zaal

    pengalaam di Zaal sangat menarik kalian tahu. banyak peralatan dan artefak hebat lainnya disana.
    Tapi sayang sekali bung

    Matahari telah meredup , kini waktunya kalian kembali. Mungkin esok akan ku ceritakan Kisahku di Zaal dan akan aku ceritakan Zaal dan Natar.

  5. #5
    Adhamz Are's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Batu, East Java
    Posts
    133

    Default

    mau isi poll, tapi udah closed.
    lanjut aja dah bro.
    PENONTON SETIA

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •