Page 2 of 32 FirstFirst 123412 ... LastLast
Results 11 to 20 of 311

Thread: Legendary of 'axe warrior' (fanstory)

  1. #11

    Default

    Quote Originally Posted by Master Sho View Post
    Bagus banget alur ceritanya!
    Tolong jangan pakai kata "ga" atau singkatan-singkatan... rasanya aneh baca cerita dgn kalimat2 gak baku...

    thanks. Sekedar saran.
    yup..thx kembali...memank benar setelah dibaca pada saat selesai posting terasa sedikit janggal sni juga menyadari namun untuk mengedit kembali postingan tentunya akan membawa sedikit kesan yang jelek but tq skale lg unt masukannya selanjutnya pasti akan dihilangkan (singk. diketik dgn terburu2 pada jam2 kerja^^!)

    Quote Originally Posted by Imperial Knight View Post
    Kapan ya lanjutan ceritanya


    gw sedang ada waktu nih
    ini lanjutannya...yang pasti dalam sehari akan ada 1-2 kali postingan cerita bersambung ini...jika kk menikmatinya merupakan sanjungan yang besar buat ID ini pribadi.. harap sabar yach..anggap aj tayangan film serial cuma jam tayangan sesukanya hahaha

  2. #12
    Master Sho's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,581

    Default

    Kesan jelek apa sih? Gw sempet edit fanfic gw gara2 nama tokoh ada yg berubah (untung ga ada yg sadar sebelum gw)
    Pensiun... nggak... pensiun... nggak...
    kalo dalam 1 minggu dpt 100 GRP nggak jadi pensiun
    kalo dalam 1 minggu dpt 100 BRP pensiun aja deh
    Pekerjaan: Tutor newbie travian

  3. #13

    Default

    ************************************************** **********************************

    scene ii Perjalanan Pertama

    Sesampainya di tepian luar hutan Oak, Roan berhenti sejenak sebelum masuk lebih dalam lagi, langit tampak memerah menjelang pagi hari, suara kicauan burung pun terdengar bersahutan. Roan memetik selembar daun talas dan segera meminum air embun yang menempel diatasnya. Sembari menarik nafas panjang, Roan berusaha untuk menghilangkan pikirannya yang masih terngiang-ngiang kejadian semalam. Tak terasa, Roan terpaku untuk sesaat yang lama sampai sebuah suara menyadarkan dari lamunannya. ‘tolong…jangan menyakiti ayah…’ terdengar teriakan seorang wanita tak jauh dari balik kerimbunan pohon2 Oak.

    Dari balik sebuah pohon Oak tua dengan batangnya yang sangat besar, Roan mengintip apa yang sedang terjadi. Tampak dalam penglihatannya, seorang bapak tua dengan anak perempuannya sedang diganggu oleh tiga orang prajurit Romawi yang sedang melewati tepian hutan tersebut. Seorang prajurit berkata ‘hei pak tua..kau telah menghalangi jalan kami’ Pak tua hanya menjawab ‘lihat kalian telah menabrak kami hingga jatuh terluka seperti ini’ Prajurit kedua menyahut ‘kau tidak tahu, kami ini pasukan apa? Hah’ sembari menunjukkan tribe Romawi di pelana kuda mereka, tribe itu melambangkan kuda legati yang terlatih sebagai unit tercepat dalam membawakan kabar dalam kesatuan militer Romawi. ‘Sudah kita selesaikan saja dengan cara ini’ kata prajurit ketiga sambil melompat turun dari kuda dan maju mendorong pak tua itu sekali lagi sampai jatuh terjerembab.

    Dalam benak Roan yang telah tertanam kebencian terhadap prajurit-prajurit Romawi ini, sekali lagi telah membakar hati dan emosinya. Tanpa berpikir panjang kembali Roan keluar dari balik pepohonan dan meneriaki mereka ‘hei…kalian tidak malu mengerjai seorang pak tua…hadapilah aku’ Ketiga prajurit tersebut saling berpandang dan tak lama kemudian mereka tertawa keras. ‘haha…bocah gunung apa yang bisa kau lakukan terhadap kami bertiga’ ucap seorang prajurit, yang kemudian ditimpali temannya ‘sudah biarkan aku yang menyelesaikannya sendiri, kalian lihat saja’ dengan sombong dia mengatakan kepada teman-temannya.

    Prajurit tersebut mengeluarkan sebuah belati dari balik pinggangnya dan mengayunkan ditangan kanannya dengan meyakinkan, dan maju menusuk 2-3 kali, namun semuanya dapat dihindari dengan sigap oleh Roan. Melihat kedua teman prajurit menertawainya maka semakin terpancing emosi untuk menyerang membabi-buta. Pada saat serangan kesekian kalinya, ia kehilangan keseimbangan dan dengan mudahnya bagi Roan untuk melakukan bantingan samping dan menjatuhkannya dengan keras pada tanah berbatu. Dengan cepat Roan menghantam prajurit yang telah terkapar ditanah hingga tak berdaya. Melihat hal itu senyum dikedua wajah prajurit tersebut menghilang dan berubah menjadi menciut. ‘ayo kita serang dia berbarengan..sehebat apa dia hingga mampu menjatuhkan pasukan Romawi’ ucapnya dengan sedikit gentar kepada temannya.

    ************************************************** ***************************page 1/3

  4. #14
    DingDong's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Indonesia
    Posts
    191

    Default

    Quote Originally Posted by Master Sho View Post
    Kesan jelek apa sih? Gw sempet edit fanfic gw gara2 nama tokoh ada yg berubah (untung ga ada yg sadar sebelum gw)
    aku sadar kog.... awkawkaw...



    lagi demam fanfic nih...

  5. #15
    dj_boy's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    id pb:dj_boy
    Posts
    1,597

    Default





    jk (just kidding)

  6. #16

    Default

    ************************************************** **********************************

    Pertarungan pun berlangsung dengan sengit, dengan keadaan yang tidak imbang, Roan yang hanya bertahan dengan tangan kosong mendapatkan beberapa goresan kecil pada tangan dan tubuhnya, baju kumal yang dikenakannya pun tercabik di beberapa bagian. Menyaksikan keadaan itu, pak tua yang duduk terkulai berkata ‘nak..cepat ambilkan kapak yang ada didalam tas’ anak perempuannya segera berlari menghampiri tas ayahnya yang terjatuh dibawah sebuah pohon dekat area perkelahian. Ketika kapak terambil keluar. Salah seorang prajurit menyadari tingkah wanita tersebut.

    ‘wanita sial…apa yang hendak kau perbuat’ dia berbalik arah menghampiri. Dengan sikap hendak menikam, ‘hati-hati nak…’ teriak pak tua kepada anaknya. Mendengarnya, Roan dengan sigap menerjang punggung prajurit dan mereka jatuh berguling-guling. Dalam pergulatannya Roan berhasil menggapai belati dan menusukkannya ke tubuh prajurit.

    Sekejap Roan berdiri dan mendekati prajurit yang tersisa, prajurit yang hampir kehilangan akal melihat teman-temannya tumbang satu persatu hanya maju bermodalkan nekat ‘aargh...’ teriaknya. ‘tangkap ini’ kapak dilemparkan kearah Roan. Dalam waktu yang bersamaan kapak diterima di tangan kiri Roan, Slash… langsung ditebaskan kedepan, tepat mengenai leher. Darah pun bercipratan mengenai wajah Roan, bruk…berakhirlah perlawanan prajurit-prajurit Romawi.

    Pak tua dibantu oleh Roan dan putrinya dipapah berdiri. ‘anda tidak apa-apa’ ujar Roan
    ‘terima kasih anak muda untuk keberanianmu menyelamatkan kami’. Roan hanya tersenyum.

    kau sepertinya bukan dari daerah sekitar sini’ lanjut pak tua.

    ‘ya..aku bekerja di penambangan yang terisolasi tak jauh dari sini.’ ucap Roan

    ‘bearti kau adalah seorang budak, dan bagaimana kau bisa ada disini dan apa yang hendak kau lakukan’ pak tua membalas ucapan Roan dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.

    ‘semalam terjadi bencana dan semuanya…’ Roan berhenti berbicara dan sedikit tertunduk.

    ‘baiklah terkadang tidak semua hal harus dijelaskan’ pak tua berkata dengan nada menghibur.

    ‘kenalkan ini puteriku Lynn..kami tinggal tidak jauh dari batas tepi hutan Oak ini.’


    ‘hai..terima kasih telah menolong ayah’ ucap Lynn dengan tatapan dan senyum yang menawan.

    Melihat Roan yang hanya berpakaian seadanya tanpa perlengkapan satupun termasuk sepatu, pak tua menyuruh puterinya untuk mengambilkan sebuah mantel dan sepasang sepatu. Dengan sedikit dipaksakan akhirnya Roan pun menerimanya, saat sedang memakaikan sepatunya , sebersit pak tua melihat semacam tanda di mata kaki kiri Roan, tanda itu berbentuk huruf T dengan lingkaran kecil dibagian pertemuan kedua garis melintang. Tanda itu mengingatkan akan sesuatu hal yang pernah dikenalinya sewaktu muda, hanya saja belum terlintas dimana pak tua pernah melihatnya.

    ‘nak..darimana kau dapatkan tanda di kaki kirimu itu?’ tanya pak tua.

    Roan hanya menjawab ‘tanda itu tidak terlalu kuhiraukan, mungkin ini hanya cap budak yang kudapatkan saat kecil di penambangan’


    ‘tidak mungkin, cap para budak lebih menyerupai tapal kuda dan terletak lebih pada betis’
    ucap pak tua kembali.

    ‘apapun itu yang pasti akan sangat berarti, mungkin bila pada waktunya kau akan mengetahuinya’
    pak tua berkata lagi. ‘sekarang hati-hatilah dalam perjalananmu. Kuberikan kapak tua ini untuk membantu membuka jalan di hutan yang lebat ini’

    ‘bukankah pak tua lebih membutuhkannya’ tanya Roan kembali

    ‘tidak. Ini hanya kapak mata satu biasa yang kugunakan untuk menebang dan mencari kayu bakar, jauh didalam hutan ini terkadang kita tidak dapat ketahui apa yang akan kita temui’

    ‘semoga kau diberkati nak…’ ujar pak tua.

    Tanpa diketahui mereka bertiga ternyata prajurit pertama yang dirobohkan Roan hanya tak sadarkan diri, begitu ada kesempatan dia segera melarikan diri dengan kudanya. Menyadari hal itu, pak tua segera berpesan kepada Roan ‘segera tinggalkan hutan ini secepat mungkin, pasukan pengejarnya pasti akan datang’ imbuhnya.

    ************************************************** ***************************page 2/3

  7. #17

    Default

    bagus kk tp tolong dunk lebih cepat buat berkreatifitasnya hehehhe

  8. #18
    Master Sho's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,581

    Default

    *applause*

    entah kenapa gw suka banget sama cara bertuturnya dan ide cerita...



    Ayo! Lanjut!

    Favorit gw setelah cerita artes nie!!
    Pensiun... nggak... pensiun... nggak...
    kalo dalam 1 minggu dpt 100 GRP nggak jadi pensiun
    kalo dalam 1 minggu dpt 100 BRP pensiun aja deh
    Pekerjaan: Tutor newbie travian

  9. #19
    retyd's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    deket mars, pekerjaan : perusuh forum bagian umum :p maap gan, ampuni hamba gan :p, jangan bata saya
    Posts
    6,153

    Default

    waduh, ini baru creative banget,kebanyakan awalnya tentang ksatria,tapi ini awalnya bagus,kasih 4 bintang

  10. #20
    Master Sho's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,581

    Default

    Jangan 4... gw mo kasih 6 tapi gak bisa... apa 5 + 1 aja ya?
    Pensiun... nggak... pensiun... nggak...
    kalo dalam 1 minggu dpt 100 GRP nggak jadi pensiun
    kalo dalam 1 minggu dpt 100 BRP pensiun aja deh
    Pekerjaan: Tutor newbie travian

Page 2 of 32 FirstFirst 123412 ... LastLast

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •